Senin, 21 Februari 2011

Kajian Objektif Struktural Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

 Sebuah Karya ANak BAngsa Yang sangat menginspirasi, Laskar Pelangi telah Mengajarkan Kita tentang pentingnya sebuah Mimpi dalam Belajar, Pentingnya Tekad, Pentingnya sebuah Perjuangan. Didasarkan karena sulitnya mencari Kajian Struktural ketika mengerjakan tugas ini, Kali ini saya ingin berbagi dengan sahabat sebuah Kajian Objektif Novel Laskar Pelangi, Semoga Bermanfaat..
selamat Membaca, di tunggu saran dan masukannya.
1.        PENDAHULUAN
1.1      Identitas Karya Sastra
Adapun novel laskr pelangini dipersembahkan untuk guru, diantaranya ibu Muslimah Hafsari dan bapak Harfan Efendi Noor serta sepuluh sahabat anggota laskar pelangi.

Ada dua hal yang menjadi perhatian seseorang ketika membaca novel Laskar Pelangi ini.  Novel Lascar Pelangi ini mengisahkan tentang kegigihan dan perjuangan anggota Laskar Pelangi dalam menempuh dunia pendidikan dan impian mereka dalam mengejar cita-cita. Selain itu, di dalam Novel ini diceritakan pula perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi yang sangat tinggi di dalam dunia pendidikan.  Novel lascar pelangi ini dikarang oleh Andrea Hirata, seorang anak belitong yang menyajikan kepada kita sebuah karya tentang dunia pendidikan. Pada dasarnya pembuatan novel ini mengungkapkan perlunya dedikasi pendidikan. Andrea Hirata adalah seorang anak yang lahir dibelitong. Pengalamannya ketika kecil tentang pendidikan di belitong telah menghasilkan karya yang popular. Dengan gaya bahasa yang menarik, Andrea Hirata mampu menarik perhatian pembaca dengan gaya bahasa yang mengasikkan, serta metafora-metafora yang kuat sehingga, membangkitkan semangat pembaca.   

1.2   Latar Belakang
Sebuah karya prosa fiksi sudah tentu terdapat unsur-unsur yang membangun karya sastra. Analisis dan pemahamanUnsur-unsur itu berperan penting dalam menentukan  karya itu berkualitas atau tidak. Seorang penikmat karya sastra secara umum tentu beragam dalam hal memahami unsur-unsur yang ada di dalam karya sastra, serta dalam proses pencarian makna yang terkandung di dalam sebuah Novel. Ketika proses pencarian itu terkadang pembaca mengalami kejenenuhan dikarenakan sulit menangkap isi atu maksud cerita di dalam sebuah novel. Tidak jarang terjadi jurang pemisah antara pengarang dan pembaca. Terlebih sebagai mahasiswa Bahasa dan sastra Indonesia dituntut bukan hanya mampu menguraikan unsur-unsur yang ada di dalam sebuah karya prosa fiksi akan tetapi, juga mampu  menunjukkan hubungan antarunsur itu, dan sumbangan apa yang diberikan terhadap tujuan estetik dan makna keseluruhan yang ingin dicapai.

  Dalam rangka pemahaman tentang pendekatan Objektif structural, mahasiswa dituntut untuk dapat mempraktekkannya. Sebuah karya sastra menurut kaum strukturalisme adalah sebuah totalitas yang dibangun secara koherensif oleh berbagai unsur pembangunnya. Tiap bagian akan menjadi berarti dan penting setelah ada hubngannya dengan bagian-bagian yang lain.

1.3  Batasan Masalah
 Masalah yang akan dijawab dalam tulisan ini secara umum adalah:
1.        Apa tema novel Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
2.       Bagaimanakah amanat dalam Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
3.       Bagaimanakah Penokoham dengan Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
4.       Bagaimanakah Sudut pandang dengan Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
5.       Bagaimanakah Alur dengan Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
6.       Bagaimanakah Setting dengan Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?
7.       Bagaimanakah Gaya bahasa dengan Lascar Pelangi karya Andrea Hirata ?

1.4 Tujuan
1.        Kajian ini bertujuan membongkar dan memaparkan berbagai unsure intrinsik yang membangun Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata.
2.        Menunjukkan fungsi daa keterkaitan antarberbagai unsure karya sastra yang secara bersama menghasilkan makna secara keseluruhan.
3.        Sumbangan apa yang telah diberikan unsure-unsur pembangun itu terhadap tujuan estetis dan makna secara keseluruhan.

1.5 Metode
      Metode yang digunakan adalah structural berpola, yakni dengan melakukan analisis terlebih dahulu dengan membuat formula atau pola-pola. 

1.6 Teori
      Teori ini menggunakan metode pendekatan structural yaitu dengan cara membaca novel lascar pelangi karya Andrea Hirata tersebut secara langsung.


