Rabu, 26 Januari 2011

Belajar Dari Air

Hari ini, Saya dapat belajar dari hasil pengamatan saya bahwa apabila kegundahan, kesulitan, kesedihan dan segala sesuatu yang tidak mengenakkan itu semua menimpa pada diri sesorang itulah sebetulnya yang di sebut dengan nikmat?
Air Sumber Kehidupan

Karena dengan segala kegundahan yang ada pada kita kita semakin merasa bahwa kita adalah makhluk yag lemah, yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Apakah sebagai makhluk yang lemah kita lantas menjadi sombong. Yang perlu direnungkan adalah kita diciptakan oleh ALLAH dengan sempurna kita memiliki banyak potensi untuk mengembangkannya karena kita memang diciptakan oleh ALLAH sebagai khalifah di muka bumi ini. Akan tetapi menjadi suatu persoalan ketika kekuatan ataupun potensi yang kita miliki itu memuat kita tidak menyadari lagi fitrah kita sebagai manusia.

Seperti air kalau kita amati, air kalau dimasukkan kedalam gelas maka diakan berbentuk gelas, kalau dimasukkan kedalam bak maka di juga akan berbentuk bak. Dari ilustrasi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa air dapat selalu menyesuaikan diri di dalam berbagai tempat yang dia tempati, begitulah seharusnya seorang manusia dia harus bisa selalu menyesuaikan dirinya dimanapun mereka berada. Di lingkungan sekolah, kantor, masyarakat, ataupun di semua sudut aktivitasnya.

Air selalu beruaha mencari cela untuk dapat keluar dari tempatnya, sekecil apapun lobang itu dia tidak akan menyianyiakan kesempatan itu. Sekecil apapun lobang di bak atau di gelas maka air akan segera keluar, apa pelajaran yang dapat kita ambil dari ilustrasi ini. Bahwa setiap manusia hendaknya selalu memanfaatkan kesempatan yang ada di dalam dirinya, contohlah air yang selalu berusaha mencari jalan untuk keluar walaupun pada ujung sudut kanan tertutup dia akan pergi ke sudut kiri dan seterusnya hingga akhirnya dia dapat menemukan cela untuk keluar. Jadi sifat yang harus ditiru dari air adalah sifat inovatif dan kreatif yang sebaiknya harus dimiliki oleh manusia.

Air bila dicampurkan dengan minyak apa yang terjadi dia akan memisah, keduanya sampai kapanpun tidak akan pernah bersatu, seperti tidak bersatunya kejahatan dengan kebaikan, dia akan selalu menolak setiap minyak yang masuk atau dengan kata lain. Dia tidak akan pernah tercampur. Begitu juga manusia hendaknya selalu bisa menolak setiap kejahatan yang datang kepadanya.

Bengkulu, 26 Januari 2011

2 komentar:

  1. selalu ada dua penilaian dalam memandang suatu hal, menilai baik dan buruk.
    Saya bersyukur kenal mas Rio yang bisa mengambil hikmah yang baik dalam setiap kejadian. Yang membuat saya termotivasi untuk ikut positif.

    Terus maju, jadilah pribadi yang semakin baik.

    BalasHapus
  2. Semuanya sumber Inspirasi, Termasuk Mengenal Mas Afadin, semoga Bisa Saling Bersinergi dalam Memberikan Kontribusi yang Hakiki untuk Ilahi.

    BalasHapus

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...