Berpihaklah Kepada Kebenaran yang Hakiki

Renungan Bagi Umat Islam

Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Semoga keselamatan dan keberkahan Allah selalu menyertaimu saudaraku di manapun kalian berada.
  Tiada sikap yang lebih baik dan mulia sebagai hamba Allah yang bertauhid cepat atau lambat akan berjumpa dengan-Nya kecuali langkah takwa menyertai kita kapan pun, dimana pun, dan insyaAllah dalam kondisi bagaimana pun. Salawat dan salam kita sampaikan bagi Hamba Pilihan Allah kepada Rosululloh saw. Yang berhasil mendobrak dinding pemisah antara bangsa barat dan bangsa timur, antara kulit hitam dan kulit putih. Islam adalah agama yang tidak terikat oleh teritorial geografis, suku, bangsa, etnis, rasis dan nasionalisme. Islam adalah agama yang tiidak dikat oleh ideologi apapun. Bahkan islam adalah agama yang tidak terikat oleh sekedar darah keturunan, yang mengikat islam hanya Allah dan Rosululloh. Maka yang paling mulia di antara manusia adalah bukan yang berbicara atau yang mendengar, siapa yang tua atau yang muda, tetapi yang paling mulia diantara kita adalah orang yang paling pandai dan paling tekun dalam mendekatkan diri kepada-Nya.



Allah berfirman, “sesunguhnya orang yang paling mulia di antara hamba-hambaku adalah siapa diantara mereka yang paling bertaqwa”

Taqwa adalah penilaian yang paling objektif. Dan Rosululloh bersabda yang paling cerdas, yang paling mulian diantara umatku adalah orang yang paling banyak ingat mati dan mempersiapkan hidup setelah mati”

Saudara-saudariku yang aku cintai,

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita berbagai nikmat dan akan selalu memberikan nikmat duniawi tanpa pandang apakah dia seorang muslim ataupun kafir. Akan tetapi, nikmat yang hakiki sebenarnya bukanlah terletak di luar diri manusia tetapi, terletak di dalam sumber hati manusia. Bukankah manusia mencari materi untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian hati? Oleh karena itu, menjaga keseimbangan hidup adalah hal yang sangat penting diperhatikan. Keimanan adalah sumber segala kebahagian itu.

Bagaimana Kabar Imanmu saudaraku hari ini?

Semoga hari-hari yang dilalui semakin menambah keimanan. Baik dan buruk, pujian dan cacian, sukses dan gagal, sesungguhnya adalah sarana meningkatkan iman. Kadangkala, Allah meningkatkan keimanan kita dengan kebaikan dan pujian, di sisi lain, Allah ingin meningkatkan keimanan kita dengan cacian dan kegagalan. Dan hal itu hanya bisa dipahami dengan iman dan akal sehat manusia. Semoga iman yang menghujam di hati kita, menambah keyakian kita bahwa ada berbagai jalan dan cara yang Allah sediakan untuk kita, oleh karena itu, Optimislah dan bertawakallah (Berusaha seoptimal mungkin)

Sesunguhnya saat ini kita sedang berada dalam sebuah bulan yang penuh dengan kemuliaan. Maka banyak-banyaklah beristighfar memohon ampun kepada-Nya. Mari kita saling bergandengan tangan untuk mensyiarkan Agama ini. Dan saya selalu Memohonkan Allah untuk mempersatukan hati kita dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan.

Dalam  berpuasa manusia tidak hanya diwajibkan menahan lapar dan dahaga, akan tetapi, menahan gejolak nafsu yang cenderung menuntun manusia kepada kejahatan dan bertindak kedzoliman, kecuali nafsu yang telah diberi rahmat oleh Allah. Silahkan lihat (Q.S. Yusuf : 53) oleh karena itu, bersabarlah.

