Superman Vs Superteam

Team Motivator UMB
Apa Anda pernah mendengar tokoh khayalan Superman? Atau Anda sering menontonnya? Tokoh itu memang hebat dalam dunia khayalan. Dengan kekuatan super powernya bisa menyelesaikan banyak masalah dan kejahatan dengan sangat luar biasa. Tapi sekali lagi itu hanya tokoh khayalan.

Bagaimana jika tokoh tersebut benar-benar ada di dunia nyata? Pasti menyenangkan. Apabila di tempat kerja atau organisasi ada orang seperti Superman pasti banyak yang senang. Mengapa? Karena banyak tantangan yang akan selesai, banyak pekerjaan akan tuntas, target yang menantang tercapai. Tetapi ternyata, sehebat-hebatnya Superman, ia bisa dikalahkan oleh superteam (tim yang solid dan kuat).

Tidak sedikit saya menemui supermen-supermen dalam kehidupan nyata. Dia selalu ingin kelihatan super power, menyelesaikan berbagai masalah sendirian agar semuanya tampak sempurna. Akan tetapi, tentu jika ini berjalan dalam waktu yang sangat lama akan sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.

Dampak lain dari kehadiran supermen adalah banyak orang yang tidak terbederdayakan sehingga kehilangan potensi untuk dikembangkan. Kenapa? Karena semuanya diborong oleh satu orang. Siapa? Ya supermen.

Seperti yang kita ketahui bersama kita mau tidak mau, setuju tidak setuju sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Walaupun dalam hati kecil saya, secara umum masyarakat kita belum siap dengan baik, kecuali orang-orang yang telah mempersiapkan dirinya jauh-jauh hari dengan terus belajar tanpa henti. Di sinilah seharusnya negara harus hadir melindungi rakyat-rakyat kecil yang belum siap bertempur dengan teknologi, dana, keterampilan-keterampilan, manusia yang  terbarukan. Baca juga : Kunci Memenangkan Persaingan MEA

Oleh karena itu, tidak ada solusi lain dalam menghadapinya kita harus menciptakan superteam bukan Superman dimana pun kita berada. Kelemahan kita saat ini saya melihat ego kita terlalu kencang melaju sehingga cenderung kurang bisa bekerja sama dengan orang lain. Kita cenderung ingin mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa melihat, merasakan, dan membagikannya untuk orang lain.

Lalu apa solusinya? Untuk bisa menciptakan superteam kita memerlukan beberapa persyaratan. 

Pertama, Visi tim yang jelas, terang, dan menggairahkan

Dalam merumuskan visi sebagaiknya harus jelas, terang, dan menggairahkan. Kejelasan visi tim akan membuat kerja lebih terarah. Semua anggota tim tahu kemana ia harus menuju. Mereka menjadi paham untuk apa energi dihabiskan. Mereka juga menjadi terlatih menetapkan prioritas kerja demi tercapainya visi tim.

Apalagi jika kita bisa memasukkan visi tim itu menjadi visi pribadi kita. Ketika visi tim menyatu dalam benak pikiran dan hati kita. Niscaya akan mengalirkan engeri yang sangat luar biasa untuk menjadi pendobrak segala kebekuan dan hambatan selama perjalanan menuju visi tersebut agar terwujud.

Jangan berharap punya superteam apabila tidak ada kejelasan visi yang hendak diraih. Untuk memudahkan tercapainya visi tim, susunlah target-target jangka pendek yang merupakan batu lompatan tercapainya visi tim. Visi tim yang baik mendukung visi individu masing-masing anggota tim. Inilah yang saya pelajari dari Bapak dr. H. Agus Sukaca, M.Kes penulis buku The 9 Golden Habits For Brighter Muslim  dua minggu yang lalu.

Kedua, Menghargai perbedaan. 

Kita bisa lebih menghargai orang lain bukan hanya dengan banyak membaca buku atau teori-teori sosial. Tetapi, pengalaman saya menunjukkan kita bisa menghargai perbedaan karena kita terbiasa berinteraksi dengan orang banyak. 

Orang-orang yang selfies, egois dan keakuannya tinggi tidak bisa menjadi anggota superteam. Ia cepat atau lambat akan terpental dengan sendirinya. Tipe ini sulit untuk maju bersama. Ia cenderung akan menjadi perusak suasana. Jadilah orang yang terbiasa menghargai perbedaan agar bisa memenuhi kriteria menjadi anggota superteam. Caranya banyak-banyaklah berinteraksi dengan orang lain. Baca di sini : Bagaimana Cara Mengendalikan Diri

Perbedaan pendapat, ide, sikap, cara kerja justru akan memperkaya wawasan para anggota tim. Bukan hanya itu, perbedaan juga mengasah para anggota tim untuk terbiasa lapang dada dan meluaskan hati. Pikiran terlatih, hati terasah, alternatif aksi semakin variatif. Hal ini menjadikan tim semakin solid.

Ketiga, Kebiasaan Sharing

Jangan pernah takut berbagi ilmu. Sharing mengasah kita untuk selalu mengupdate ilmu dan memberdayakan anggota tim agar setara. Dengan budaya sharing, kita pasti akan lebih merasakan kebahagiaan daripada kita menyimpan dan menikmati ilmu itu sendirian.

Saling berbagi ilmu, keahlian, pengalaman, informasi menjadi budaya yang hidup di superteam. Saat ada masalah yang terjadi, mereka semua bersemangat mengeluarkan ide, gagasan dan solusi terbaik untuk memecahkannya.

Sharing yang dikemas secara terstruktur dan berkala (Sebaiknya terjadwal dan memiliki jeda)  membuat tim semakin kaya pengalaman. Hal ini membuat kepercayaan diri, keahlian dan wawasan anggota tim semakin melejit. Superteam benar-benar semakin super dan akan mengalahkan para Superman yang sebelumnya telah ada.

Bagi saya, merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa melihat anggota tim melejit prestasinya menjadi orang-orang yang luar biasa. Melihat mereka tumbuh bisa tampil berbagi ilmu dengan orang banyak. 

Lahirkanlah SUPERTEAM bukan Superman. Di era sekarang, orang berkualitas dikalahkan oleh mereka yang berkomunitas. Orang hebat dikalahkan oleh mereka yang senang kerja tim. Buat apa bangga jadi Superman bila ternyata bisa dikalahkan oleh SUPERTEAM.


Apakah Anda sudah memiliki SUPERTEAM untuk mewujudkan cita-cita dan impian Anda? 

Bengkulu, 7 Jumadil Awal 1437 H/ 15 Februari 2016 M

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...