Kamis, 31 Maret 2016

Meminta Pendapat


Ada sebuah ungkapan beda pendapat itu biasa asal jangan beda pendapatan. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering dihadapkan dengan berbagai pilihan persoalan hidup. Baik berupa perkara-perkara yang besar maupun hal-hal yang kecil.

Saya belajar banyak dari guru yang sangat menginspirasi, walaupun dari segi umur dan ilmunya jauh lebih tinggi tetapi beliau sangat suka sekali meminta pendapat ketika akan melaksanakan kegiatan, melakukan perjalanan, mendesain sebuah program, dan sejenisnya. Saya mengamati beliau sering sekali bermusyawarah kepada kami.

Saya tidak tahu bagaimana kehidupan di rumah Anda. Tetapi tidak sedikit orang tua yang mengajarkan sikap pemaksaan kepada anaknya. Jarang meminta pendapat dan cenderung memaksakan pendapat. Hasilnya anak-anak kita kurang terbiasa dengan perbedaan pendapat.

Begitu juga dalam kehidupan rumah tangga, antara suami dan istri, anak dan orang tua, mereka membutuhkan tukar pendapat yang bisa dijadikan kesepakatan bersama dalam hal kebaikan di dunia dan akhirat. Pendidikan keluarga inilah yang akan membentu generasi kita yang bijak mensikapi perbedaan dan tidak egois.

Rabu, 30 Maret 2016

Tiga Hal Yang Menghambat Karir

Apakah Anda merasakan bahwa beberapa tahun ini karir Anda mentok? Sulit sekali tumbuh dan berkembang? Mungkin sebagai pelajar atau mahasiswa sulit belajar? Sebagai pengusaha bisnis sering bangrut bahkan meninggalkan banyak hutang.

Kok bisa? Padahal secara akademis Anda mapan, Anda juga termasuk pekerja keras, ilmu dan teorinya sudah Anda kuasai dan terapkan. Kenapa masih gagal? Apa yang salah? Semua yang di sarankan oleh guru dan mentor Anda sudah diterapkan. Lalu apa lagi ya?

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah salah satu keluarga di jakarta. Dari empat kakak adik tersebut, kenapa ada salah satu yang karir dan bisnisnya mentok. Secara akademis mereka hampir sama. Lulusan universitas ternama di negara ini. sebagian besar pengusaha dan ada yang bekerja di perusahaan minyak.

Saya yakin ini semua juga berlaku untuk kita semua. Jika kita merasa karir Anda mentok, maka pasti ada yang salah dengan pola hidup, cara kerja atau cara kita berbisnis selama ini. karena tingkat persaingan yang cukup tinggi di kota besar, terkadang kita belum menyempatkan diri untuk merenungkan hal-hal di luar itu. Karena ternyata semua yang kita lakukan di muka bumi saling berhubungan. Ibarat tumpukan batu, apabila Anda mengambil beberapa batu maka akan membuat batu yang lain bergerak.

Apa tiga hal yang menghambat karir Anda? Mari kita bahas satu per satu.

Selasa, 29 Maret 2016

Tempat Terbaik



Raja Ampat Papua, Indonesia (Google)
Pernahkah Anda merasa terpenjara oleh keadaan. Merasa bahwa tempat Anda berdiam sekarang bukanlah tempat terbaik yang harus Anda nikmati? Sering kali orang merasa sulit sekali untuk sukses jika saya terus di sini? Kenapa?

Bisa jadi karena daerah mereka terpencil, jauh dari akses informasi dan sentuhan teknologi canggih dengan mudah dan cepat. Apakah Anda pernah berpikir dan merasakannya? 

Saya yakin kita semua memiliki episode kehidupan masing-masing. Setiap episode memberikan warna kehidupan tersendiri yang menyenangkan, menegangkan, tangis, tawa, dan aneka perasaan yang bersemayam di pikiran dan hati kita.

Banyak orang desa yang menginginkan hidup di kota, agar lebih mudah mendapatkan akses informasi, mengembangkan diri, mencari peluang usaha yang menjanjikan, pekerjaan, dan sejenisnya.

Sebaliknya mereka yang tinggal di kota, tidak sedikit yang mengeluhkan kehidupan yang serba cepat, persaingan yang super cepat. Mengakibatkan orang saling sikut, saling jegal, saling tuduh, saling senggol, bahkan saling tendang. Kenapa? Karena selalu ingin menjadi yang terdepan.

