Sabtu, 18 November 2017

Gejala Afluenza : Demam Kemewahan dan Solusi Mengatasinya

Hidup di kota metropolitan kita akan melihat, mendengar, dan merasakan kesunyian di tengah berlimpahannya materi yang datang menghampiri. Tidak sedikit orang yang memiliki penghasilan yang tidak berlimit itu merintih, terasing, dan diliputi kecemasan dalam hidupnya.

Kita mungkin akan salut dan bangga mendengar orang yang berjuang dan merintis usaha dari zero to hero. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan juga adalah mengenali gejali penyakit sosial yaitu Afluenza. Apa itu?

Perpaduan affluence (kemakmuran) dan influenza (flu), affluenza adalah istilah yang digunakan oleh pengritik konsumerisme. Ia diduga telah pertama kali digunakan pada tahun 1954 namun mendapatkan pijakan sebagai konsep dengan sebuah film dokumenter PBS tahun 1997 dengan nama yang sama dan buku berikutnya, Affluenza: The All-Consuming Epidemic (2001, direvisi tahun 2005, 2014).

Karya-karya ini mendefinisikan affluenza sebagai "kondisi beban berlebihan, hutang, kegelisahan, dan pemborosan yang menyakitkan dan menular secara sosial, yang disebabkan oleh pengejaran lebih banyak hal". Istilah "affluenza" juga telah digunakan untuk merujuk pada ketidakmampuan untuk memahami akibat-akibat dari tindakan-tindakan seseorang karena keistimewaan keuangan.

Jumat, 17 November 2017

Apa Sebenarnya Problematika yang dihadapi Umat Islam saat ini?

Kurang lebih 1,5 milyar Jumlah umat Islam atau sepertiga penghuni bumi ini, tersebar di berbagai negara, baik di negera-negara Islam maupun non Islam. Mengacu pada tingkat kesuburan perempuan Muslim yang saat ini mencapai 3,1 bayi per perempuan, jumlah populasi kaum Muslim di dunia pada 2050 akan meningkat sebanyak 70%, menjadi 2,8 miliar orang atau 30% dari penduduk Bumi. Jumlah tersebut sekaligus menyamai populasi umat Kristen di dunia. Selain itu kaum Muslim juga akan mewakili sebanyak 10% dari total populasi penduduk Eropa.

Namun sangat disayangkan jumlah yang begitu besar ini tidak dibarengi dengan kualitasnya. Hampir semua negara Islam bergantung pada negara barat, sehingga berdampak pada kurang pengaruhnya peranan kaum muslimin dalam kondisi politik dunia. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, umat Islam di berbagai negara hanya menjadi objek segala kepentingan barat, merekalah penentu segala kebijakan, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan bahkan agama.

Ketika mata dan pikiran kita di bombardir dengan informasi dari berbagai media, baik elektronik maupun cetak. Ketika orang benar dikriminalisasikan, yang salah merasa nyaman dengan kesalahannya. Kudeta, konflik yang tidak berkesudahan di berbagai belahan dunia (Khususnya negara-negara yang mayoritas berpenduduk islam). Di tengah berbagai fenomena itulah hendaknya kita kembali bertanya, apa problematika yang sebenarnya sedang dihadapi umat islam saat ini?

Sesungguhnya problema yang dihadapi umat Islam pada saat ini bersumber dari berbagai pengaruh negatif yang dipropagandakan musuh di tengah umat Islam. Pengaruh-pengaruh negatif itu belakangan sukses meracuni pola pikir umat Islam, akidah dan akhlak mereka. Musuh senantiasa melakukan segala upaya untuk mempengaruhi umat Islam.

Ada pun yang menjadi beban pikiran kita dalam persoalan akhir-akhir ini adalah apa yang menimpa para ulama kita. Tidak bisa dipungkiri, para ulama seolah lambat dalam menyikapi persoalan yang membelit umat. Mereka kurang sigap dalam mengemban tugas dakwah dan mengentaskan umat manusia dari ketidak-tahuan. Wawasan mereka sempit tatkala berinteraksi dengan kelompok di luar mereka sehingga tidak ada ikatan kerja sama yang erat di antara para ulama.

