Tujuan Ber‘Idul Fitri

Alhamdulillah sebulan penuh kita telah bepuasa, akhirnya umat muslim memasuki bulan syawal. Ada rasa gembira dan juga bercampur sedih karena meninggalkan bulan yang penuh dengan barokah serta pemandangan yang indah tersebut. Kenapa? Karena kita dapat melihat dengan mudah banyak orang yang berlomba-lomba melakukan kebajikan, menyantuni anak yatim, bersedekah, berzakat, mendirikan sholat sunnah dan wajib. Bahkan, siaran televisi pun menampilkan program-program yang sarat dengan nuansa-nuansa islami yang sarat dengan menambah keimanan dan menambah wawasan keislaman kita.

Apa Sebenarnya Tujuan Ber’idul Fitri ?

Selama puasa kita menenun pakaian Takwa, Allah telah menjelaskan bahwa tujuan kita berpuasa adalah agar kita menjadi hamba yang bertakwa (la’allakum tattaqun). Lalu apa sebenarnya tujuan kita be’ridul fitri? Apa yang harus dilakukan setelah usainya ramadhan?



Allah Menjelaskan dalam Q.S. Al-Baqoroh : 185.

“…..hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”


Syukur paling tidak memiliki tiga makna :

Pertama, Menampakkan apa yang tersembunyi.

Contoh sederhana, jika kita mempunyai lahan / tanah maka cara mensyukurinya dengan menanam benih sehingga tumbuh. Begitu juga dengan diri kita, cara mensyukurinya adalah dengan memaksimalkan seluruh potensi yang telah Allah berikan untuk menebar manfaat sebanyak-banyaknya bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Kedua, Memberi yang banyak walau menerima yang sedikit.

Artinya, dalam memberi tentu terkadang kita mendapatkan sedikit balasan dari orang lain bahkan tidak sama sekali, akan tetapi, teruslah memberi karena hanya Allah lah sebaik-baik yang memberikan balasan kepada setiap orang yang yakin kepadanya.

Ketiga, Menyadari Betapa Besar Anugrah Allah, dan AnugrahNya itu harus difungsikan sebagaimana Allah menghendaki untuk dianugrahkanNya itu agar Berfungsi.

Cara bersyukur hendaknya kita gunakan sesuai dengan tujuan yang telah Allah tetapkan, anda dianggap zalim jika anda menjadikan baju baru sebagai kain pel, begitu juga halnya akal, hati, telinga, dan penglihatan kita hendaknya dimaksimalkan untuk merenungkan dan menangkap kagungan Allah SWT.

Semoga dengan kesyukuran itulah kita dapat menjadi manusia yang terbaik dan penuh manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Wallahua'lam.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Minggir, Seleman, Jogjakarta, 7 Syawal 1433 H.

Pkl. 16.00

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...