Senin, 28 Maret 2016

Momentum



Semua orang bermimpi, tapi mereka tidak sama. Dalam hal apa? Mensikapi impiannya. Mereka yang bermimpi di malam hari di relung pikirannya yang berdebu, kemudian bangun dan menganggap mimpinya hanyalah bunga tidur yang mustahil untuk digapai. tapi pemimpi di siang hari adalah orang yang berbahaya, karena mereka dapat bertindak atas impian mereka dengan mata terbuka, untuk membuat mereka mungkin.

Mengapa ada sebagian orang yang berhasil menggapai impiannya dan sebagian lagi kandas diterpa ombak rutinitas yang membuat seseorang kehilangan harapan dan tenaga? Salah satu jawabannya karena seseorang tidak menjiwai impiannya.

Jika meminjam istilah Steve Jobs, mereka adalah "orang-orang gila,"  dan T.E. Lawrence memanggil mereka "orang berbahaya," tetapi keduanya mengakui bahwa mereka yang berani untuk hidup sesuai impian mereka adalah orang yang kuat. Meskipun kita semua memiliki mimpi, sangat sedikit dari kita menindaklanjuti untuk membuat impian kita menjadi kenyataan. Benar bukan?

Apa impianmu? Apakah Anda menjiwai impian Anda? Apakah Anda sudah hidup sesuai impian yang Anda tetapkan? Apa yang Anda lihat tentang impian Anda? Apa Anda melihat pandangan kabur, seperti fatamorgana menggoda Anda di kejauhan?

Kamis, 24 Maret 2016

Mungkinkah Kita Akan Terhindar Dari Celaan ?

Apa yang sering menghambat Anda dalam melakukan kebaikan? Pernakah Anda merasakan, malu dalam melakukan kebaikan karena takut dicela orang? Apakah karena alasan itu pula kita seringkali menunda kebaikan karena tidak tahan dengan cibiran orang?

Jika dalam hidup kita selalu memperhatikan omongan orang lain tentang kebaikan yang kita lakukan, kapan bahagiannya hidup ini? Lagi-lagi kebahagian itu masalah keputusan. Bukan tentang omongan orang lain tentang Anda.

Jika semua manusia berkumpul untuk mencelakakan Anda, niscaya mereka tidak akan bisa kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk Anda. Dan sekiranya semua manusia berkumpul untuk menjadikan Anda baik, niscaya tidak akan bisa kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk Anda.

Hanya Allah satu-satunya jalan yang bisa menggangkat kemuliaan Anda. Jadi kenapa masih ragu dan takut dengan celaan?

Perhatikanlah dalam sejarah, setiap kebenaran pada awalnya pasti ditolak, ditentang dengan keras, dihujat, baru diterima. Ingatkah bagaimana ketika Nabi Muhammad Sholaullohu ‘Alaihi Wassalam mendakwahkan islam pada awalnya? Jika pribadi yang mulia, terpuji, bergelar siddiq (jujur), saja masih tidak terlepas dari celaan, bagaimana dengan kita?

Jika kita membaca sejarah pemimpin-pemimpin besar di dunia, mereka semua hampir merasakan penolakan, dihinda, dipenjara, bahkan mau dibunuh. Oleh karenanya, hanya orang-orang yang berjiwa besarlah yang sanggup menampung semua celaan itu dan menjawabnya dengan karya nyata. 

Jika Anda adalah orang baik maka Anda akan dicela oleh orang-orang yang buruk. Jika Anda adalah orang yang buruk maka niscaya Anda akan dicela oleh orang-orang yang baik

Rabu, 23 Maret 2016

Sumber Keberkahan

Amsterdam, Cibubur, Kota Wisata

Ada cerita menarik menjelang subuh ini. Lagi-lagi kemenangan butuh persiapan, di dalam Sebuah Perumahan Kota Wisata Cibubur bergaya Amsterdam kami sedikit memerlukan usaha extra untuk menemukan masjid di sini.  

Saya selalu yakin bahwa jika kita berusaha pasti ada jalan. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 15 menit, dengan 6 kali bertemu jalan mentok, akhirnya kami berhasil menemukan sebuah gerbang kecil menuju jalan besar.