  1. Struktur Intrinsik Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata
      Tema
Tema ialah inti atau ide dasar sebuah cerita. Dari ide dasar itulah kemudian cerita dibangun oleh pengarangnya dengan memanfaatkan unsur – unsur intrinsik seperti plot, penokohan, dan latar dll. (Kosasih. 2006: )

Salah satu cara untuk mengetahui Tema di dalam sebuah Prosa Fiksi kita dapat mengetahuinya dengan jalan menguraikan pristiwa-pristiwa yang terjadi dalam ceritanya.  Awal dari kisah lascar pelangi inipun dimulai dengan perjuangan untuk mendapatkan sepuluh murid baru oleh dua orang guru di SD Muhammadiyah untuk mempertahankan kelangsungan eksistensi SD Muhammadiyah di Belitong. Kemudian penggambaran keadaan SD Muhammadiyah yang memperhatinkan. Pada bab 4, dilukiskan penggambaran perjuangan seorang guru dalam membangkitkan semangat pendidikan di SD Muhammadiyah Belitong. Pengarang juga menekankan pada pengkotak-kotakan di dalam meraih sesuatu yang lebih baik, baik itu pendidikan maupun pola hidup di Belitong dikarenakan adanya sebuah Perusahan Timah. Untuk pendidikan Hirata menggambarkan perbedaan yang sangat menonjol dalam sarana maupun sarana belajar untuk meraih cita-cita, antara sekolah PN dengan SD Muhammadiyah. Akan tetapi hal yang menakjubkan di dalam novel ini setiap bab menunjukkan peristiwa yang mengejutkan. contohnya adalah pengarang menampilkan beberapa tokoh yang mempunyai semangat belajar yang tinggi dengan disertai bakat mereka yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah Lintang.

 Pada bab 10 hal yang menakjubkan itu dimulai, membuat hati setiap orang akan bergetar melihat, merasakan perjuangan seorang anak nelayan yang benar-benar ingin sekolah dengan jalan menempuh jarak sekolah yang sangat jauh dengan berbagai rintangan yang ia temui di perjalanan. semangat belajar lintang yang begitu kuat, semua itu karena ia rajin membaca, belajar, menganalisis, serta berusaha mencari solusi kehidupannya. selanjutnya Pada bab 15-16 menggambarkan kebiasaan para tokoh walaupun tidak semuanya untuk belajar dari alam. Hasil belajar dari alam itu menghasilkan kreativitas atau karya estetis yang luar biasa untuk ukuran mereka, hasil seni mereka dapat kita lihat pada bab 19. Sedikit untuk menyegarkan suasana pada Bab 20-24 terjadi sedikit pergolakan batin tokoh ikal memendam rasa pada A ling hingga akhirnya ikal patah hati. Hal yang mengagumkan lagi terjadi pada bab 25, di sana digambarkan kejeniusan seorang anak di dalam merancang cita-citanya, membuat alternative lain jika rencananya itu suatu saat mengalami kendala. Selalu optimis di dalam mencari jalan keluar di dalam menetapkan perencanaan kehidupannyadi masa yang akan datang.

Pada bab 27, hal yang menegangkan sekaligus mengharukan itu tiba SD muhammadiyah memenangkan perlombaan cerdas cermat melawan SD PN. Pada bab ke 32 digambarkan perjuangan ikal di dalam meraih cita-cita dengan berusaha yang ekstra. Inilah hasil pendidikan yang di ajarkan kepada lascar pelangi untuk member sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Pada bab terakhir, menceritakan tentang keberhasilan beberapa anggota lascar pelangi. Semua tentu karena mereka selalu berusaha yang terbaik di dalam hidupnya. Dari penguraian pristiwa-pristiwa di atas maka dapat disimpulkan masalah yang sedang diangkat oleh pengarang adalah belum meratanya pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil. Akan tetapi yang lebih penting adalah itu semua bukanlah menjadi kendala bagi seseorang untuk maju mengejar cita-citanya. Kemiskinan bukan halangan, para tokoh lascar pelangi adalah orang-orang yang mampu belajar membaca potensi dirinya. Selain itu masalah yang mendasar sekali adalah pendidikan tentang agama di jadikan sebagai dasar kita untuk berjuang. Bukankan di dalam islam di anjurkan untuk member sebanyak-banyaknya, bukankah belajar itu ibadah, ikhtiar itu ibadah, maka dari itu keikhlasan perlu ditanamkan kepada para Guru dan pelajar di dalam melaksanakan proses pendidikan.

Secara keseluruhan Tema yang timbul  didukung oleh topik-topik di dalam Laskar Pelangi dengan cukup signifikan. Hal ini juga yang membuat tema sedemikian jelas kelihatan ketika kita membaca Novel Laskar Pelangi. Dengan kemunculan tema yang begitu jelas ini membuat novel ini mudah dipahami oleh berbagai golongan pembaca. Akan tetapi, kemunculan tema yang begitu mudah ditebak ini membuat Laskar Pelangi menjadi karya yang kurang mengajak pembaca untuk, mengetahui, menganalisis, serta mensintesa Tema dari Laskar Pelangi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Tema Novel Laskar Pelangi,  semangat  perjuangan yang disertai dengan keikhlasan sebelas orang anggota laskar pelangi dalam menempuh pendidikan. Mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada namun mereka pantang menyerah dalam  menuntut ilmu. Dengan kata lain tema novel ini secara umum adalah PENDIDIKAN.