Rabu, 15 November 2017

Kisah Hikmah: Sepele

Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bus yang melaju ke tengah kota.  Di satu pemberhentian bus, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bus dan duduk di samping wanita muda tadi.  Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bus.

Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."

Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum:

 "Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, perjalanan bersama kita ini terlalu singkat.  Saya juga akan turun di perhentian bus berikutnya di depan nanti"

Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas:

 "Kita tidak perlu berdebat untuk sesuatu yang sepele Perjalanan kita bersama amat singkat."

Sahabat, Alangkah indahnya kalau masing-masing kita busa menyadari bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini  sangat singkat sehingga kita tidak akan membuang waktu untuk membuat perjalanan hidup kita jadi suram dengan macam-macam perdebatan, atau dengan adu argumentasi yang sengit dan tajam. 

Selasa, 07 November 2017

Beginilah Jika Bersaudara

Dua orang bersaudara bekerja bersama menggarap ladang milik keluarga mereka. Yang seorang, si kakak, telah menikah, dan memiliki keluarga yang cukup besar. Si adik masih lajang, dan belum merencanakan untuk menikah. Ketika musim panen tiba, mereka selalu membagi hasil sama rata. Selalu begitu.

Pada suatu hari, si adik yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit.” Maka, demi si kakak, setiap malam, dia akan mengambil sekarang pada miliknya, dan dengan diam-diam, meletakkan karung itu di lumbung milik kakaknya. Sekarung itu ia anggap cukuplah untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya.

Sementara itu, si kakak yan telah menikah pun merasa gelisah akan nasib adiknya. Ia berpikir, “Tidak adil jika kami selalu membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan mampu merawatku kelak ketika tua. Sedangkan adikku, tak punya siapa-siapa, tak akan ada yang peduli jika nanti dia tua dan miskin. Ia berhak mendapatkan hasil lebih daripada aku.”

Karena itu, setiap malam, secara diam-diam, ia pun mengambil sekarung padi dari lumbungnya, dan memasukkan ke lumbung mulik adik satu-satunya itu. Ia berharap, satu karung itu dapatlah mengurangi beban adiknya, kelak.

Jumat, 03 November 2017

Surah Al-Maidah Ayat 105: Teguhkan Pribadimu

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Maidah: 105)

Jika kita baca dengan seksama ayat di atas terkesan menyuruh kita untuk menjaga diri sendiri, ketika banyak hal buruk sedang terjadi. Pada zaman sahabat-sahabat sendiri rupanya ayat ini sudah menjadi perbincangan. Perintah amar ma’ruf nahi munkar tetap berlaku dan dikerjakan terus.

Menurut Abdullah bin Mas’ud, ayat ini pernah dibicarakan orang di dalam majelis Ibnu Mas’ud ada dua orang rupanya bertengkar di hadapan majelis itu sehingga hampir berkelahi. Melihat kejadian itu, seorang yang duduk dalam majelis Abdullah bin Mas’ud berkata, “Lebih baik saya berdiri dan saya melakukan amar ma’ruf nahi munkar kepada kedua orang yang hendak berkelahi ini.” kemudian, seorang lagi yang turut duduk juga di dalam majelis itu berkata, “Biarkan sajalah! Bukankah sudah ada ayat yang mengatakan jaga sajalah dirimu!”

Selama hati kamu masih satu, belum ada berpecah belah menjadi beberapa golongan dan sebagian kamu belum menderita sebab serangan sebagian lainnya maka hendaklah kamu tetap beramar ma’ruf nahi munkar. Namun, apabila hati kamu telah berpecah belah bergolong-golongan, yang setengah telah menyerang yang setengah maka pada waktu itu menjaga diri sendirilah yang mesti kamu pentingkan. Pada waktu itulah datangnya takwil ayat ini. demikian keterangan Ibnu Mas’ud. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Abdullah bin Umar pun pernah berkata seperti itu. Kata beliau, “Ayat ini belum berlaku terhadap diriku dan kawan-kawanku karena Rasulullah telah memerintahkan agar orang-orang yang pernah menyaksikan beliau, seperti kami ini, supaya menyampaikan kepada yang tidak hadir. Tetapi, ayat ini akan berlaku di atas kaum yang akan datang sesudah kita yang kalau mereka menyampaikan suatu peringatan tidak lagi akan diterima orang.” Riwayat Ibnu Jarir.

