Senin, 25 April 2011

WANITA DALAM PANDANGAN ISLAM

Wanita seringkali dipandang sebagai sosok yang selalu dirugikan bagi sebagian kalangan, kali ini dalam rangka Memperingati Hari Kartini (21 April Kemarin) kita akan membahasi Wanita dalam pandangan islam sebenarnya tidaklah seperti yang dituduhkan oleh orang-orang yang belum memahami islam secara kaffah.
Beberapa Hal yang perlu direnungkan tentang Wanita :

Wanita tidak dibebani mencari nafkah seperti laki-laki

Wanita dengan warisan yang diperolehnya- yang walaupun secara zohir lebih kecil dari laki-laki – boleh digunakannya untuk dirinya sendiri, tetapi laki-laki tidak, karena ia wajib menafkahi keluarganya dan memenuhi kebutuhannya.

Wanita setiap pergi jauh wajib bersama pendamping, demi keamanan, tetapi laki-laki tidak.

Wanita namanya diabadikan sebagai salah satu surah di dalam Al-Qur’an, tetapi laki-laki tidak.

Wanita yang wafat sebab melahirkan mendapatkan pahala shahid, tetapi laki-laki tidak mungkin mendapatkannya.

Wanita bisa ikut berjihad seperti laki-laki.

Wanita mendapat beban mengamalkan ajaran islam lebih sedikit daripada laki-laki, tetapi pahalanya sama dengan laki-laki bahkan bisa lebih besar.

“Sungguh, laki-laki muslim dan perempuan muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, laki-laki yang tetap dalam ketaatannya dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki yang jujur dan perempuan yang jujur, laki-laki yang sabar dan perempuan yang sabar, laki-laki yang khusyuk dan perempuan yang khusyuk, laki-laki yang bersedekah dan perempuan yang bersedekah, laki-laki yang berpuasa dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang memelihara kehormatannya dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki yang banyak menyebut (nama) Allah dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (AL-AHZAB 35).

Laki-laki tidak ada waktu libur sholat , wanita ada waktu liburnya saat haid dan nifas.

Laki-laki wajib melaksanakan haji dengan hartanya, wanita baru wajib berhaji jika ada pendampingnya.

Laki-laki berdosa jika ingin berpoligami tanpa izin istri pertamanya yang masih hidup, wanita dengan tabiatnya akan tetap setia dengan satu suami saja.

Di antara wasiat terakhir Nabi Muhammad berbunyi agar setiap laki-laki benar-benar menjaga dan melindungi  wanita, sedangkan para wanita tidak mendapatkan wasiat demikian.

Yang pertama mati shahid dalam islam adalah wanita, seorang shabiyah bernama Sumayyah binti Khoyyad.

Yang pertama beriman dengan ajaran islam adalah wanita yaitu Khodijah binti Khuwalid istri Nabi Muhammad.

Walaupun surga akan banyak bidadari  yang mengelilingi   setiap laki-laki tetapi istrinya yang sholehah di dunia akan menjadi wanita yang tercantik saat itu.

Demikian sedikit keterangan dalam ajaran islam yang menunjukkan kemuliaan wanita.

3 komentar:

  1. Subhanallah...
    Really???
    Dpt ilmu lagi...
    Hehehe...
    Benar2 sang inspirator... :)

    BalasHapus
  2. Barokaullohfik, semoga membawa berkah untuk kita semua,Jangan bosan y untuk berkunjung ke sini...
    terimkasih..

    BalasHapus
  3. Feby jepang sepatu balet3 Mei 2011 22.34

    laki2 ad kak diabadikan dlm alquran.. ayah LUKMAN.. iya kan? hehe

    BalasHapus

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...