Agar Hidup Tidak Dimurkai dan Tersesat



Sumber : Google
Tentu setiap kita pasti mendambakan kehidupan yang baik, lurus, berkah, bahagia. Ada doa yang selalu kita minta setiap hari, kita meminta agar terhindar dari kedua jenis golongan. Siapa mereka? 

Pertama golongan dimurkai dan kedua golongan yang sesat. Dalam kitab tafsir dan hadist yang dimaksud orang yang dimurkai adalah al Yahud dan yang sesat adalah nasrani.

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat.”
(Q.S. Al-Fatihah: 6-7)

Tipe Pertama, Orang yang hanya suka belajar, tanpa beramal.

Ada orang yang gemar sekali belajar, gemar mendengarkan pengajian, seminar, dan sejenisnya, tetapi tidak mau mengamalkan apa yang sudah mereka dengarkan. Ilmunya banyak tapi tidak ada komitmen untuk mengamalkan di dalam dirinya. Di dalam prilakunya tidak mencerminkan bahwa dia seseorang yang berilmu.

Sahabat hingga saat ini, sudah berapa ayat-ayat Al-Qur’an yang Anda dengar, baca, atau mungkin hafalkan? Sudah berapa hadist yang kita dengar? Banyak ayat Al-Qur’an yang sudah kita akrabi. Namun, sudahkah keakraban itu mengubah kehidupan Anda menjadi lebih baik dan lebih bermutu?

Apakah ayat-ayat yang bahkan sudah Anda hafal mampu memotivasi Anda untuk berpikiran positif dan menyikapi segala kenyataan secara positif pula?

Sudahkah Firman Tuhan yang kita baca berhasil menggerakkan kita untuk lebih proaktif, lebih produktif, dan lebih maju secara lahir dan batin?

Selengkapnya Baca Pengaruh Al-Qur'an dalam diri dan masyarakat

Saya khawatir terkhusus untuk diri saya sendiri, jika hanya sering mendengar, belajar, mengaji, ikut seminar ini dan itu, tetapi tidak pernah ada niat untuk mengamalkan maka bisa jadi kita juga termasuk orang yang dimurkai.

Tipe Kedua, Orang yang suka beramal, tanpa ilmu.

Tipe ini memiliki prinsip yang penting itu action, beramal-beramal, tanpa memperhatikan apakah amalnya itu sesuai dengan ilmu atau tidak. Memang kelihatannya secara kasat mata dia melakukan banyak sekali amal, kebaikan, di sanjung, dipuji-puji, tetapi karena tidak berdasarkan ilmu maka bisa jadi apa yang dilakukan menjadi sia-sia.  inilah golongan yang tersesat.

Alloh mengajarkan kepada kita agar kita tetap berada istiqomah di jalan-Nya yang lurus, maka kita harus berilmu dan beramal. Jika kita hanya berilmu tanpa beramal, maka bisa jadi kita termasuk dimurkai karena itulah karakter orang Yahudi, atau jika kita hanya berprinsip beramal saja tanpa didasarkan ilmu, maka kita bisa tersesat, seperti halnya orang nasrani.

Semoga kita bisa terhindar dari kedua tipe manusia yang hanya suka belajar, dengerin saja, tanpa mau beramal. Dan tipe yang hanya hanya suka beramal tanpa suka belajar.

Bengkulu, 14 Jumadil Awwal 1437 H/ 23 Februari 2016 M

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...