Alhamdulillah sesuatu dengan doa nabi “Ya Alloh berkahilah umatku di waktu paginya”. Kami menemukan masjid besar di pinggir jalan, tampak berjejer panjang berbagai jenis mobil, saya pikir kenapa pagi-pagi sudah macet. Ternyata, semuanya berhenti di depan masjid.

Salah satu kiat mensiasati kemacetan adalah kita harus bangun lebih pagi. Sebagian besar mereka langsung berangkat bekerja setelah sholat subuh. Jumlah jamaahnya hampir sama dengan jumlah jamaah sholat jumaat. Pemandangan seperti ini pernah saya temukan ketika saya berada di depok. 

Setelah sholat subuh, karena sebagian langsung pergi ke kantor. Tapi sebagian lain mengikuti kajian subuh. Masih ada kaitannya dengan keberkahan mari kita simak cerita berikut ini

Selasa, 22 Maret 2016

Kerendahan Hati


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air


Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
 
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

(Taufik Ismail)

Ada yang menarik ketika saya berkunjung ke Kantor Pajak Pratama Bengkulu, kemaren Siang. Sebuah banner yang menginspirasi yang jarang dilakukan oleh instansi-instansi lain. Di dalam banner itu menampilkan Kepala seksi terbaik sampai Cleaning Servis terbaik.

Pegawai Terbaik Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkulu
Selama hidup seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain, selama itu pula selalu ada kesempatan bagi seseorang untuk memanfaatkan bidang lain yang bisa kita lakukan. Jadilah yang terbaik di bidang kita masing-masing. Dan tetaplah rendah hati.


Bengkulu, 13 Jumadil Akhir 1437 H/22 Maret 2016

Senin, 21 Maret 2016

Agar Bisa Hidup Bahagia Setiap hari



Setiap orang pasti mendambakan kebahagian dalam hidup. Tetapi banyak yang tidak  mengetahui dengan pasti apa itu kebahagian dan dimana mencarinya. Seolah-olah kebahagian itu adalah milik segelintir orang yang beruntung, memiliki rumah, pekerjaan layak, uang yang banyak, bisa berpergian kemana pun ia mau, kendaraan roda empat, istri, anak, dan sejenisnya.

Jika kita menjadikan syarat kebahagian itu berada di luar diri kita, pertanyaannya kapan kita bahagia? Apakah harus semuanya terwujud dulu baru kita bahagia? Faktanya, tidak sedikit orang menunda kebahagiannya. Padahal kebahagian itu dimulai dari dalam diri Anda, bukan dari luar.

Saya akan bahagia jika saya sudah lulus, saya akan bahagia jika saya punya rumah, saya akan bahagia jika orang tua saya berubah, saya akan bahagia jika Anak saya menjadi anak sholeh, saya akan bahagia jika punya Suami yang sholeh (istri yang solehah), saya akan bahagia jika bisa keliling dunia, saya akan bahagia jika........(isi sendiri ya). Inilah yang saya sebut dengan kebahagian bersyarat. Selengkapnya Anda bisa baca di sini : Berikan Sesuatu Tanpa Syarat

Begitu semua yang ia inginkan terwujud apakah seoserang bahagia? Faktanya, enggak juga. Begitu punya ingin punya lebih banyak lagi, rumah lebih besar lagi, uang lebih banyak lagi, terus menerus nafsu kita tidak akan pernah letih mengejar yang lebih baik.

Saya belajar banyak dari guru saya, bahwa kebahagian itu masalah keputusan. Anda bisa memutuskan untuk berbahagia apapun keadaan anda hari ini atau Anda memutuskan untuk mengeluh dan tidak bahagia. Jadi kebahagian adalah sebuah keputusan dari dalam, bukan berdasarkan kepemilikan ini dan itu dari luar.

Guru saya mengingatkan lagi “Jika Anda tidak bisa bahagia hari ini, Anda tidak akan bisa bahagia kapan pun”.

Jumat, 18 Maret 2016

Tiga Langkah Menjadi Bintang



Bertemu dengan beraneka macam orang, lintas profesi, suku budaya, agama, negara, saya selalu bertanya-tanya mengapa ada yang tampil menjadi bintang sedangkan yang lain tidak. Tentu sejak kecil banyak orang yang merindukan menjadi bintang lapangan sepak bola misalnya, bintang kelas, bintang di perusahaan, Bintang di Kampus, bintang dalam jualan, dan sejenisnya.

