Bercengkrama Dengan Sunyi

Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Menjelang memasuki 10 Hari terakhir bulan ramadhon yang lalu, umat islam kembali dihadiakan sebuah hadiah terbaik dari Sang Pencipta yaitu malam lailatul Qadar. Tapi sayang, tawaran yang sangat fantastik ini sedikit peminatnya.

Beberapa waktu yang lalu ada-ada saja yang semangat di awal untuk iktikaf tapi menghilang di tengah perjalanan. Dengan berbagai alasan dan kesibukan serta target yang harus mereka kejar. Padahal, jika kita mengetahui dan memiliki alasan yang kuat untuk iktikaf pasti Alloh bukan seribu jalan agar kita bisa bermesraan dengan-Nya.

Ada Tulisan yang menarik yang saya baca. Pesan yang ditulis dalam bentuk gurindam ini, telah menghujam ke dalam jiwa saya dan sangatlah rugi bila didiamkan dan tidak disebarkan. Berikut bait-bait gurindamnya.

Setelah usia kita semakin bertambah, makin luas dunia dirambah, makin perlu ia istirahah, berdualah pada Robbnya berkeluh kesah.

Kian keras manusia berkompetisi, kian kerap benturan terjadi. Makin perlu ia mesrai sang Robbi, penyedia segala solusi.

Kian luas manusia bergaul ‘amali, kian lelah ia melayani. Makin perlu ia jumpa Robbnya, mengais kasih dari Maha Pemberi daya.

Kian tinggi seseorang punya posisi, makin hakikat ia sendiri. Makin perlu ia ditemani, kasih Robbnya yang tiada henti.

Kian banyak ilmu dikhaznahi, kian mudah mengenang dengki. Makin perlu kefasikkan ditaubati, tunduk merasai takut pada ilahi.

Kian banyak mendengar puji, kian kabur ma’rifat diri. Makin perlu jiwa bersunyi, menghitung aib-dosa hingga malu terhayati.

Kian banyak yang dimiliki, kian bertambah dada yang iri. Tiada aman dari hasad para hati, selain memfakirkan diri pada illahi.

Mari kita i’tikaf untuk menyelami gurindam yang dibuat oleh sang guru yang mahir menyusun kata nan indah sehingga membuat hati tergugah. 

Terima kasih Ustadz Salim A Fillah (@salimafillah)…

Sahabat, Terkadang kita perlu bercengkerama dengan sunyi agar bisa bersaing dalam keramaian. 

Bersegeralah, Gunakan seluruh potensi yang ada, masih ada waktu. karena amal itu di nilai bagaimana penghabisannya.

Yang Kecil, Remaja, Pemuda, orang tua, kakek-kakek dan nenek-nenek semua berhak masuk surga bagi yang Mau.

Al-Farabi,  26 Ramadhan 1436 H

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...