Jangan Berhenti Menulis


Sebuah cerita dibalik kesuksesan orang-orang besar berdasarkan penelitian yang Telah dilakukan, bahwa orang-orang yang jenius ternyata sering menuliskan perasaannya di sebuah catatan harian. Sebuah kebiasaan yang telah mereka latih sejak kecil. Menulis sesuatu yang kita rasakan merupakan kunci untuk mempertahankan sebuah tujuan atau cita-cita. Dengan menuliskan sesuatu yang kita pikirkan, dapat menjadikan kita terbisa berpikir tentang imaginasi yang mungkin akan menjadi kenyataan. Hal itu, akan menjadi catatan sejarah, bahwa kita telah memiliki ide-ide besar sebelum mencapai impian yang diharapkan.

Berbicara mengenai menulis, sebenarnya tidak terlepas dari kebiasaan seseorang yang hobi untuk membaca. Karena kedua aspek itu saling berhubungan. Dengan membaca, kita memperoleh banyak gagasan yang akan kita jadikan sebagai ide di dalam pembuatan karya tulis, cerpen, puisi, artikel, esai, dll. Untuk itu, kita harus senantiasa memperbaharui otak dengan ide-ide segar.

Sebuah kebiasaan orang-orang besar adalah kebiasaan membaca yang telah menjadi kebutuhan. Kegiatan membaca adalah sebuah langkah awal untuk melihat dunia ini tampak lebih indah. Membaca adalah pendobrak keterbatasan, keterbelengguan, kepesimisan, kebodohan, dan kejahiliaan suatu kaum. Bukankah perintah agama pertama kali di dalam Al-Quran adalah perintah membaca???? Membaca apapun yang bias kita baca. Baca yang tersurat dan baca yang tersirat. Baca fenomena yang sedang terjadi, renungkan, dan berikan solusi. Semua yang terbentang di alam semesta ini sudah seharusnya menjadi bahan bacaan wajib kita.

Bagaimana kesudahan orang-orang yang ingkar??bagaiman kesudahan orang-orang yang taat??jangan sampai kita baru tersadar ketika sudah berumur 60-70 tahun, bahwa jalan yang selama ini kita ambil salah. Atau seperti seorang kakek-kakek yang berkata di akhir usianya “ternyata dunia itu sangat indah, untuk itu kalian jangan sampai tertipu” haruskah kita menjalaninya dahulu baru dapat menghindar. Untuk itu jadikan pengalaman orang lain, sebagai pembelajaran bagi kita. Karena kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan itu semua.

Akan lebih bijak jika kita dapat menuliskan hasil dari perenungan kita tentang sesuatu yang kita baca. Karena hal itu akan menjadi pedoman bagi generasi sebelum kita, bahwa para pendahulunya adalah seorang insane yang gemar belajar. Belajar membaca dan menulis sesuatu yang dilihat, dirasakan. Dengan demikian, mudah-mudahan sesuatu yang kita tuliskan dengan penuh perasaan itu dikemudian hari akan menjadi sebuah kenyataan. Jangan pernah takut bermimpi…jangan pernah takut membaca..jangan pernah takut menulis…lawan ketakutan itu, sekarang juga. Sebelum waktu telah habis, dan karya kita akan menjadi saksi bahwa kita telah memberikan yang terbaik untuk dunia.

Bengkulu, 19 november 2009

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...