Sakit Ini menuntun saya Kembali ke Jalan Tuhan

Mempunyai Pekerjaan, Ruko, kebun yang luas, anak yang banyak dan istri yang cantik adalah damaan kebanyakan manusia. sebut saja namanya Pak Joko. Beliau adalah sosok yang dianggap terpandang di tengah masyarakat karena mapan secara finansial. selain statusnya sebagai Dosen, ia juga memiliki beberapa usaha sampingan yang ditekuninya sehari-hari. 

Pak Joko adalah orang yang giat bekerja. sampai-sampai ia lebih memilih menjalani usahanya daripada mengajar di kampus. setiap pagi saya melihat beliau sudah berkeliling perumahan tempat ia tinggal. tidak jarang ia bekerja hingga larut malam karena kecintaannya terhadap pekerjaannya.


tetapi tidak seperti biasanya, Rukonya beberapa hari ini tutup. di tempat usahanya yang lain dan tidak jauh dari rukonya, beliau juga tidak tampak. akhirnya saya mendapat kabar dari salah seorang tentangganya setelah selesai sholat Maghrib Berjamah di Masjid bahwa ia sedang di rawat di Rumah Sakit Umum sekarang. malam itu juga saya langsung bersiap-siap untuk menjenguk beliau bersama jamaah masjid. walaupun tubuh ini terasa berat karena belum sembuh dari sakit.

lama saya menunggu kabar tentang rencana keberangkatan ke rumah sakit. pukul sudah menujukkan 22.00. artinya sudah terlalu malam dan kemungkinan rencananya di batalkan. 

beberapa hari kemudian, tepatnya minggu pagi, setelah sholat subuh berjamaah di masjid Al-Mubarokah. saya mengajak salah satu jamaah majid untuk menjenguk beliau di rumah sakit, yaitu Pak Edi Sumarno. Alhamdulillah akhirnya pukul 06.30 kami berangkat menuju ke rumah sakit. 

setiba di Rumah sakit, kami mencoba untuk menghibur dan memberi nasehat untuk tetap sabar dan tabah dalam menjalani ujian ini. tentu kedatangan kami, disambut hangat oleh keluarga Pak Joko. 

"Pak Tolong Beri Suami saya nasehat pak" pinta istrinya 
tetapi Pak Joko Tetap tampak tegang. kelihatannya begitu banyak hal yang sedang ia pikirkan. inilah yang sangat dikhawatirkan oleh istrinya, seringnya beliau berpikir, membuat karakter Pak Joko Terlalu Kaku dan Tegagang. sehingga tidak heran tensi darahnya mencapai 210. 

saya hanya mengamati dan sekali-sekali ikut memberikan nasehat. walaupun umur Pak Joko sudah kepala 4. tetapi bukan itu yang terpenting. yang terpenting adalah ketika ia meneteskan air matanya karena menyesali bahwa selama ini ada yang salah dalam cara berpikir dan hidupnya.

"Pak, Tolong Doakan saya, Tolong Bimbing saya, saya sangat sadar akan kesalahan saya selama ini. saya terlalu memikirkan keduniaan dan sering lupa untuk beribadah kepada Allah. ketika Azan saya masih santai di Ruko. saya berharap masih ada kesempatan untuk bertobat kepada Allah" curhat Pak Joko sambil mengeluarkan air mata. 

beliau melanjutkan curhatnya "InsyaAllah, sekarang saya sadar, kekayaan yang telah saya usahakan dengan kerja keras ternyata malah melalaikan saya dari tujuan hidup saya yang sesungguhnya. mungkin sudah saatnya di usia saya yang sudah cukup tua ini, saya harus kembali kepada Allah. pak Mohon Bimbing saya, tolong ingatkan saya jika saya lupa. saya sudah berniat untuk menjual kebun sawit agar saya dan istri dapat naik haji, mohon doanya pak" sekarang kedua suami istri itu menangis, tidak ketinggalan keluarganya pun menangis.

kakak Pak Joko, sebut saja Ibu Fatma. terharu,  "ia dek, pokoknya kamu harus naik haji jika sembuh, jika uangnya tidak cukup, rumah kakak nanti di jual saja"sahut kakaknya

sahabat, itu sepenggalan potongan kehidupan manusia yang mendapatkan hidayah melalui sakit yang diderita. uang yang selama ini dikumpulkan dengan kerja keras, telah membuat hati Pak Joko Tertutupi dan Kurang Peka terhadap Seruan Allah. tetapi, Subhanaulloh, ternyata selalu ada hikmah di balik setiap musibah. sakit yang beliau derita ternyata mampu melembutkan hatinya.

tidak terasa, hampir 2 jam kami menemaninya untuk mendengarkan keluhan dan harapan Pak Joko dan Keluarga. di akhir pertemuan itu beliah tetap berharap, dan ini adalah harapan terdalam dari hatinya.

"Semoga Allah memberikan keteguhan kepada hati saya untuk tetap memiliki keyakinan seperti ini pak. saya khawatir sekali keyakinan ini nantinya akan berubah. mohon selalu ingatkan saya jika saya lupa, mohon ajak saya ke masjid jika waktu sholat sudah tiba tetapi saya masih tetap bekerja. terima kasih pak" pintanya 

"dan Apa saja (kekayaan, Jabatan, Keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup di duniawi dan pershiasannya. sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah Kamu Mengerti?" (Q.S. Al-Qasas : 60)


Subhanaulloh, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi para hambanya. ketika kekayaan itu menjadi penyakit bagi seseorang, Allah Mencoba menegur manusia dengan berbagai ujian. 

pastinya apapun yang Allah tetapkan untuk kita adalah jalan terbaik. Agar kita Segera Kembali KeJalan Allah sebelum menutup mata ini selama-lamanya. 

Syukurku tidak hanya di sana, Alhamdulillah. Setiap Membaca Al-Qur'an, kemudian saya selalu berusaha untuk memahaminya. dan Allah menuntun kita untuk memahaminya dalam kejadian nyata di kehidupan sehari-hari.

Selalu Ada Hikmah di Balik KetetapanNya.
Bersabarlah...
Bersabarlah....
Bersabarlah....

sampai kapan???????????? samapi engkau menginjakkan kakimu di Surga. itulah Balasan  bagi orang yang Bersabar.

Bengkulu, 13 Jumadil Awal 1433 H/ 4 April 2012
-RSP-















Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...