Komentar tentang lascar pelangi, kami ingin mengatakan inilah terobosan yang ada untuk mengisi kegersangan pada dunia pendidikan. Sebuah karya yang langkah ditengah krisis yang melanda inonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan semangat realitas kehidupan sekolah mampu memberi semangat yang begitu kuat kepada para pembaca, terkhusus bagi para guru dan siswa untuk tetap berjuang di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi dalam menempuh pendidikan. Dibandingkan dengan Novel lain yang muncul, sekali lagi lascar pelangi adalah Novel yang wajib dibaca oleh semua kalangan. Karena kebanyakan Novel berceritakan, tentang, kekayaan, keglamoran, gengsi, akan tetapi, tidak untuk lascar pelangi yang mampu membangunkan bangsa Indonesia dari tidur panjang karena banyak diselimuti angan-angan tanpa usaha untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Hubungan antara tema dengan unsur-unsur lainnya dapat kita lihat dengan jelas pada Novel Laskar Pelangi. Tema pendidikan mampu menghasilkan amanat yang selaras dengan tema tersebut. Tema tentang pendidikan dengan sendirinya melahirkan setting berupa sekolah sebagai fasilitas untuk menjalani proses pendidikan. Tema juga menghasilkan tokoh seperti seorang guru dengan murid-muridnya. Selain itu, tema juga menciptakan karakter tokoh yang mempunyai dedikasi seperti Ibu Muslimah dan karakter lintang yang mempunyai semangat yang luar biasa di dalam meraih cita-cita.  Ketika karakter yang beragam itu telah pengarang ciptakan pada setiap tokoh tentu akan menyebabkan konflik. Konflik ini dengan sendirinya menciptakan alur. Terakhir kesemuaannya itu akan jelas terlihat dengan menggunakan gaya bahasa yang digunakan pengarang. Tema menyebabkan pengarang banyak memakai istilah-istilah di dalam dunia pendidikan.



      Amanat
                      Amanat ialah pesan yang disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui tulisan-tulisan nya, agar pembaca bisa menarik kesimpulan dari apa yang telah pembaca nikmati.(Kosasih, 2006)
                      Amanat dari novel Laskar pelangi yang disajikan pengarang ini menggunakan cara penyampaian amanat secara eksplinsit dan implinsit, tetapi dalam hal ini yang lebih dominan adalah cara penyampaian secara eksplisit. Nasib tokoh utama di dalam novel ini berakhir bahagia karena dapat melanjutkan studinya ke luar negeri. Semua itu karena perjuangan tokoh utama.
Adapun amanat yang dapat kumpulkan dalam novel laskar pelangi karya Andrea Hirata adalah
1)       Untuk memberikan inspirasi dan semangat kepada para guru dan pelajar yang berada di dalam pendidikan, karena pendidikan sangatlah penting bagi kita semua walaupun dalam berbagai tantangan yang melanda pada diri kita(pelajar),. (bab 1 hal 6-7 )

2)      Kemiskinan dan kekurangan fasilitas pendidikan bukanlah suatu hal yang menghambat terpuruknya seseorang untuk menempuh ilmu dan mempunyai pandangan buruk tentang keadaan tentang serba sederhana. Semangat dan pandangan hidup kedepan akan membuat seseorang mampu melampaui masa sulit dalam menempuh pendidikan. (bab 1,4, 10)

3)      Sebagai penerus generasi penerus bangsa setiap individu harus mempunyai dedikasi tinggi terhadap pendidikan. Khususnya seorang guru, di dalam proses mendidik sebaiknya dapat mengajarkan tentang nilai-nilai dasar kehidupan seperti akhlak, kejujuran, dasar-dasar moral dan agama, selain itu, dalam mengajar sebaiknya tanpa pamrih dan mengajar dengan hati yang ikhlas(guru) (bab 11 dan Bab 4 hal 32)

4)     Dalam menggapai cita-cita, hendaknya tidak mudah menyerah atau putus asa, walau cita-cita itu tidak mudah diraih dan diwujudkan sesuai keinginan. Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih semua mimpi dan cita-cita walau dalam himpitan ekonomi dan keterbatasan. (bab 32 hal 472 : 2 ,474 : 2, 476 : 1)

Amanat yang disampaikan oleh pengarang lebih dominan menggunaka tekhik implicit dikarenakan kolersinya dengan tema yang dapat ditebak. Tekhnik yang dipilih ini pun dinilai tepat oleh pembaca secara umum karena mereka mampu dengan mudah pesan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Akan tetapi sekali lagi, tekhnik ini menyebabkan tidak meningkatkan pemahaman seseorang di dalam menganalisi serta mengintersprestasi sebuah amanat yang tersirat. Hemat kami, Alangkah baiknya amanat itu disampaikan secara proporsional. Pertimbangan memilih propersional karena, bukankah karya yang baik adalah karya yang bisa dipahamai oleh semua kalangan, serta karya itu dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap keerjalinan yang ada. Masalah baik atau tidaknya Tekhnik yang digunkan oleh pengarang rasanya secara umum  menarik dengan pertimbangan mudah dipahami.