Apa yang membuat mereka tampak hebat dan menjadi bintang? 

Walaupun lingkungan dan latar belakang mereka berbeda paling tidak mereka memiliki tiga persamaan. Mari kita bahas tiga langkah menjadi bintang.
 
Pertama, mereka memperjuangkan kehidupan terbaik yang ingin diraihnya. 

Ternyata, semua bintang memiliki kehidupan terbaik yang ingin mereka capai. Sebagian besar jika saya bertemu dengan para bintang apakah pengusaha, ulama, konsultan, dan berbagai profesi lainnya mereka menunjukkan tujuan dan impian mereka dengan sangat jelas.

Dan, hebatnya, mereka memperjuangkannya dengan penuh kesungguhan dan penuh suka cita. Jika orang sudah memiliki kejelasan tentang arah yang ingin dituju dan komitmen untuk mewujudkannya selalu ada jalan dan cara yang akan terbentang.

Kejelasan inilah yang yang saya lihat jarang dimiliki oleh orang kebanyakan. Jangan heran jika ada orang yang tidak kuliah kok bisa sangat sukses, karena mereka jelas, terang, dan memperjuangkan kehidupan terbaik yang ingin diraihnya. Sedangkan orang yang duduk di bangku pendidikan cenderung bingung menetapkan pilihan hidupnya.

Kamis, 17 Maret 2016

Lima Pengaruh Keimanan kepada Hari Akhir Pada Jiwa Manusia


Apa yang menyebabkan merosotnya moral di tengah masyarakat dunia? Apakah karena kurangnya pendidikan? Apa yang menyebabkan ekonomi dan kekayaaan hanya dikuasai oleh segelintir orang di tengah masyarakat yang tidak memiliki tempat berteduh dan makan? Kenapa banyak orang yang terlihat berpendidikan tetapi tetap melakukan perbuatan yang menyimpang? Apa yang menyebabkan banyak penyimpangan pada generasi muda maupun tua? Materi apa yang seharusnya ditanamkan agar kita memiliki ketahanan karakter?

Jika kita membaca di berbagai media, menonton berita televisi, mendengar berita di radio, sudah tidak terhitung kasus yang berbau kriminal, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencabulan, korupsi, narkoba, dan banyak lagi.

Jika sebuah institusi negara ini ingin memiliki nafas panjang dalam mensejahterakan rakyatnya, institusi keluarga merindukan kedamaian di dalam rumahnya, masyarakat menginginkan keamanan dan ketertiban, tidak ada cara terbaik kecuali memahamkan masyarakat terhadap agamanya. 

Dari sekian banyak tuntunan agama ada satu poin rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim yaitu Iman kepada hari akhir. Sayangnya pendidikan kita cenderung menjadikannya sebagai hafalan tanpa memikirkan cara terbaik agar ia melekat dan menetap di dalam jiwa manusia.

Iman kepada hari akhir memiliki beberapa pengaruh yang besar di dalam pembersihan jiwa dan keistqamahan keadaannya, diantara pengaruh-pengaruh tersebut adalah :

1.      Menghalangi manusia dari berbagai kemaksiatan, menguatkan ketahanan agama di dalam hatinya dan mengarahkan hawa nafsu sesuai syariat.

Rabu, 16 Maret 2016

Cara Terbaik Memperbaiki Masa Depan



Sushi Tei, Central Park
Setelah menyelesaikan kegiatan di bandung selama 3 hari, saya menyempatkan diri untuk bersilaturahim ke rumah keluarga di jelambar, jakarta barat. Saya mengagendakan kunjungan hanya satu malam dan besoknya langsung berangkat lagi ke Bengkulu.

Saat makan malam saya selalu bersemangat berdiskusi dengan salah satu keluarga saya Om Rendra. Kami berdiskusi banyak seputar agama, politik, ekonomi, kemandirian bangsa, life style masyarakat yang berubah, kebijakan pemerintah. Saya melihat bahwa ia ternyata sosok yang menarik serta nyaman untuk diajak berbincang.

Banyak pelajaran yang bisa saya simpulkan dalam perbincangan kami, wawasannya yang luas karena beliau lulusan dari inggris, tetapi memiliki kemauan yang kuat untuk belajar agama. Gayanya yang sederhana menjadi daya tarik tersendiri setelah saya mengenalnya tiga tahun yang lalu ketika ada acara keluarga di kuningan.

