CATATAN SEORANG RELAWAN 2

Outbond bersama Korban Gempa SUMBAR 2009
Dalam menghadapi hidup ini, kita merasa hidup terasa tertekan dan sulit. Berbagai pekerjaan yang kita lewati terkadang membuat kita merasa letih, lelah, lemas, dan malas. Berbagai masalah terkadang membuat kita tidak mampu memandang hal-hal indah dan menarik dalam hidup. Bahkan kadangkala ada juga orang yang berputus asa sehingga, hidup dalam kesendirian. Apalagi, kita telah melewati sebuah bencana yang melanda hampir di semua pelosok negeri, minang, jawa barat, dll. Banyak bangunan yang hancur, korban yang tewas, banjir, dll. Tapi kita tetap harus menjalani hidup ini. Begitu banyak orang yang menjalani hidup seperti robot. Melewati hari demi hari dengan rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, dan tanpa harapan.


Beberapa hari Kami menjalani aktivitas sebagai relawan, Beberapa Anak dan Orang tua tampak Murung dan TIdak bersemangat, bahkan ada yang menutup diri. akan tetapi, tidak sedikit yang menampakkan keceriannya, apakah itu keceriaan abadi atau karena simulai yang diberikan oleh Relawan Rahmania Foundation dan Santri Siap Guna Daarut Tauhid. Tapi, Itu merupakan Pengalaman yang sangat Berharga dan Membanggakan. Dapat Berbagi, dengan ratusan anak di ranah Minang.

Dalam setiap Kesempatan, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, Inspirasi, Motivasi, dan Inovasi Untuk membangkitkan Semangat Mereka dalam menjalani Hidup sebagai Generasi Penerus bangsa ini.

Pembukaan Posko ke 2 di Pariaman (Koto gadis)
Dengan mempunyai harapan kita mempunyai semangat untuk tetap melanjutkan kehidupan. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merencanakan langkah-langkah yang tepat dalam hidup. Ini membuktikan bahwa manusia begitu berharga, karena mereka mempertahankan nilai-nilai yang diperjuangkannya untuk tetap hidup.

Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu, bahwa kita yang hidup akan mati, sementara orang yang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hidup begitu berharga karena kita melakukan sesuatu. Berbuat sesuatu seperti menikmati segala hal dalam hidup dengan sukacita dan kita senantiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan, dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita.

Semua hal ini memberikan penjelasan kepada kita, bahwa keindahan hidup tidak diukur dari panjang atau pendeknya umur kita. Tidak diukur dari kaya atau miskinnya seseorang , tidak diukur dari tampan atau cantiknya seseorang, tidak dari putih atau hitamnya kulit seseorang, tidak juga dari tempat tinggalnya hidup di kota atau di desa, tapi dari bagaimana ia mengisinya, ia menjalankan hidup dengna sebaik-baiknya. Apakah ia menjalankannya dengan selalu membuat kerusakan atau dengan selalu membuat orang lain bahagia.

Hidup ini menjadi berarti ketika kita mengisinya dengan hal-hal yang baik. Yang paling penting adalah walaupun hidup ini sia-sia. Tetapi hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita hidup nikmatilah hidup ini dengan kerja, sukacita dan harapan yang kita niatkan karena Allah. Hanya dengan begitu kita akan menemukan kebahagian hidup, pendek atau panjang umur kita. Kita dapat menikmati kehidupan kita, kaya atau miskin, sakit atau sehat, karena hidup adalah ANUGERAH.

Ranah Minang (Kurao pagang) Oktober 2009
untuk anak-anak korban gempa SUMBAR,
Catatan Relawan Episode 2.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...