Senin, 09 Desember 2019

Tips Menjadi Dai


Duka menyelimuti seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu hari ini. Salah satu dosen terbaik kami meninggal dunia Hj. Elfa Syukria, M.Ag. Wajah duka dan kehilangan tampak di dunia maya dan nyata terutama yang pernah merasakan budi baik alhamrhumah.

Masjid Al-Farabi kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu selalu menyelenggarakan kultum sambil menunggu jamaah sholat zuhur. Berhubung kabar duka yang menyelimuti segenap sivitas, saya mengangkat tema “Cerdas Ala Rasul”.  InsyaAllah akan kita bahas di lain waktu.

Setelah memberikan kultum di Masjid Al-Farabi salah satu wartawan RBTV bercerita tentang program baru mereka “Mendadak Dai”. Mereka akan mencari secara acak para mahasiswa untuk berceramah. Namanya  juga mendadak dai.

Rabu, 20 November 2019

Di Saat-saat Akhir


Mari renungkan ucapan Rasulullah shalaullahu ‘alaihi wassalam dalam 2 hadits berikut ini. Pertama, Rasul shalaullahu ‘alaihi wassalam bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia mempekerjakannya".

Para sahabat bertanya, "Bagaimana Allah mempekerjakannya"? Beliau menjawab, "Allah memberinya taufiq untuk beramal shalih sblum kematiannya". ( HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, Al Hakim, dishahihkan oleh Al Albani )

Kedua, hadits cukup panjang dari Nabi shalaullahu ‘alaihi wassalam, di mana pada ujung hadits itu disebutkan, "Demi Allah yg tiada Tuhan selainnya, ada seseorang di antara kalian yg mengerjakan amalan ahli surga sehingga tdk ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah ( meninggal ), lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada di antara kalian yg mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tdk ada lg jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah ( meninggal ), lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga". ( HR. Bukhari dan Muslim )

Bagaimana bayangan yang hadir dalam pikiran kita setelah membaca 2 hadits itu ? Ada hadits lain yang mungkin menambah dalam renungan kita terkait masalah kematian. "Sesungguhnya, ada seseorang yang melakukan amalan ahli surga, sebagaimana terlihat oleh manusia, tapi sebenarnya ia adalah ahli neraka. Dan sesungguhnya ada seseorang yang melakukan amalan ahli neraka, sebagaimana terlihat oleh manusia, tapi dia adalah ahli surga".  Dalam riwayat Imam Al Bukhari hadits ini diakhiri dengan perkataan, "Sesungguhnya, amal itu tergantung akhirnya". ( HR. Bukhari dan Muslim )

Majalah Al Mujtama' mengurai pengalaman seseorang bernama Abu Ishak yang penuh hikmah tentang akhir hidup seseorang.

"Suatu ketika, aku didatangi 2 orang pemuda yang taat beragama. Keduanya menuturkan kisah yang membuatku tercenung.

Tawakal



Ada beberapa hal dalam hidup yang terkadang kita tidak tahu muara akhirnya akan kemana? Mengambil langkah pertama tentu bukan pekerjaan yang mudah, apalagi informasi yang tidak mendukung dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan tanpa informasi yang akurat tentu sangat beresiko.

Sebagai seorang muslim, setiap orang dituntut untuk berilmu sebelum beramal. Kita dilatih untuk mencari informasi dan ilmu yang shahih tentang sesuatu.

Adakalanya sebagai manusia rencana-rencana yang telah kita rancang dengan matang belum berjalan sesuai rencana. Tapi, tugas kita memang harus merencanakan, memprediksi setiap kemungkinan yang akan terjadi, dan memperkecil resiko yang akan ditimbulkan.

Bagi sebagian orang tentu akan kesulitan untuk mendapatkan gambar besar tentang masa depannya. jika doa telah rutin ia mohonkan kepada Rabbnya, ia telah berusaha untuk memutuskan yang terbaik, yang paling penting setelah itu adalah bertawakkal kepada Allah.


فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ


... Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. -Surat Ali 'Imran, Ayat 159

Apa maksud tawakal kepada Allah? 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...