Ia mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat cermat, mulai pola kerja, mendidik anak, dan keluarga. Saya sangat yakin setiap kesuksesan pasti memerlukan persiapan. Dan ia mempersiapkan anak-anaknya dari sekarang bersama istrinya Tante lisa. Di sela-sela kesibukannya, Tante Lisa mengontrol jadwal belajar dan bermain anak-anaknya.

Sebagai alumni dari salah satu universitas di Belanda, saya melihat Tante Lisa sangat memperhatikan dengan detail setiap pertumbuhan anak-anaknya. Mereka mempersiapkan sejak dini agar anak-anaknya siap menghadapi hidup. Guru ngaji didatangkan khusus ke rumah agar mereka paham agamanya.

Jika Anda ingin anak-anak Anda hebat di masa depan, persiapkanlah dari sekarang. Siapapun Anda, apa pun cita-cita Anda, ingatlah pesan ini baik-baik “Kesuksesan Anda ditentukan kemampuan Anda dalam mempersiapkan diri dan persiapan terbaik yang bisa kita lakukan adalah hari ini juga”.

Persiapan bukan hanya tentang apa yang Anda lakukan. Akan tetapi persiapan dimulai dari apa yang Anda percayai. Jika Anda percaya bahwa kesuksesan Anda  di masa yang akan datang tergantung pada apa yang Anda kerjakan hari ini, maka Anda akan memperlakukan hari ini dengan cara yang berbeda.

Selasa, 15 Maret 2016

Buktikan Cintamu




Untukmu yang memiliki orang tua. Kira-kira apa harapan mereka yang bisa Anda wujudkan? Apakah mereka menginginkan rumah mewah? Mobil yang mewah? Jalan-jalan? Sebagian iya, tapi banyak juga orang tua yang tidak membutuhkan apa-apa dari anaknya. Kenapa?

Mereka lebih memilih hidup yang sederhana di tengah hiruk pikuk dunia hari ini. Terkadang harapan mereka sederhana, mereka hanya ingin kita segera lulus kuliah, Mereka ingin anaknya Menjadi siswa terbaik Ujian Nasional, Mereka ingin kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Walau kita mengaku mencintai ibu kita, ketahuilah cinta kita tak seberapa bila dibandingkan dengan cinta ibu kita. Sebesar apapun rasa cintamu kepadanya, cinta ibu kita lebih besar bahkan hidup mereka hanya untuk melihat kita bahagia.

Ia rela membawa kita kemanapun ia pergi selama sembilan bulan lebih. Ia rela bertaruh nyawa ketika melahirkan kita. Ia rela bangun malam melawan kantuk ketika mendengar tangisan kita saat masih bayi. Ia dengan setia menunggu dan merawat tatkala kita sakit. Ia berdoa setiap saat untuk kebahagiaan kita. Pertanyaannya, sudahkah kita mendoakannya hari ini?

Guru saya pernah berkata “Salah satu tanda kedurhakaan kepada orang tua adalah kita lupa mendoaakannya setelah sholat”

Apa yang sudah kita lakukan untuk ibu kita? Renungkanlah sejenak, pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk orang yang sudah melahirkan kita? Jangan-jangan, kitapun sudah sering lupa mendoakannya.

Jangan tunggu terlalu lama untuk membahagian ibumu, segera teleponlah ia di tengah kesibukanmu, datangilah rumahnya untuk bercengkrama sesaat menghibur rasa rindunya kepadamu. Cukupkanlah kebutuhannya dengan rezeki yang Allah tititipkan untukmu. Buatlah ia tersenyum, Luangkanlah waktu untuknya, karena di sanalah kunci kesuksesaan dan surga yang kita rindukan. 

Ayo buktikan cintamu pada Ibumu, selagi mereka masih hidup.
Titip salam untuk Ibumu ya.

Jakarta, 6 Jumadil Akhir 1437 H

Senin, 14 Maret 2016

Mental Kaya



Apa yang diperlukan agar hidup kita semakin berlimpah, tumbuh dan berkah? Keyakinan. Saya sangat yakin jika hidup kita saat ini sedang banyak masalah, sahabat menjauh, rezeki serat. Kita harus berani membongkar keyakinan kita. Pasti ada yang salah dengan keyakinan kita.

