Cara Nabi Mengajar Kita Untuk Menghilangkan Kegundahan dan Bebas Berhutang

Bagaimana kabar Anda hari ini sahabat ? Semoga selalu dalam lindungan, rahmat dan petunjuk Allah Subhanahu wata'ala. 

Seorang penyair pernah berkata "Sehari menjadi milik kita dan hari lain belum tentu milik kita. Sehari kita mendapat kemalangan dan hari lain kita bergembira"

 Apakah Anda pernah mengalami kegundahan? Bersedih terhadap sesuatu yang telah berlalu? atau khawatir dan takut terhadap sesuatu yang belum terjadi? Apakah Anda pernah dihingapi rasa malas melakukan sesuatu? atau merasa lemah dalam beraktivitas? Takut menghadapi hidup? Mungkin juga karena sekarang Anda sedang dililit hutang? atau Anda sedang berada di bawah tekanan orang lain?

Itulah hidup, setiap kita mendapatkan ujian dan cobaan sesuai dengan kadar keberagamaan kita. Jangan pernah menduga dengan semua amal sholeh yang kita lakukan, maka kehidupan ini akan berjalan lurus saja, tanpa halangan. 

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengucapkan: kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?

 وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

"Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, dengannya maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang dusta. "
(Q.S. Al-Ankabut: 2-3)

Pagi ini saya ingin berbagi kisah kepada Anda. Solusi dari permasalahan Anda. Jawaban langsung dari manusia mulia, Nabi Muhammad Sholaullohhu 'Alaihi Wassalam.

سنن أبي داوود ١٣٣٠: عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ قَالَ هُمُومٌ لَزِمَتْنِي وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ قَالَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ وَإِذَا أَمْسَيْتَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي

Sunan Abu Daud 1330: Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata; Rasulullah shallAllahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari masuk masjid dan ternyata terdapat seorang sahabat dari anshar yang dipanggil Abu Umamah, beliau berkata: "Ada apakah gerangan aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu shalat?" 

Dia menjawab; "kegundahan dan hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasulullah!"

Beliau berkata: "Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila kamu ucapkan maka Allah Azza wa jalla akan menghilangkan kegundahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?" 

Dia berkata: "ya wahai Rasulullah." 

Beliau bersabda: "Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah: 

"ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WA A'UUDZU BIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI, WA A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI WA A'UUDZU BIKA MIN GHALABATID DAINI WA QAHRIR RIJAAL "

(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepadaMu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain). 

Dia berkata: maka akupun melaksanakannya dan ternyata Allah 'azza wajalla menghilangkan kegundahanku dan melunasi hutang-hutangku.

Jika kita baca, resapi, dan amalkan pagi dan petang. Mudah-Mudahan Allah berikan kemudahan dalam hidup kita untuk menjalani hidup.

Penjelasan hadist di atas, semoga kita bahas dikesempatan yang lain.

Gambar: teropongbisnis

Jakarta, 16 Syawal 1437 H 

Komentar

  1. makasih infonya rio
    ntar diterapkan karena kadang sering juga tetiba gundah gulana >.<

    BalasHapus
  2. sama-sama Rei, Kesedihan terhadap yang telah berlalu dan Kegalauan terhadap yang belum terjadi merupakan masalah manusia sepanjang masa.

    Solusinya Kita selalu melibatkan Allah dalam setiap desah nafas kita. Dengan demikian semoga rahmat-Nya selalu menyertai hamba-hamba-Nya.

    Coba Dirutinkan, jangan sekali-sekali, biar makyus dampaknya:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...