2.2  STRUKTUR
      Penokohan
                      Penokohan ialah tokoh-tokoh dan karakteristik yang diperankan oleh para tokoh, pada kajian penokohan yang akan kami jelaskan mengenai para tokoh yang paling dominan muncul atau berperan pada tiap babnya. Diawali olehtokoh utama dan para tokoh lainnya

1.  Ikal ( aku)    : Seorang tokoh utama pada Novel ini, Ikal adalah anak pegawai PN Timah rendahan. Ikal adalah seorang siswa Muhamadiyah yang punya tekad yang kuat untuk meraih cita-cita agar tidak menjadi kuli panggul dan bias merubah hidup keluarganya. Ikal adalah tokoh yang sangat setia kawan, ramah, sabar, dan juga cukup pintar, Ikal juga sangat berbakti kepada kedua orang tua dan sekolah. Ikal tidak pernah merasa putus asa dengan apa yang ia perjuangkan. Ikal yang paling tidak menginginkan menjadi tukang pos, namun setelah dewasa Ikal bekerja sebgai pegawai kantor pos, sebelum Ikal mendapatkan Beasiswa.

2. Lintang      : Anak pesisir pantai dari seorang Nelayan, Linatang sangat ingin punya cita-cita yang tinggi karena diantara 6 bersaudara hanya ia yang berkeinginan untuk bersekolah. Lintang ialah seorang anak yang sangat berjuang demi pendidikannya. Lintang juga sangat berbakti terhadap orang tua nya. Lintang sosok anak yang sangat bertanggung jawab, namun tidak pada tubuhnya, karena Lintang sangat tidak terawat tubuhnya. Badan Lintang berbau hangus , rambut keriting. Namun soal otak, Lintang punya otak yang sangat Brilian, pintar dan sangat jenius, namun ia tidak pernah sombong atas kepintaran yang ia miliki, Lintang juga sangat setia kawan, selain itu ia juga hobi membaca (100: 2). Lintang terpaksa berhenti sekolah, karena Ayahnya meninggal dunia, Lintang harus menggantikan ayahnya untuk menopang hidup 14 Jiwa di rumahnya ( hal 88, 93, 113, 114) . 

3.  Mahar        : Seorang Siswa Muhamadiyah yang sangat mahir dalam bidang seni (hal 143), hingga Mahar sangat pintar bernyanyi dengan suaranya yang merdu ( hal 138). Dan juga di dukung dengan wajahnya yang sangat rupawan (13:2). Namun Mahar sangat perduli dengan teman-temannya (hal 148). Mahar juga punya tekad yang kuat terhadap apa yang ia inginkan. Walau akhirnya Ia hanya menjadi pembuat dokumentasi permainan anak tradisional.

4. Trapani      : Seorang siswa Muhamadiyah yang sangat rapi dan bersih, perfeksionis, santun (hal 74: 1) dan sangat berbakti kepada  Ibunya (hal 75: 2), Trapani juga tampan seperti Mahar,. Namun Trapani sangat tidak beruntung, karena ketergantungannya Trapani harus menghuni Rumah Sakit Jiwa bersama ibunya.

5. Kucai          : Ketua kelas yang selalu mengeluh minta digantikan jabatannya. Kucai sosok anak yang sangat sok gengsi berwajah manis manja  namun dia juga Lemot dalam pelajaran. Kucai pada saat kecil kekurangan gizi, sehingga dia mengalami rabun jauh. Kucai sangat pintar hanya dalam bidang politik dengan mulut besarnya, dia juga mempunyai sikap yang Optimis, Populis, Opurtunis (hal 69). Hingga dewasa ia menjadi seorang politisi dari salah satu fraksi DPRD di Belitong. 

6. Borek          : anak yang bertubuh paling besar hingga di juluki “Samson” ini sangat nakal, susah diatur, dan sangat ingin menjadi cowok Macho ( hal 78), namun ia juga sangat konsisten terhadap apa yang ingin ia capai (hal 67), namun sayangnya setelah dewasa ia hanya menjadi kuli toko yang dimiliki oleh A kiong dan Sahara.

7. Harun         : Seorang anak yang keterbelakangan mental , berkaki ‘X’, namun ia selalu rapi di banding teman-temannya. Rambutnya seperti Chairil Anwar. Sosok anak yang sangat ceria , mudah senyum, santun, pendiam, teman yang baik (hal 76). Namun selalu mendapatkan rapot khusus. Selalu bertannya kapan libur lebaran. 

8. Syahdan     : Anak seorang nelayan yang memiliki tubuh kecil, namun selalu ceria, tukang dempul perahu, pekerja keras, tidak putus asa (Hal 67). 

9. Sahara        : Seorang gadis muslimah yang berjilbab, bertubuh ramping, anak dari atasan kepala parit PN Timah. Gadis yang keras kepala tapi tegas dalam bersikap, perhatian,skeptic, jujur ,tetapi  ketus  terutama pada Akiong (hal 14 : 1).

10.  A kiong      : Seorang  anak konghucu yang hidup dari sebidang kebun sawi, bermuka lebar , rambut serupa landak, mata tertarik keatas, gigi tongos ( hal 68),namun baik dan sangat polos kecuali kepada sahara (85: 2). Menyimpan perasaan pada sahara. Masuk islam, lalu berubah nama menjadi  muhammadjundullah gufron nur zaman.

11. N.A. Muslimah       : Seorang guru yang pandai, karismatik, pantang menyerah, ramah, baik, mengajar seluruh pelajaran, pekerja keras, bertanggung jawab,dan selain mengajar dia juga menjahit ( hal 30: 1). 