 Sekali lagi, Allah tidak melarang manusia untuk mencari rezeki, memiliki harta benda, anak, istri, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya dalam hidup. Tetapi, Allah memberi panduan kepada kita untuk senantiasa memilih segala sesuatu dengan selera tinggi yaitu keabadian. Hal itu akan terasa berat bagi orang-orang yang memiliki penyakit hati dan ringan bagi mereka yang beriman. Iman kepada Allah akan janji-janji yang telah ditetapkan dan iman kepada hari pembalasan. Apalagi melarang menebar kebenaran. Tidakkah kita memperhatikan firman Allah dalam Q.S. Al-Alaq : 9-12



9.  Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,  
10. Seorang hamba ketika mengerjakan shalat,  
11.  Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang sholat itu) berada di atas kebenaran, 12. Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Bukankah Allah memerintahkan mendirikan sholat dan menyeruh manusia untuk menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Artinya, melarang orang yang berdakwah sama halnya dengan melarang orang yang berada dalam kebenaran. Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tetapi ingatlah saudaraku telitilah apa yang orang itu sampaikan. Jika yang dilarang itu sedang mengajak manusia kepada kebenaran untuk taat kepada Allah. Bagaimanakah pendapatmu? Baiklah, mari kita  kita bertanya bagaimanakah pendapat Allah tentang orang yang melarang manusia dalam mensyiarkan kebenaran. Sebagai orang yang beriman tentu kita akan sama-sama membaca dan mengamalkannya. Allah melanjutkan firmannya dalam ayat selanjutnya

13.Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

14.Tidaklah dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

15.Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya

16.(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

17. Maka Biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18. Kelak kami akan memanggil malaikat Zabaniyah
19. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

 Surah ini menceritakan tentang larangan Abu Jahal yang melarang Rosullulloh, tetapi atas ijin Allah tidak jadi. Akan tetapi, yang terjadi hari ini adalah larangan itu timbul dari sesama muslim. Dan sebagai orang yang beriman kepada kitap Allah dan Sunnah Rosululloh, sebagai hamba Allah tidak lain itu adalah seruan setan yang selalu berusaha untuk memecah belah umat islam. Tetapi, kebenaran tetaplah kebenaran yang berasal dari Allah. Dan kita yang diamati dan diajarkan ilmu oleh Allah wajib menyampaikan kepada manusia di seluruh dunia tentang amanat ilahi tersebut (Dengan memperhatiakan kapan, dimana, dan dengan siapa kita menyampaikannya)

Sebagai bahan renungan kita bersama. Bahwa setan dengan bangga dan tertawa ketika umat muslim saling mencaci dan membenci. Saling mengorek kekurangan sehingga lupa terhadap kedudukan dirinya dihadapan Allah. Tetapi, ingatlah bahwa kebenaran akan selalu ada di muka bumi ini. Bukan karena sedikit banyaknya jumlah golonganmu, bukan karena kamu seorang sarjana atau petani, bukan karena kamu seorang pejabat atau rakyat jelata, tetapi karena Allah menghendaki. Tidak ada yang mustahil jika Allah ingin meninggikan manusia dan merendahkannya seketika itu juga.

Luruskanlah niat saudaraku, Bergeraklah atas nama Tuhanmu, bukan atas nama golongan ataupun nafsumu untuk dianggap hebat. Islam akan berkembang dan kembali bangkit ketika ditopang oleh orang-orang yang senantiasa bergerak atas nama Tuhannya. Oleh karena itu, Ikhlaskanlah niatmu di jalan ini.

 Jangan tanggung-tanggung untuk meminta pertolongan dan pelindung dalam perjuangan ini. Jadikanlah  Allah agar menopang langkahmu, sesungguhnya Allahlah sebaik-baiknya penolong. Dalam Q.S. Ali-Imran : 150,

150. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik penolong.

