Senin, 05 Februari 2018

Hidup dan Menghidupkan

Dalam hidup ada kehidupan. Kita harus mampu menghidupkan kehidupan ini agar kita bisa benar-benar hidup dalam menjalani kehidupan ini.

Setelah kita benar-benar hidup, kita bisa menghidupkan kehidupan orang lain. Sehingga, hidup kita tidak sekedar hidup-hidupan.

Tahukah kita, jalan terbaik agar kita memiliki kesadaran dan kesempurnaan hidup?

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِي

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

-Surah An-Nur, Ayat 35

Begitulah cahaya fitrah di atas cahaya wahyu. Begitulah keadaan orang yang memiliki hati yang hidup dan sadar. Karena Allah yang Maha Hidup dan mampu menghidupkan. 

      Baca juga: Makna Hidup dalam Islam

Cibentang, 15 Jumadil Awal  1439 H.

Sabtu, 27 Januari 2018

Pengaruh Teknologi Informasi dalam Era Globalisasi terhadap Kehidupan Manusia

It has become appallingly obvious that our technology has exceeded our humanity. (Albert Einstein, 1879-1955)

Ilmuan yang hidup jauh-jauh hari sudah memprediksi, bahwa teknologi suatu hari akan melampaui kemanusiaan kita. Salah satu yang saya sukai dalam belajar/ membaca pendapat ilmuan adalah kecerdasannya dalam memprediksi masa depan (Bukan meramal ya). Begitu juga, dengan prediksi Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibi, Freng seputar indonesia yang harus memulai industri strategis, seperti kapal dan pesawat yang dapat menggerakkan industri-industri lain karena melihat Indonesia terdiri dari ribuan pulau.

Beberapa waktu yang lalu, ada perbincangan menarik kajian bada maghrib dari Bapak Amir selaku mantan bupati lima puluh kota, sumatra barat. beliau mengatakan, “Berdasarkan pengalaman menjadi bupati lima puluh kota, memang benar kata nabi, bahwa baik buruknya umat ini disebabkan karena dua hal, umaro dan ulama”

Umaro yang mengerti agama, apalagi sekaligus menjadi ulama, maka setiap kebijakannya akan menyejahterahkan rakyat. Karena ia yang memegang kuasa anggaran.

Dalam penyampaian ceramahnya malam kemarin ( Rabu, 7 Jumadil Awal 1439 H) di Masjid Agung Al-Azhar Kebaryoran lama. Pak Amir  menceritakan kembali tentang tulisan yang ia buat pada tahun 1998 tentang dampak teknologi informasi dan globalisasi terhadap kehidupan manusia.

Jumat, 26 Januari 2018

Gerhana

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Hadirin jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah.

Dalam surah Fusshilat ayat 37 Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Dalam surah lainnya, Allah juga menggunakan sumpah-Nya dengan menggunakan kata, demi matahari atau demi bulan atau demi malam atau juga demi siang.

Dan para ahli tafsir mengatakan, tidaklah Allah jika bersumpah menggunakan suatu nama dari makhluk-Nya, melainkan makhluk yang digunakan untuk sumpah-Nya tersebut mempunyai nilai keistimewaan tersendiri.

Contohnya matahari ataupun bulan.

Dalam kehidupan manusia dan seluruh makhluk di bumi ini khususnya, keberadaan matahari & bulan begitu sangat dibutuhkan.

Sinarnya saat ia terbit, begitu besar manfaatnya untuk pertumbuhan dan kesehatan. Saat terbenamnya diwaktu sore, menjadikan orang-orang banyak bergembira. Baik yang berkeinginan untuk ibadah diwaktu malam ataupun hanya sekedar untuk istirahat malam, agar terkumpul lagi tenaga dan bersemangat dipagi harinya untuk semua aktifitas  meraih ridho Allah. Demikian juga manfaat besar lainya dengan adanya bulan dan pergantian siang dan malam.

Dan itu semua merupakan kenikmatan, serta tanda dari sekian banyak tanda kebesaran dan kehebatan Allah yang perlu disyukuri, sehingga membuat seseorang takut pada Allah dan mau tunduk dan taat pada-Nya. Karena saat terjadi gerhana di zaman Rasulullah, beliau terlihat sangat takut kalau-kalau terjadi hari kiamat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...