Salah satunya kita harus memiliki keyakinan apa saja yang kita butuhkan sudah ada dalam diri kita. Tugas kita hanya memaksimalkan potensi itu sehingga memiliki manfaat untuk orang sebanyak-banyaknya.

Mungkin Anda mengetahui banyak cara untuk mengumpulkan uang, menjual suatu produk, dalam jumlah yang banyak, tetapi itu hanya satu hal. Ada hal lain yang sebaiknya kita miliki jika ingin hidup kita terus tumbuh. Salah satunya adalah memiliki mental kaya.

Minggu, 13 Maret 2016

Orang Sholeh dan Tukang Cukur


Anda sedang punya masalah? Hutang? Sedang galau? Bingung menentukan pilihan? Rezeki sedang seret? Semoga kisah berikut dapat menginspirasi kita.

Seorang yang terkenal taat dan sholeh mendatangi tukang cukur. Sembari mencukur rambut, tukang cukur membuka percakapan, “Saya sekarang malas beribadah, mas. Sebab, banyak ajaran yang tidak benar dalam agama.”

Mendengar itu, orang yang sholeh terkejut dan bertanya, “Boleh tahu mana ajaran yang tidak benar?” 

Tukang cukur menjawab, “Katanya Allah Maha Pengasih, kok banyak orang galau dibiarkan. Katanya Allah Maha Pemberi rezeki, kok banyak orang banyak hutang dibiarkan sampai stress.”

Jumat, 11 Maret 2016

Keputusan-Nya Pasti Lebih Baik

Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan dan harapan yang baik dan indah untuk masa depannya. Harapan adalah kekuatan yang memberikan kita semangat untuk terus yakin dan percaya bahwa semua yang kita lewati tidaklah sia-sia. Faktanya kita tidak menemukan jalan yang tenang dan lurus hidup kecuali ada riak-riak gelombang yang datang menerpa kehidupan kita.

Ujian kehidupan merupakan sunatulloh yang berlaku untuk setiap manusia. Ujian bukanlah standar Alloh cinta atau benci dengan seseorang. Orang yang hidupnya selalu  tenang tanpa ujian bukan berarti lebih dicintai Alloh dibandingkan hamba yang hidupnya diselingi ujian yang terkadang terasa berat dan mencekam.

Bagi mereka yang mendapatkan cobaan yang sangat berat, hendaklah bedoa. Ketika berdoa dan selesai berdoa usahakan janganlah terlintas dalam hati bahwa jawaban-jawaban doanya ditunda atau malah tidak dikabulkan.

Inilah beda manusia dan Penciptanya. Allahlah dzat yang wajib dimintai, Dia senang jika hamba-Nya sering meminta dan murka apabila hamba-Nya tidak pernah meminta, Dialah Maharaja, dan Maha Bijaksana.

Sekiranya kita tidak juga melihat jawaban atas doa-doa yang kita panjatkan, yakinlah Dia berhak melakukan segala yang dikehendakinya dalam kekuasaan-Nya. Bisa juga, kita melihat Doa-Doa itu dikabulkan pada waktu yang cukup lama, maka yakinlah Dia telah bekerja sesuai dengan Kebijaksanaan dan Hikmah-Nya.

Yang perlu kita hujamkan ke dalam jiwa bahwa Alloh selalu memilihkan yang terbaik bagi hamba-Nya. Yang terbaik tidak selalu harus saat ini juga, yang terbaik tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, karena waktu yang akan menjawab semua sekenario yang Alloh tetapkan untuk hamba-Nya.

Kamis, 10 Maret 2016

Hukum Kekekalan Energi Bagi Manusia

Apa Anda pernah mendengar Hukum Kekekalan Energi? Disekeliling kita ada banyak energi yang tidak bisa kita lihat dan pegang. Ilmu fisika menyebut sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan kerja.

Kemarin kita menyaksikan tanda-tanda kebesaran Alloh Subhanahu Wata’ala melalui gerhana matahari. Salah satu pelajaran dari matahari dan alam semesta adalah keteraturan, keserasian, dan ketundukannya pada Sang Pencipta. Ketika masing-masing ciptaan Tunduk dan patuh kepada sang Pencipta maka di sanalah letak keamanan, kedamaian, keindahan, dan kebahagian.

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

Apabila Anda mempelajari dan memahami tentang cara Kerja HKE, Anda akan menyingkap rahasia-rahasia besar yang ada di dalam kehidupan manusia.

