Kamis, 05 Januari 2012

Apakah Akal Kita Masih Sehat?

akal sehat
Salah satu anugrah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah akal. dengan akal manusia senantiasa mengamati, meneliti, melakukan percobaan (eksperimen) dalam hidupnya sehingga kita senantiasa melihat perubahan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Televisi, Pesawat terbang, helikopter yang diadopsi dari mengamati binatang yang bernama capung, model rumah yang terus berubah-ubah, model pakaian yang kesemuaannya itu adalah hasil dari akal manusia. Oleh karena itu, semua manusia sepakat bahwa akal memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. 

Dalam kehidupan beragama peran akal juga dijadikan sebagai salah satu syarat untuk masuk (bukan hanya KTP, tetapi juga dalam MENGAMALKANNYA) ke dalam sebuah agama. Dengan demikian, lagi-lagi akal diperlukan dalam setiap dimensi kehidupan. 

Akan tetapi, dalam kesempatan kali ini kita bukan hanya membahas tentang kehebatan manusia dalam melakukan penemuan-penemuan penting yang mendatangkan manfaat bagi manusia. Tetapi, kita mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang lain tentang fungsi akal dan untuk mendeteksi apakah akal kita benar-benar masih sehat atau tidak?


Sebelum kita lebih jauh mendeteksi akal kita (Saya, Anda, atau siapapun kita yang muda, tua, wanita, pria) masih sehat atau tidak, mari kita perhatikan beberapa kondisi di bawah ini,

Suatu hari anda mengunjungi suatu tempat yang belum anda ketahui sebelumnya, seperti biasa, dimanamun kita berada di muka bumi ini pasti selalu ada orang baik dan orang yang jahat,  lalu ada yang menasehati anda bahwa anda sebaiknya menjauhi yang namanya  sebut saja ABC, karena ia terkenal akan kejahatannya dan akan senantias alias selalu mendatangkan keburukan dan malapetaka dalam kehidupan anda. Buktinya banyak penduduk yang telah menjadi korban.

Bagaimana pendapat anda jika telah mengetahui tentang kejahatan orang itu?

Apakah anda masih ingin berteman dan ikut tersesat, atau memilih untuk meminta perlindungan dan tips agar terhindar dari gangguannya? Mungkin hanya orang-orang yang telah kehilangan akal atau akalnya bermasalah yang tetap ngotot masuk ke jurang, padahal sebelumnya ada orang yang menasehati bahwa jika ia masuk ke jalur kiri maka ia akan masuk jurang.

Ilustrasi dan pertanyaan di atas hanya sebuah ilustrasi sederhana.

Untuk lebih jelas jelasnya mendapatkan jawaban dari judul tulisan ini mari kita perhatikan dalam Q.S. Yasin : ayat 62 – 68. Allah SWT Berfirman :

62.  Sesungguhnya syaitan itu Telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?

63.  Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

64.  Masuklah ke dalamnya pada hari Ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

65.  Pada hari Ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

66.  Dan Jikalau kami menghendaki Pastilah kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).

67.  Dan Jikalau kami menghendaki Pastilah kami ubah mereka di tempat mereka berada; Maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68.  Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)[1271]. Maka apakah mereka tidak memikirkan?

[1271]  Maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal. (Bahkan mohon maaf, ketika sudah menua dan kurang akal manusia tidak dapat mengurusi dirinya sendiri)

Itulah kondisi yang haq dan pasti akan terjadi di akhirat, akan tetapi pertanyaannya apakah kita telah bersungguh-sungguh menghindar dan meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, atau malah tidak menyadari siapa sebenarnya musuh kita. 

Syaitan menjadikan manusia kehilangan akal sehat sehingga mampu membunuh anaknya sendiri. Dan syaitan juga yang menjadikan kita cenderung bermalas-malasan dalam hidup, dan di situasi lain syaitan juga yang membisikkan kepada kita untuk bermegah-megahan, bersikap boros, dan kikir. 

Tetapi pertanyaanya, setelah kita mengetahui itu semua, kenapa sebagian manusia tidak bergerak untuk berbenah dan memperbaiki kondisinya menuju cahaya yang terang benderang yaitu keimanan dan Ketakwaan kepada Allah SWT.

Akhir-akhir ini kita lihat di media, banyak sekali terjadi kerusuhan, bentrok, pembunuhan, dan kasus-kasus anarkis hingga kasus moralitas dikalangan masyarakat. Bahkan sesama umat islam sudah saling bermusuhan dan mencaci. Lalu pertanyaannya siapakah aktor dibalik layar yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut?

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
 (Q.S. Al-Isra’ : 53)

Jika boleh memberikan kesimpulan Aktor dibalik layar dari semua kejadian tersebut adalah syaitan dan pelaku utamanya tetap manusia yang harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya. Karena pada hakikatnya syaitan hanya bisa membisiki manusia, masalah keputusan tetap ditangan manusia. 

"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih."
(Q.S. Ibrahim :22)

Solusi :

Setan itu hanya berkuasa bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak mengakui kebesaran Allah dan Allahlah yang menciptakan syaitan dan Allah pula yang mampu melindungi manusia dari godaan syaitan. Artinya syaitan hanya dapat menggangu manusia yang ketika kita lalai dari mengingat Allah SWT. 

Makanya jangan heran jika ada orang yang sholatnya Oke, tapi maksiatnya juga jalan alias STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan) karena kita hanya mengingat Allah di Masjid saja, tetapi ketika kembali ke pekerjaan kita, baik sebagai pelajar, pedagang, pengusaha, pejabat maka Nafsu dan Setan yang berkuasa kepada kita. Oleh karena itu, Mintalah pertolongan kepada Allah :

1.  Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2.  Raja manusia.
3.  Sembahan manusia.
4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6.  Dari (golongan) jin dan manusia.
(Q.S. An-Nass : 1-6)


Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami". Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,
(Q.S. Al-An’am :71)

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
(Q.S. Al-A’raf :200-201)

Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.
(Q.S. An-Nahl :99)

Sekali lagi, tidak ada solusi jitu kecuali berserah diri kepada Allah dan senantiasa meminta perlindungan kepada Allah. Karena pertolongan dan perlindungan dari Allah kepada manusia sangat erat kaitannya dengan komiten manusia dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang telah Allah tetapkan. 

Itulah mungkin jawaban tentang orang-orang yang sesungguhnya memiliki akal yang sehat, karena mereka mampu terhindar dari kejahatan dan memahami kebenaran. Akhirnya kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan datangnya dari saya, Semoga Allah memberkahi dan melimpahkan karunia dan rahmatnya kepada kita semua.

Wallahua’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...