Nikmat yang Membawa Penyesalan

Sahabat salah satu nikmat yang Alloh swt berikan kepada kita dan membedakan kita dengan makhluk yang lain adalah Akal. Akal diciptakan Alloh dengan kelebihan untuk mampu melihat akibat-akibat di masa depan. Adapun orang-orang berakal pendek, mereka tidak melihat kecuali apa yang hadir sekarang dan tidak pernah melihat dampaknya di masa yang akan datang. Barangkali salah satu penyebabnya cara kita menggunakan waktu yang berantakan (baca di sini: Pentingnya Waktu dalam Islam)

Sahabat saya dimana pun engkau berada, semoga lelahmu hari ini menjadi penggugur dosamu. Bersemangatlah untuk mendapatkan hal-hal yang mendatangkan manfaat bagimu.

Para  koruptor hanya memandang kenikmatan harta, namun mereka melupakan bahwa mereka bisa dipenjara, hartanya bisa disita, istri dan anaknya menanggung malu. Para pengganggur melihat nikmatnya berleha-leha dan melupakan akibat perbuatannya, hilangnya harta dan ilmu. Ketika dewasa ia ditanya tentang suatu ilmu, namun tidak mengetahui jawabannya. Ketika membutuhkan sesuatu, ia meminta-minta dan menjadi orang yang hina. Kini ia menikmati penyesalannya atas kemalasan yang dilakukannya. Lebih dari itu semua, ia tidak akan menikmati pahala di akhirat karena tidak pernah melakukan apa-apa di dunia.

Demikian juga pemabuk. Setiap kali saya melakukan perjalanan memberikan pelatihan di kota Curup, saya melihat ada rumah khusus tempat orang berkumpul untuk minum tuak. Mereka menikmati minuman-minuman itu sesaat dan melupakan akibat yang akan menimpanya di dunia dan di akhirat.

Begitu juga zina. Pezina melupakan aib yang diterima di dunia. Mungkin seorang wanita pezina yang bersuami hamil akibat hasil perzinahannya, sehingga tidak jelas garis keturunan anaknya.

Hendaknya semua hal di atas bisa kita kiaskan dengan hal-hal lain dan berhati-hati terhadap akibat yang akan diterima. Selain itu, janganlah menuruti kenikmatan sementara yang akan menghilangkan banyak kebaikan. Bersabarlah menghadapi semua kesulitan, Anda akan mendapatkan keuntungan yang tidak terkira.

Terakhir saya ingin berwasiat untuk kita semua

Didalam sebuah hadits shahih Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Berupayalah terhadap apa-apa yang membawa manfaat kepadamu, meminta tolonglah kepada Allah, janganlah lemah. Dan jika kamu ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan seandainya aku melakukan (ini) mungkin akan begini dan begitu, akan tetapi katakanlah,'(semua itu) adalah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki maka Dia lakukan. Sesungguhnya 'seandainya' membuka perbuatan setan." (HR. Muslim)

Di hadits ini, Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam memberikan kunci-kunci meraih kesuksesan dan bagaimana sikap kita terhadap suatu yang tidak kita harapkan menimpa kita, yaitu :

1. Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa-apa yang bermanfaat bagi kita terutama urusan-urusan akhirat, umat yang harus didahulukan daripada urusan dunia dan pribadi.

2. Jangan lupa bahwa kita manusia yang tidak punya daya dan upaya kecuali bersama Allah Ta'ala.. Untuk mencapai kesuksesan tersebut maka hendaklah kita meminta tolong kepada-Nya.

3. Jangan pernah merasa lemah dan berputus asa untuk meraih kesuksesan tersebut karena yang Allah Ta'ala nilai adalah usaha dan upaya kita bukan hasil darinya..

4. Jika pun semua yang kita harapkan dan inginkan tidak kita dapati maka janganlah pernah menyesali atas semua upaya yang telah kita lakukan karena semua merupakan takdir (ketetapan) Allah yang berada diluar kemampuan dan kesanggupan kita.

Wallahu A'lam
Semoga bermanfaat

Bengkulu, 13 Jumadil Akhir 1436 H

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...