Rabu, 09 Maret 2016

Ibumu Merindukan Prestasimu


Setiap kita pasti belum tentu saat ini menjadi orang tua, tetapi kita pasti lahir dari rahim seorang ibu. Dengan penuh cinta dan kasih sayangnya ia bergembira mendengar bahwa akan lahir dari rahimnya seorang anak.

Kurang lebih sembilan bulan ia membawa kita kemana pun ia pergi, berat terasa perjuangannya menyambut kelahiran kita di dunia. Tidak ada rasa mengeluh, kesal, dan marah. Itulah cinta, yang membuat ia rela mengorbankan segalanya demi sang buah hati.

Tahukah Anda, apa kira-kira yang ia harapkan dari kita?

Kebanyakan kita mengira orang tua kita akan bahagia jika kita bisa membelikan mereka ini dan itu, memberangkatkan kita ke seluruh belahan dunia. Itu mungkin saja. Akan tetapi, hakikatnya Ibu kita tidak mengharapkan apapun dari kita, kecuali melihat kita berprestasi, menjadi anak yang sholeh, taat kepada Robb-Nya dan bermanfaat untuk orang lain dan semesta.

Selasa, 08 Maret 2016

Hakikat Zuhud

Anda mungkin pernah mendengar kata zuhud. Tetapi banyak orang yang menyalahartikan arti zuhud. Terkesan di masyarakat orang yang zuhud adalah orang yang berpakaian seadanya.

Suatu hari Hasan Al Basri ditanya, “Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? 

Beliau menjawab: aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.”

“Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal soleh.”

“Aku tahu ALLAH Ta’ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.”

“Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH.”

Senin, 07 Maret 2016

Kembangkan Bakat Yang Anda Miliki



Tidak ada manusia yang tidak memiliki potensi dan bakat dalam hidup ini. Tuhan telah menganugrahkan berbagai potensi dan karunia yang dahsyat kepada setiap manusia. Pertanyaannya, sudahkah kita mengetahui potensi yang harus kita kembangkan?

Salah satu yang saya ajarkan pada orang-orang dalam seminar-seminar saya adalah jika Anda mengatakan “Saya tidak berbakat atau saya tidak punya kelebihan dan potensi, berarti Anda Sah menghina Sang Pencipta. Kenapa? Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan manusia tanpa potensi”

Anda mungkin pernah mendengar atau melihat orang yang tidak memiliki tangan tapi memiliki keahlian melukis dengan kakinya. Menurut Anda berapa harga sebuah lukisannya jika dijual? Sepuluh juta rupiah. Bagaimana dengan kita yang memiliki tangan?

Mulai hari ini berhentilah membesar-besarkan kelemahan dan mulailah mengembangkan kekuatan Anda. Khususnya yang saya maksud adalah kemampuan / skill Anda pada suatu bidang. Apabila kelemahan itu terletak pada sikap atau karakter maka itu wajib Anda perbaiki dan kontrol terus-menerus.

Kamis, 03 Maret 2016

Manusia Langit yang Membumi



Jalan Menuju Teluk Sebayur
Setiap orang  beriman yang benar imannya, jujur pertaubatannya, cinta kepada Robbnya, menanti-nanti kepulangannya ke kampung halamannya di Surga dengan terus mempersiapkan diri, pasti mendambakan untuk menjadi penghuni surga.

Tahukah Anda jalan pintas agar lebih mudah menjadi sesuatu yang Anda inginkan? Apapun yang Anda inginkan dan menjadi apa, tidak ada cara yang lebih mudah dari pada belajar ditambah dengan modeling (mencontoh). 

Apapun profesi dan pekerjaan Anda saat ini, cara paling mudah agar Anda menjadi bintang adalah mencontoh orang yang sudah berhasil. Karena saya yakin, sukses selalu meninggalkan jejak. Jejaknya bisa kita ketahui dengan belajar atau berguru langsung dengan orang yang terbaik di bidangnya.

Jika Anda ingin percaya diri, tirulah bagaimana keyakinan orang yang percaya diri, cara ia bernafas, berbicara, jalannya, tatapannya, perasaannya, tindakan apa yang ia lakukan?

Tetapi kali ini kita akan berbicara sesuatu yang lebih dahsyat, yaitu bagaimana meniru sifat atau karakter penghuni surga?

