Kamis, 23 November 2017

ISLAMIC MEDICINE EXPO (IME) 2018

Bismillahhirrohmannirrohim

Ilmu pengobatan Islam (Islamic Medicine) didefinisikan sebagai ilmu pengobatan yang model dasar konsep, nilai, dan prosedur-prosedurnya sesuai atau tidak berlawanan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Prosedur medis atau alat pengobatan yang digunakan tidak spesifik pada tempat atau waktu tertentu.

Ilu pengobatan Islam itu universal, mencakup semua aspek, fleksibel dan mengizinkan pertumbuhan serta perkembangan berbagai metode investigasi dan pengobatan penyakit.

Perkembangan Islamic Medicine dewasa ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dunia khususnya di Indoneisa. Semangat untuk menggali dan merasakan manfaat dari pengobatan islam yang sering diidentikkkan dengan pengobatan nabi (Thibbun Nabawi) ini semakin menggelora dengan sering masyarakat dunia yang lebih baik.

Kondisi seperti ini perlu disambut dengan baik dan dikembangkan. Untuk itu perlu event dalam rangka menyatukan semua potensi Umat Islam dari Pemerintah, ulama, akademisi, peneliti, praktisi, artis, pengusaha dan semua elemen bangsa untuk bersinergi mengembangkan ilmu pengobatan islam serta mengambil hikmah yang terkandung  di dalamnya. Mengobarkan semangat untuk menggali teladan-teladan dari pola hidup Rasulullah Shalaullohhu 'alaihi Wassalam dan mulai melakukan penelitian sehingga Islamic Medicine ke depannya akan mejadi pengobatan yang terbukti keilmiahnnya dan dapat diterima secara global.

Kapan Acara Spektakuler ini diselenggarakan? 

Insya Allah tanggal, 16-18 Maret 2018

di Masjid Raya Pondok Indah - Jakarta

Akan ada Perhelatan Besar Berkumpulnya Ribuan Pencinta Thibbun Nabawi atau Islamic Medicine dari seluruh Nusantara dan Asia Tenggara

Selasa, 21 November 2017

Kisah Ketika Abu Bakar dengan Umar Bertengkar

Sahabat, pernakah Anda mengalami pertengkaran dengan seorang sahabat? Kapan terkahir kali Anda bertengar? Bagaimana keadaan hubungan Anda hingga hari ini dengannya? Sangat manusiawi jika manusia kecewa, marah, dan kesal dengan orang yang ia anggap sahabat. Tetapi, kisah dua orang manusia mulia ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya pertengkaran itu berakhir. Mari kita simak kisahnya.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu anh, ia bercerita, “Ketika aku sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tampak Abu Bakar datang sambil mengangkat bagian bawah pakaiannya hingga lututnya kelihatan. Melihat hal itu, Nabi berkomentar, “Temanmu ini (yaitu Abu Bakar) habis bertengkar.”

Tidak lama kemudian, Abu Bakar mengucapkan salam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya antara diriku dan Ibn Al-Khaththab (Umar) terjadi suatu masalah kecil. Aku buru-buru memarahinya tadi, tetapi aku pun menyesalinya. Karena itulah aku meminta maaf kepadanya, namun ia menolak. Karena itu pula, aku datang menemuimu (untuk mengadukan masalah ini).”

Senin, 20 November 2017

Penjara Cinta

Belajar dari laki-laki paling tampan di muka bumi. Andai ketampanan adalah bumi, maka separuhnya ia miliki sendiri. Nabiyullah Yusuf 'alaihis salam. Kisahnya ditulis dengan penuh mukjizat dalam Al Qur’an. Dikumpulkan dalam satu surat tersendiri.

Singkat cerita, karena Yusuf tidak mau menuruti keinginan nista istri penguasa Mesir, maka akhirnya Yusuf harus merasakan getirnya penjara. Bertahun-tahun lamanya.

Tapi Yusuf tetap mulia. Karena penjara bersaksi akan kemuliaannya. Dan ia masuk ke dalamnya bukan karena kesalahan. Justru yang salah adalah yang memenjara.

Ingin tahu apa kemuliaan yang dilakukan oleh Yusuf dalam penjara? Ini kisahnya dan berikut hikmahnya tentang penjara cinta.

Dia menghibur orang yang sedih, menjenguk yang sakit, mengobati yang terluka, shalat sepanjang malam, menangis hingga dinding, atap dan pintu ikut menangis, penjara menjadi suci karenanya, para penghuni penjara merasa nyaman dengannya, jika ada seseorang yang telah keluar dari hukuman penjara, ia akan kembali untuk duduk di penjara dengan Yusuf. Penjaga penjara pun mencintainya hingga ia berikan keluasan.

Ada yang berkata: Wahai Yusuf, sungguh aku mencintaimu dengan kecintaan yang belum pernah aku miliki sebelumnya.

Yusuf menjawab: Aku berlindung kepada Allah dari cintamu.

Orang itu bertanya heran: Mengapa begitu?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...