Umat muslim hendaknya meyakini bahwa hanya Allahlah pelindung terbaik. Bukan golongan atau manusia yang memiliki keterbatasa. Selain ini, keterangan lain dapat kita rujuk pada Q.S. Al-Anfal: 40, Q.S. Al-Hajj: 78.

Kenapa saya memilih judul berpihaklah kepada kebenaran. Pertama, setiap manusia menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Kedua, dalam proses mencapai keinginannya tentu ada kendala, baik tantangan, fitnah, cacian, dikucilkan, dan diintimidasi. Bukankah kita sama-sama menginginkan agama Allah ini tersyiarkan?

Pertama, tiada kesuksesan tanpa berpihak kepada kebenaran. Boleh anda cek dan riset sendiri tentang rahasia kesuksesan orang-orang yang sukses dan bangsa-bangsa yang berperadaban di atas muka bumi ini. Salah satu rahasia mereka adalah adalah mereka selalu mencari kebenaran dan berdiri di atas kebenaran. Kebenaran itu dapat berwujud kejujuran, ketekunan, ketangguhan dalam mengarungi hidup, visi da misi hidup yang jelas. Hal inilah yang diwacanakan oleh negara kita sebagai budaya karakter bangsa. 

Berbicara tentang kesuksesan maka kita akan berbicara tentang sukses jangka pendek dan sukses jangaka panjang. Oleh karena itu, sukses jangaka panjang menjadikan iman kita semakin naik untuk bertahan sambil berjuang dalam menegakkan kebenaran. 

Apapun profesi kita, mulai dari pelajar, mahasiswa, PNS, Wiraswasta, Petani, de el el. Berpihaklah selalu kepada kebenaran karena itu adalah jalan keselamatan dan tercepat mencapai kesuksesan.

Kedua. Namanya juga proses, rintangan akan selalu ditemukan dalam perjalanan kita menuju kampung akhirat. Tetapi, jangan pernah menyurutkan semangatmu untuk terus berkarya. Karena mengetahui bahwa kita memiliki waktu yang terbatas di dunia ini hendaknya menjadikan kita menjadi pribadi-pribadi yang produktif.  Tidak ada kata yang lebih baik daripada bersabarlah dalam menegakkan kebenaran. Dengan sabar, sebenarnya kita menunda kesuksesan jangka pendek dan menuju kesuksesan jangka panjang. Bukankah salah satu kebenaran itu adalah kesabaran? sabar dalam menjaga iman, sabar dalam beramal, sabar dalam menyampaikan kebenaran dan sabar dalam bersabar. Lipatgandakanlah kesabaranmu. Seperti yang tedapat dalam Firman Allah dalam Q.S. AL-‘Ashr : 1-3.

1. Demi masa.
2.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

BANYAK-BANYAKLAH INGAT JANJI ALLAH YANG TERDAPAT DI KITAB SUCI AL-QURAN saudaraku, maka kita akan tetap bersemangat dalam menghadapi kehidupan ini dengan menebarkan panji-panji kebenaran dan malu jika mengeluh terhadap cobaan yang mendera saat ini. Ingatlah selalu MUSUH KITA BERSAMA ADALAH SYETAN.

Sesungguhnya Allah sangat senang jika ada hambanya yang menghadap-Nya dengan cucuran air mata untuk memohon pertolongan-Nya. Oleh karena itu, tidak ada peristiwa yang sia-sia terjadi melainkan mengandung hikmah.

Sebagai penutup, mari kita renungkan dan semoga Allah memudahkan kita membuka hati ini dan bisa mengamalkannya, dalam Q.S. Ali-Imran : 104-105, Allah Berfirman :


104.Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.

105.Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

[217]  Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Siapa pun anda, apapun kedudukan kita saat ini marilah menjadi orang-orang yang beruntung. 

Tulisan ini dipersembahkan untuk para pejuang kebenaran dimana pun mereka berada.

Dari saudaramu Rio Saputra
Di Bumi Allah, Indonesia, Bengkulu






Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...