Jika kita ingin menjadi penghuni surga, contohlah karakter penghuni surga. Hiduplah sebagaimana mereka hidup. Calon penghuni surga, sudah bisa merasakan kebahagian karena ia berpikir, merasakan dan bertindak layaknya hidup di surga. Walaupun perbedaan dunia dan surga sangat jauh.

Rabu, 02 Maret 2016

Meningkatkan Soft Skill


Sumber : Google

Apa yang membuat kelesuhan dalam dunia mahasiswa hari ini? Saya melihat ada yang cukup janggal dengan pergerakan mahasiswa. Hanya selang beberapa tahun, tetapi seolah mahasiswa mulai kehilangan panggung untuk berbuat lebih banyak bagi, pengembangan dirinya, masyarakat, bangsa dan agama.

Sebagian terlalu sibuk dengan urusan pribadi, tugas pribadi, dan agenda masing-masing. Yakinlah orang yang hanya hidup untuk dirinya sendiri itu gampang sekali galau, dibanding orang yang suka berbagi dan memiliki komunitas yang positif. Tapi ada yang penting harus diketahui oleh mahasiswa hari ini.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh TEIS (lembaga pendidikan di Amerika), bahwa keberhasilan seseorang lebih ditentukan oleh soft skill, dan 30 persen oleh hard skill (kemampuan akademik).

Jadi, menurut dia, IPK mahasiswa kalau diberi peringkat, dari 20 soft skill, ternyata hanya nomor 17, yang nomor 1 adalah communication skill (lisan maupun tulisan). Soft skill akan berkembang jika mahasiswa aktif berorganisasi. Jadi kemampuan berorganisasi yang baik juga harus dikembangkan di kalangan mahasiswa.

Selasa, 01 Maret 2016

Membangun Karakter Melalui Sholat Berjamaah di Masjid



Adakah perjalanan yang lebih romantis daripada perjalanan seorang hamba menuju Sang Penciptanya? Dimana pun ia berada, di belahan dunia manapun ia menginjakkan kakinya, tidak ada tempat yang lebih indah dan menentramkan selain rumahnya Alloh (Masjid).

Saya meyakini dengan sepenuh hati jika kita ingin memasukkan nilai-nilai yang baik, karakter positif, menginternalisasi ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah,  maka tidak ada tempat yang lebih baik kecuali seseorang harus memiliki hubungan yang harmonis dengan masjid.

Coba Anda perhatikan berapa banyak anggaran yang sudah dihabiskan untuk mendidik para aparatur negara, melalui diklat, seminar, training, dan sejenisnya. Berapa banyak sekolah yang mengajarkan nilai-nilai penting untuk kehidupan manusia tetapi masih juga mengabaikan masjid.

Lalu apa yang terjadi ketika manusia (Muslim khususnya) menjauhi masjid. Nilai-nilai itu hanya dijadikan hafalan, retorika, perdebatan yang tidak pernah kunjung usai. Pikiran kita buntu dan hati kita membatu untuk memahami dan mengamalkan semua yang tertera di dalam AL-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Sholaullohhu ‘alaihi Wassalam.

Dalam mencari ilmu tidak ada masalah kita mendapatkannya di gedung, hotel, dan tempat-tempat lainnya, akan tetapi jika kita ingin nilai-nilai atau ilmu yang kita pelajari  turun ke hati tidak ada tempat yang lebih kondusif daripada masjid.

Oleh karena itu, Seorang muslim yang takwa akan berusaha sholat berjamaah sedapat mungkin, hal itu karena Rosululloh Sholaullohhu ‘alaihi Wassalam mengabarkan bahwa “Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendirian dengan 27 derajat” (Muttafaq ‘alaihi)

Dan Rosululloh Sholaullohhu ‘alaihi Wassalam mengabarkan “Bahwasanya seorang muslim (apabila berwudhu dengan baik, kemudia pergi ke masjid, tidak ada tujuan lain kecuali sholat, tidak melangkah satu langkah kecuali diangkat baginya satu derajat, dan dihapuskan darinya satu kesalahan, jika ia sholat, malaikat senantiasa bersholawat padanya selama berada di tempat sholatnya, selama wudhunya tidak batal: “Ya Alloh, ampunilah ia, ya Alloh, kasihanilah ia, dan ia senantiasa dalam sholat selama ia menunggu sholat”. (Muttafaq ‘Alaihi)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...