Bermain Peran

Berbicara  mengenai negara sebenarnya kita berbicara mengenai peran. Lalu apa peran kita sebagai warga negara. Kita semua mempunyai peran yang sangat strategis. Anda yakin tidak? Mungkin sebagaian yakin dan sebgaian yang lain tidak yakin. Mungkin nanti ada yang bertanya bagaimana kami dapat membangun negara mas sedangkan saya seorang tukang bersih-bersih di jalan raya, ada yang menjadi tukang bangunan, ada yang menjadi PNS, pedagang.

Pembersih Sampah
kita akan berbicara dari hal yang terkecil. Jika seorang bapak tua bertanya bagaimana saya bisa membangun negara ini mas jika saya hanya berprofesi sebagai seorang tukang sapu jalan. Sekrang coba kita renungkan bahwa, jika kita membersihkan jalan berarti kita menjaga keselamatan pengguna jalan, kelihatannya jalan pun terlihat indah dan akhirnya orang-orang bersemangat untuk mengerjakan pekerjaannya masing-masing. 

Kita harus menanamkan di dalam sanubari kita bahwa setiap kita adalah pemimpin. Kita di ciptakan untuk mengatur seluruh isi bumi ini. Jadi, jangan pernah berkecil hati jika kita memainkan peranan yang sangat kecil di dalam hidup ini karena sekecil apapun pekerjaan yang kita kerjakan yakinlah bahwa Allah melihat kita. Tentunya semua itu akan menjadi amal kita di kemudian hari.

Seandainya setiap warga negara kita ini memahami bahwa kita adalah hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah kepadanya maka, negara kita tidak akan terpuruk seperti ini.


Saya hanya membayangkan bagaimana kiranya semua orang ingin menjadi –presiden atau menjadi seorang bos. Lah nanti siapa yang akan menjadi anak buahnya. Hal ini menandakan bahwa kita saling membutuhkan, setiap profesi itu mulia kecuali profesi yang tidak dibenarkan di dalam agama kita. Mulai sekarang jangan katakan aku tidak berguna, aku hanya orang biasa, yakinlah jika tidak ada yang menyapu jalan raya, jika tidak ada pembantu, jika tidak ada anak buah. Bisa kita bayangkan sendiri maka tidak akan ada yang namanya bos.

Buka mata dan buka hati kita bahwa kita semua memiliki sebuah keunikan masing-masing. Temukan hal itu, semoga akan membawa manfaat yang besar di kehidupanmu nanti. oleh karena itu, kita dituntut untuk saling menghargai karena setinggi apapun profesi yang kita jalani saat ini, itu terjadi karena ada orang-orang kecil yang menopangnya.


Bukan masalah perkara besar atau kecil pekerjaan yang kita kerjakan, tetapi untuk siapa kita tujukan Karya dan amal yang kita perbuat.
Ridho Allah yang utama


ISLAM memerintahkan umatnya untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, bahkan dituntunnya umat manusia untuk mengisi seluruh ‘ashr (waktu)-nya dengan berbagai amal dengan mempergunakan semua daya yang dimilikinya. Oleh karena itu, jika kita memahami ini, maka tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. 

Nabi Saw. menganjurkan umatnya agar meneladani Allah dalam sifat?آ dan?آ sikap-Nya sesuai dengan kemampuannya sebagai makhluk. Dan salah satu yang perlu dicontoh adalah sikap Allah yang dijelaskan dalam surat Ar-Rahman ayat 29.

Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.
Selamat Beraktivitas Saudaraku

Komentar

  1. Nggak semua orang lho punya cita2 tinggi layaknya jadi presiden. Apapun yang dicita2kan memang sudah sepatutnya kita usahakan dengan memanfaatkan waktu yang ada sebijak mungkin. Thanks infonya, bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  2. memang tidak semua orang yang mempunyai tujuan dan cita-cita yang tinggi. hal itu disebabkan karena latar belakang keluarga, pendidikan, dan pergaulannya. oleh karena itu, nasib seseorang tergantung bagaimana cara ia memandang dirinya sendiri, memandang lingkungan, dan memandang tujuan hidup.

    Makanya, orang sukses lebih sedikit daripada orang yang berada di bawah rata-rata. akan tetapi, justru hal itu semakin menjadikan hidup ini indah. karena dengan berbagam kemampuan dan cara berpikir, kita saling belajar untuk bahu membantu, bekerja sama dalam memenuhi kebutuhaan hidup.

    TIdak ada yang sia-sia dalam penciptaan Langit dan Bumu. Subhanaulloh.

    Terimkasih jeng atas masukannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...