Enam Tips Agar Flow dan Strategi Untuk Memiliki Hidup Yang Lebih Kreatif



Apakah Anda pernah mendengar istilah Flow? Setiap orang yang hebat di dunia pasti pernah mengalami kondisi flow saat mereka berkarya. Saya pertama kali mendengar istilah ini ketika melihat salah satu dokter sekaligus trainer memberikan Training  "Becoming Trainer Berbasis NLP" di Riau beberapa tahun yang lalu.

Ketika mengunjungi Perpustakaan Provinsi saya menemukan buku yang sangat menarik. saya akan menyajikan sesuai dengan ilmu yang saya baca :

Mihaly Csikzentmihalyi (dibaca Ciksenmihai) mengemukakan sejumlah strategi untuk meningkatkan kreatifitas. Csikzentmihalyi (1995) melakukan wawancara terhadap 90 tokoh terkemuka di bidang seni, bisnis, pemerintahan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan, dalam upaya mempelajari cara kreativitas bekerja. 

Ia menemukan bahwa orang yang kreatif secara teratur mengalami kondisi yang ia sebut flow, meningkatnya kondisi menyenangkan yang dialami ketika kita terlibat di dalam aktivitas mental dan fisik yang menantang dan menyerap perhatian kita. 

Csikzentmihalyi (2000) berkeyakinan bahwa semua orang mampu mencapai kondisi flow. Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah orang yang paling kreatif di dunia, langkah pertama menuju kreativitas dalam hidup adalah memperkuat rasa ingin tahu dan minat Anda. Bagaimana caranya?

Pertama, Cobalah untuk merasa takjub pada berbagai hal yang ditemui setiap hari. Hal ini dapat saja terjadi pada beberapa hal yang Anda lihat, dengar, atau baca. Cobalah untuk larut dalam sebuah ceramah atau buku. Bersikaplah terbuka pada segala sesuatu yang dikatakan oleh dunia kepada Anda. Hidup adalah sebuah aliran pengalaman. Cobalah untuk menyelaminya secara luas dan mendalam, maka kehidupan Anda akan menjadi lebih kaya.

 Kedua, Cobalah untuk takjub minimal pada satu orang yang Anda temui setiap hari. Dalam banyak hal, Anda dapat diprediksi dan terpola. Untuk itu, cobalah melakukan beberapa hal yang berbeda. Ajukan pertanyaan yang biasanya tidak akan Anda tanyakan. Undanglah seseorang untuk melihat sebuah pertunjukan atau mengunjungi museum yang tidak pernah Anda kunjungi.

Ketiga, Setiap hari coba tuliskan apa yang membuat Anda takjub dan bagaimana Anda juga membuat orang lain takjub. Sebagian besar orang kreatif memiliki buku atau cacatan harian ataupun rekaman lap. Setiap sore, catatalah kejadian dan tindakan Anda yang paling menakjubkan yang terjadi di hari itu. Setelah beberapa hari, Anda mungkin melihat sebuah pola minat yang muncul di catatan Anda, sesuatu mungkin dapat memberi inspirasi mengenai bidang yang dapat Anda eksplorasi secara lebih mendalam.

Keempat, Jika ada sesuatu yang membangkitkan minat Anda, coba ikutilah. Biasanya jika terdapat sesuatu menyita perhatian Anda, maka hal itu akan berlangsung secara singkat-sebuah ide, sebuah lagu, sekuntum bunga. Atau, bisa jadi kita menganggap bahwa bidang-bidang ini bukanlah urusan kita karena kita tidak ahli di bidang itu. Meskipun demikian, pada kenyataannya dunia adalah urusan kita. kita tidak akan pernah mengetahui hal yang paling cocok dengan minat kita, hingga kita berusaha secara serius mempelajari berbagai hal sebanyak mungkin.

Kelima, Bangun pagilah dengan sebuah tujuan spesifik yang hendak dicapai. Orang yang kreatif bangun pagi dengan hasrat yang kuat sekali untuk memulai hari itu. Mengapa? Hal ini tidak selalu dikarenakan mereka adalah tipe periang atau antusias, namun karena mereka mengetahui bahwa ada sesuatu yang bermakna yang dapat dicapai setiap hari, dan mereka tidak sabar untuk memulainya.
  
      Keenam, Luangkan waktu di tempat yang dapat merangsang kreativitas Anda. Dalam risetnya, Csikzentmihalyi (1995) memberi kepada mereka elektronik pager dan membunyikannya secara acak di waktu-waktu yang berbeda-beda setiap harinya. Ketika mereka ditanya mengenai perasaannya, mereka melaporkan bahwa level kreativitas tertinggi dicapai ketika sedang berjalan, berkendara atau berenang. Saya (pengarang buku ini) berpikir paling kreatif ketika jogging. Aktivitas-aktivitas ini bersifat semi-otomatis sedemikian rupa sehingga membutuhkan perhatian untuk sementara waktu sambil membuat koneksi di antara berbagai ide.

Bengkulu, 7 Muharram 1437 H

Disarikan dalam buku Jhon W. Santrock, Life Span Development-13th ed (Perkembangan Masa Hidup edisi ketigabelas, jilid II.  PT. Gelora Aksara Pratama. 2011. Hal 27

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...