12. K.A. Harfan Efendi               : K.A. Harfan Efendi Noor ini adalah seorang kepala sekolah yang berkumis tebal, rambut yang sudah beruban, berjenggot, pintar, pekerja keras, baik, dan bijaksana. ( hal 20: 2, 21, 24, 25: 1) 

13. Flo               : Seorang anak gedong yang kaya raya, percaya ilmu gaib, sangat  tomboy, baik, tidak mudah dipengaruhi atau berubah pendiriannya, keras kepala (hal 46: 1 baris 2). Yang akhirnya berubah menjadi baik hingga memakai jilbab. 

14. Bodenga     :Pawang buaya yang selama hidup selalu dikelilingi buaya, baik, penyayang hewan, dingin, tidak ramah, wajahnya carut marut dan usianya kira-kira empat puluhan. ( hal: 91)  

15. Ibu Frischa              : sebagai kepala SD PN. Ia adalah seorang wanita keras yang terpelajar, progresif, serta tinggi hati. (Hal 60: 2) 

16. Eryn Resvalda N    : seorang mahasiswa yang berjuang untuk menulis tugas akhirnya, cerdas, agamis, cantik dan baik hati (hal 443 : 1) 

17. Prof Yan    : Seorang dokter jiwa yang sangat berpengalaman yang baik hati       ( hal 449)
Dari beberapa tokoh di atas tokoh Lintang yang paling banyak di bebani masalah, mulai dari perjuangan untuk sekolah, ia harus berhenti sekolah karena bapaknya meninggal dunia, dan walaupun ia mempunyai otak yang berilian akan tetapi ia tetap saja menajadi kuli. Hampir setiap tokoh mengalami perubahan nasib di akhir cerita. Tokoh utamanya Ikal sekaligus tokoh protagonis, dan Tokoh pendampingnya para Laskar pelangi. Ibu Muslimah dan Pak Harfan juga termasuk tokoh protagonist.  Ibu Frischa sebagai tokoh antagonis sekaligus tokoh sampingan. Bodenga tokoh sampingan. Eryn dan Prof Yan sebagai tokoh sampingan.

 Para tokoh mempunyai berbagai watak yang beragam yang menghasilkan peristiwa, dari penokohan inilah secara tidak langsung alur itu tercipta, contohnya saja sikap Flo yang selalu ingin menjadi lelaki hingga akhirnya melarikan diri ke hutan yang menimbulkan kepanikan baik bagi kedua orang tuanya maupun sebagian tokoh lascar pelangi. Dalam lascar pelangi dipergunakan perwatakan analitik dan dramatic, misalnya deskripsi tokoh Trapani yang rapid an bersih berwajah indah, perfeksionis, santun, yang jika berbicara sangat hati-hati. Selain itu tokoh borek yang ingin menjadi Samson, menimbulkan reaksi dari tokoh-tokoh lain karena kekonyolannya menggunkan bola kasti yang dibelah dua.

              Untuk menggambarkan karakter tokoh tersebut, pengarang lebih dominan menggunakan takhnik analitik. Hamper seluruh tokoh digabarkan oleh pengarang dengan menggunakan teknik ini. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan tekhnik ini secara umum memudahkan pembaca untuk memahami karakter setiap tokoh. Setiap tokoh mampu digambarkan secara unik dan kreatif oleh pengarang. Karena pemilihan anggota fisik tokoh yang dipilih pengarang menyebabkan pembaca tertawa sekaligus sedih melihat keterbatasan fisik mereka. Andrea mampu memberikan dskripsi dengan detail yang kuat.



SUDUT PANDANG
                      Secara umum tokoh ikal yang berperan penting di dalam pengungkapan peristiwa-peristiwa yang terjadi , selain itu pengarang menggunakan tokoh lain seperti syahdan dalam menuturkan ceritannya dengan peran yang lain tanpa mengubah maksud dan efek ceritannya. Pengarang menggunakan sudut pandang ini untuk memperindah karyanya dan memebrikan ciri khas  karakteristik. Pengarang mencerminkan sifatnya dalam penuturan ceritanya melalui tokoh ikal dan syahdan. Adapun gaya pengarang yaitu selalu ingin maju untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Pengarang juga menggunakan  bahasa istilah sains yang dipahaminya dan dituangkan dalam karya-karyanya. 

Di dalam lascar pelangi pengarang berperan langsung sebagai orang pertama, sebagai tokoh cerita. Hal itu dapat kita lihat bahwa pengaranga menggungakan istilah aku dalam ceritanya. Jadi, dalam hal ini, pengarang sendirilah yang menjadi tokoh utamanya. Penggunaan istilah aku di dalam cerita menandakan bahwa pengarang sedang menceritakan sebagian pengalamannya yang dapat ia tonjolkan bahan sebuah Novel.

Di dalam penggunaan sudut pandang ternyata kami menemukan pengarang tidak konsekuen menggunakan sudut pandangnnya, itu dapat kita lihat di dalam bab 34 dalam Laskar Pelangi. Kami kira efek  penggunaan sudut pandang  seperti itu menimbulkan dua presepsi, pertama pembaca banyak terjebak ketika membaca Lascar Pelangi. Terjebak karena bingung tiba-tiba pengarang berkata “setelah tamat SMA, Aku, Ikal, Trapani, dan Kucai  memutuskan untuk merantau ke jawa” (bab 34: 492) . Walau tidak terlalu signifikan efek yang ditimbukan tetapi kami mencoba untuk menampilkan beberapa teks yang jika dibaca oleh pembaca sekilas maka menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu wajar ketika pembaca melihat kejanggalan karena Laskar Pelangi ditutup dengan sebuah cerita dati slah satu tokoh Laskar pelangi. Yang kedua malah menambah keyakinan pembaca bahwa pengarang sengaja mengingatkan kembali tentang perjuangan tokoh Laskar Pelangi sehingga meninggalkan kesan bahwa perjuangan akhirnya menghasilkan sebuah kemenangan di dalam meraih cita-cita.

      ALUR
                      Plot atau alur adalah kontruksi yang dibuat pembaca mengenai sebuah deretan peristiwa,mempuyai kaitan erat antara peristiwa satu dengan yang lain. Alur bagian dari unsur  intrinsik suatu karya sastra, alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Secara structural alur sangat erat kaitannya dengan penokohan dalam menonjolkan tema cerita. Perbuatan-perbuatan itu menimbulkan peristiwa-peristwa. Rangkaian pristiwa yang saling berhubungan berdasrkan sebab akibat menimbulkan alur. Di samping itu, juga dikemukakan hubungan sebab akibat antarperistiwa di dalamnya.

 Alur lascar pelangi bisa dikatakan tersusun sangat rapi dan maju kedepan,dalam arti peristiwa-peristiwa disusun secara kronologis berdasarkan waktu kejadiannya, akan tetapi  tidak jarang ada terjadi pengulangan kembali (Flashback) untuk memperjelas permasalahan pokoknya. Tiap tiap peristiwa mempunyai makna dalam fungsinya untuk menjelaskan konflik-konflik antara pengarang dengan lingkungannya sehingga terwujudnya tema cerita yang mendasarninya. Jadi dapat dikatakan adanya keterjalinan antara penokohan membentuk peristiwa-peristiwa yang akhirnya membentuk sebauah tema.

                      Secara ringkas alur Laskar Pelangi dapat di kemukakan sebagai berikut. Cerita dibuka dengan Pengenalan Situasi, kecemasan seorang guru dan perjuangan seorang anak untuk menggapai cita-cita, setelah itu di dalam proses perjuangan itu terdapat keterbatasan fisik, baik tertuju kepada sekolah maupun kepada fisik tokoh, serta keadaan lingkungannya. Setelah itu, mulailah Pengungkapan Peristiwa awal yang menimbulkan banyak pertetentangan maupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya..  Tokoh lintang yang menemui kesukaran seperti menepuh sekolah yang jaraknya sangat jauh, serta harus bertemu dengan buaya pada hampir setiap harinya. Penemuan siswa berbakat seperti Lintang dan Mahar . setelah itu mulai Menuju Pada Adanya Konflik, ini hanya sebagai contoh kecil dari keseluruhan konflik yang ditimbulkan. flo yang ingin menjadi seperti laki-laki hingga terbentuknya perkumpulan mistis yang terdapat pertentangan manusia dengan tuhannya oleh flo, mahar, dan tokoh lainnya. Akan tetapi, yang jelas  konflik bermula ketika  antara pengarang mampu melihat realitas yang terjadi di belitong, pengarang yang diperankan oleh tokoh aku dengan lingkungannya, perbedaan yang sangat di dalam sarana dan prasarana pendidikan antara SD PN dengan SD Muhammadiyah perbedaan itu tidak menjadikan semangat belajar Siswa SD Muhammadiyah menjadi lemah. Terbukti berbagai perestasi yang dihasilkan oleh Lintang dan Mahar pada acara karnaval 17 agustus dan lomba cerdas cermat, inilah hal yang paling menegangkan sekalius membanggakan para orang tua, guru, dan SD Muhammadiyah ketika lintang dapat menjawab pertanyaan –pertanyaan dalam hitungan detik, ketika lintang mampu menjelaskan tentang teori sains kepada para juri.

Konflik Ini Memuncak Peristiwa yang tidak terduga terjadi tokoh lintang akhirnya harus berhenti sekolah dikarenakan bapaknya meninggal dan Trapani yang sangat santun terhadap orang tua dan temannya akhirnya gila yang digambarkan secara jelas dan sederhana. Flo, mahar dan anggotanya yang lain ketika pergi untuk menemui seorang dukun terkenal ternyata harus rela dikecewakan oleh berbagai ilmu mistis yang mereka pikirkan, ternyata pesan dari dukun itu adalah kalau ingin pintar ya belajar.

 Akhir Cerita, pada bagian ini  berisi penjelasaan tentang nasib-nasib yang dialami para tokoh setelah mengalami peristiwa puncak itu, konflik atau pertentangan yang terjadi telah mengantarkan para tokoh mengalami perubahan nasib . berawal dari pertentangan itulah, timbul kesadaran baru, ikal yang berhasil melanjutkan cita-citanya sekolah ke luar negeri, tapi menyedihkan untuk lintang yang jenius ternyata sekarang menjadi pekerja rodi. mahar dan flo yang insyaf, flo menempuh perguruan tinggi di FKIP Universitas Sriwijaya. Setelah lulus ia menjadi guru Tk di tanjong pandan (hal 473-474) dan mahar sibuk mengajar dan mengorganisasikan berbagai kegiatan budaya (hal 477), A kiong masuk islam dan menjadi seorang muslim yang taat (hal 464-465). Sahara dan Samson pun akhirnya menikah (hal 467).  Syahdan yang menemukan keahliannya di bidang computer. Ia mendapatkan beasiswa ke Kyoto University jepang dan akhirnya menduduki posisi sebagai Information technology manager di sebuah perusahaan multinasional yang terkemuka yang berpusat di tanggerang (hal 478-479). Kucai yang menjadi seorang politisi dengan gelar yang paling tinggi di bandingkan dengan tokoh yang lain.

      SETTING
                      Setting ialah situasi yang tergambar dalam cerita yang mencakup, tempat, suasana lingkungan atau suasana hati tokoh dan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Di dalam sebuah novel tentu terdapat latar yang sangat kompleks. Di dalam Lascar Pelangi memerlukan tempat yang lebih beragam dan waktu yang lama.  Pulau Belitong adalah salah satu setting secara umum yang melatar belakangi peristiwa yang terjadi tepatnya di desa terpencil (Bab 7, 49-50) . Pengarang memilih latar tersebut didasari kepentingan atas tema, alur, dan penokohan. Latar atau setting pada karya sasta Laskar Pelangi ini termasuk realitas objektif yaitu benar – benar dialami oleh pengarang dan pembaca mengetahui latar tempatnya. Di samping itu dengan mengetahui latar, pembaca mempunyai persepsi tentang peristiwa, walaupun pada akhirnya persepsi itu akan dibuyarkan oleh tindakan tokoh.

Setting yang menggambarkan Suasana yang sangat menyedihkan adalah SD Muhammadiyah. Beberapa setting bersifat fisikal seperti Pohon filicium, rawa dan sungai, toko kelontang, pulau lanum dan pantai pangkalan punai. Setting itu juga mempunyai hubungan dengan perwatakan para pelaku, jarak rumah lintang dengan sekolah telah mampu menciptakan karakter lintang yang tegar, berani, pantang menyerah di dalam berjuang menempuh pendidikan. Ikal yang hidup di tengah lingkungan yang keterbatasaan mampu menjadikannya mempunyai semangat untuk berusaha memperoleh kehidupan yang lebih baik. Itu semua dikarenakan kondisi belitong yang sangat erat dengan perbedaan status antara PN timah dengan lingkungan sekitarnya.

Hubungan setting dengan tema pun terlihat, Sekolah yang memperhatinkan tidak merubah semangat mengajar dan belajar para guru dan siswa. Alam yang luas, indah, dan panorama pulau belitong di jadikan sebagai sumber inspirasi di dalam membentuk kreatifitas mereka. Jarak yang jauh di dalam menempuh cita-cita semakin membentuk pribadi yang tegar. Sampai-sampai seorang siswa SD PN ingin bersekolah di sekolah yang sangat memperhatinkan. Semua karena keterbatasan terkadang menjadi penyebab bagi seseorang untuk produktif dan kenyamanan terkadang tidak mampu memaksa seseorang untuk produktif. Setting yang ada di dalam lascar pelangi ini seolah-olah ingin menyampaikan pesan kepada kita, keadaan yang begitu memperhatinkan seperti itu saja, guru dan siswa sama-sama ingin mengajar dan belajar.

GAYA BAHASA
                      Gaya bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasip. Bahasa digunakan pengarang untuk menandai atau mengetahui karakter seorang tokoh. Bahasa dapat menimbulkan suasana yang tepat bagi adegan yang seram,adegan cinta,dan keputusan,yang menjadi pusat perhatian dalam karya sastra adalah masalah penggunaan bahasa dalam mengungkapkan ide atau tema yang di ajukan didalam karya sastra, apakah bahasa yang digunakan cocok dengan persoalan yang tengah dibicarakan.
                      Gaya bahasa yang digunakan dalam Laskar Pelangi  mampu menimbulkan suasana yang beragam. Menimbulkan suasana yang simpatik, objektif, harapan dan cita-cita. Kosa kata dari etnis tertentu terkadang menimbulkan kekaguman pada setiap kata-kata yang menggunakan majas metafora, menjelaskan respon tokoh pada setiap peristiwa tentang makna lascar pelangi, tapi disisi lain juga terkadang menimbulkan kebuntuhan untuk memaknai kosa kata yang teramat tinggi untuk di baca secara umum. Gaya yang digunakan sangat menarik karena penggunaan metafora dan deskripsi  hamper dapat ditemukan pada setiap bab. Pemilihan gaya bahasa, kata, dan penataan kalimat sehubungan dengan makna dan suasana menimbulkan efek yang beragam. Pengarang lebih memilih penggunaan gaya bahasa itu karena, pengarang ingin berusaha meyakinkan, berusaha memahami kondisi yang terjadi. Gaya bahasa itu telah berhasil menggambarkan watak, setting, serta alur dengan begitu kuat. Contoh pelukisan suasana di dalam lascar pelangi bisa dilihat pada bab 7 hal 49-51.

Jika di zoom out, Kampong kami adalah kampong terkaya di Indonesia. Inilah kampong tambang yang menghasilkan timah dengan harga segenggam lebih mahal puluhan kali lipat disbanding segantang padi. Triliunan rupiah asset tertanam di sana, miliaran rupiah uang berputar sangat cepat seperti putaran mesin parut, dan miliaran dolar devisa mengalir deras seperti kawanan tikus terpanggil pemain seruling ajaib Der Ratenfanger van Hameln…………

Hanya beberapa jengkal di luar lingkungan tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh tapi tak keliru jika diumpamakan pemakaman kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industry. Di sana di luar lingkar tembok gedong hidup komunitas melayu belitong yang jika belm mempunyai enam orang anak belum berhenti beranak pinak. ……………………….


 3. PENUTUP

3.1     KESIMPULAN
                Setelah melakukan kegiatan ternyata penerapan telaah karya sastra dengan menggunakan pendekatan objektif structural memanglah sangat rumit, akan tetapi itu membawa manfaat yang sangat besar di dalam menemukan keterkaitan menemukan hubungan antar unsur pembangun sebuah karya sastra. Dapat disimpulkan di dalam Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memang memiliki keterkaitan yang saling memberikan nuansa estetis pada sebuah karya fiksinya. Ternyata setting mempunyai peranan yang besar di dalam merumuskan tema yang diangkat. Penokohan/ watak tokoh mampu menciptakan alur sehingga lahirlah setting dan pengarang mulai masuk melalui sudut pandangnya. Gaya bahasa yang menarik membuat setting, penokohan, dan alur itu pun menjadi lebih hidup.

                Jadi dapat disimpulkan bahwa sebuah karya sastra memiliki keotonomian di dalam unsure-unsurnya dan keotonomian itu ketika dikaji ternyata menciptakan nilai estetis yang sangat menarik untuk dikaji dan menjadikan karya sastra itu menjadi mudah untuk dipahami.

3.2 SARAN
Kami sadari  banyak  terdapat keterbatasan di dalam melakukan pengkajian, untuk itu diharapkan masukannya yang membangun. Semoga dengan adanya kajian kami ini paling tidak bisa dijadikan acuan bagi para pembaca agar bisa memahami isi dari novel lascar pelangi. Mengingat betapa pentingnya karya sastra, hendaknya para pembaca khususnya mahasiswa Jurusan pendidikan bahasa dan seni dapat melaksanakan kegiatan seperti ini ketika melakukan proses menikmati karya sastra untuk mengetahui lebih dalam makna yang terdapat di dalam sebuah karya sastra sekaligus melatih kemampuan di dalam menelaah sebuah karya sastra.



  1. DAFTAR PUSTAKA
Atmazaki. 1990.  Ilmu Sastra teori dan Terapan. Padang: Angkasa Kaya
Burhan Nurgiantoro. 1955 .Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta; Gajah Mada University Press.
Tirto Suwendo. 2001. Analisis Struktural salah satu model pendekatan dalam penelitian sastra” dalam metodologi penelitian sastra Jobrahim (Ed). Yogyakarta: PT. Hanindita Grahamedia.
Kosasih. 2006. Ketatabahasaan dan kesastraan. Jakarta: gramedia
Hirata Andrea.2008. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang
     

4 komentar:

  1. aiissh..panjangnyooo... mirip skripsi orang sastra nih, bahas novel segala.


    kalo saya malah bingung, hanya bisa menikmati tapi tak pintar mengulasnya.

    BalasHapus
  2. maaf mas gaphe, ini makalah. paling tidak untuk adik tingkat atau sahabat yang membutuhkan kajian serupa.. semoga bermanfaat..

    Ok, Terimakasih, sudah berkunjunga dan komen aja saya sudah senang..

    BalasHapus
  3. as salam.... satu perkongsian yang sangat baik. saya pelajar dari universiti malaya, kuala lumpur. saya diminta untuk mengkaji tentang kaedang(metode) yang digunakan pengarah dalam mengolah atau mengadaptasi novel laskar pelangi ke dalam filem. minta sedikit pandangannya.

    BalasHapus
  4. wassalam. sebenarnya ada dua unsur yang cukup kuat ketika novel ini diadaptasi menjadi film. pertama pengarang dan sutradara. Pada hakikatnya pengarang menginginkan gagasan atau pesan yang disampaikan agar disampaikan dengan cara yang alami dan tidak terlalu dibuat-buat seperti film kebanyakan (terutama di indonesia) karena khawatir dapat menghilangkan esensi. oleh karena itu, sutradara dan pengarang biasanya menggunakan prinspi komplementer. saling mengganti.

    Maksudnya seperti ini, ada beberapa hal di dalam novel yang tidak ditampilkan di FILM, dan begitu juga sebaliknya.
    *dengan catatan pesan yang ingin disampaikan tetap alamai.

    makanya jangan heran jika ada yang berkomentar, kenapa filmnya kurang lengkap y, atau kurang bagus, lebih enak membaca novelnya.

    BalasHapus

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...