Dalam majelis pada zaman khalifah Utsman bin Affan di Madinah, pernah juga orang membicarakan ayat ini. sebagian besar menyatakan bahwa takwil ayat ini belum ada sekarang.

Berdasarkan perkataan para sahabat yang besar itu, Abdullah bin Mas’ud,  Abdullah bin Umar, dan majeleis  Sayyidina Ustman, mengertilah kita bahwa memang ayat-ayat Al-Qur’an itu, termasuk ayat ini, ada yang baru dipahami pengertiannya lama sesudah Rasulullah wafat dan lama sesudah sahabat-sahabat Rasulullah shalaullohhu ‘alihi wassalam sendiri. Sebab pada zaman para sahabat sendiri belum terlihat suatu sebab pun untuk menjalankan ayat ini. semua orang masih wajib beramar ma’ruf nahi munkar.

Namun, di belakang beliau akan datang suatu masa, kekacauan memuncak, orang hidup sendiri-sendiri, perpecahan dan cemburu, salah menyalahkan, nasihat tidak berharga, kejujuran menjadi tertawaan. Hal yang sebenarnya tidak boleh dibicarakan, orang yang cari muka terlalu banyak, maka pada itu ingatlah diri sendiri, peliharalah iman kepada Allah dan tidak perlu terlalu banyak melihat  orang lain.

Mencermati kata-kata dan pertimbangan sahabat-sahabat Rasulullah yang utama itu, kita mendapat kesan bahwa mereka berpendapat pada zaman mereka ayat ini belum akan berlaku. Artinya, amar ma’ruf nahi munkar mesti terus dijalankan. Barangkali nanti kemudian hari, amar ma’ruf nahi munkar terpaksa didiamkan karena pada zaman itu kekacauan kelak akan memuncak. Zaman ketika orang yang berani mengatakan yang benar akan dianaiaya orang. Dan hal yang beliau isyaratkan itu memang telah terjadi pada zaman kita ini.

Pihak-pihak yang berkuasa dalam satu negeri menyuruh rakyat menyatakan terus terang apa yang salah. Namun, kalau yang salah itu dikatakan terus-terang, mereka malah marah dan diri sendiri bisa mendapat bahaya, misalnya dihukum, dipenjara, diasingkan, bahkan di singkirkan.

Menurut pemahaman ibnu mas’ud, kalau keadaan sudah serupa itu nanti, jaga sajalah dirimu menurut ayat ini. asal engkau sudah langsung mengambil petunjuk dari Allah, betapa pun sesatnya orang lain mereka tidak akan memberi bahaya bagi kamu. Adapun sekarang ini (zaman Ibnu Mas’ud zaman gemilang sahabat Rasulullah), amar ma’ruf nahi munkar mesti terus dilakukan.

Benarkah demikian? Kita sebaiknya berdiam diri saja jika melihat kekacauan?

Nomor BPJS Anda Tidak Terdaftar, Ini Solusinya


Pernakah Anda mengalami kesulitan ketika membayar iuran BPJS?

Ada pengalaman menarik selama satu bulan ini terkait pembayaran BPJS Kesehatann yang misterius. Kenapa? Karena setiap kali membayar dari tanggal 1 bulan Oktober sampai akhir bulan selalu mendapatkan jawaban yang sama ketika ingin melakukan pembayaran iuran BPJS “Nomor Anda Tidak Terdaftar”.

Pengalaman pertama mendapatkan jawaban “Nomor Anda tidak terdaftar” saya mencoba mencari informasi ke berbagai sumber,

Pertama, Ternyata banyak yang menyarankan melakukan pembayaran di awal waktu (Misalnya Tanggal 1-5), karena jika di akhir-akhir menjelang tanggal 10 akan banyak yang melakukan pembayaran sehingga sering terjadi gangguan.

Kedua, sebaiknya melakukan pembayarannya malam hari karena sedikit yang transaksi.

Ketiga, ini saran baru yang saya ketahui dan belum dicoba adalah melakukan pembayaran sekaligus beberapa bulan.

Ada pula pengalaman orang yang terlalu rajin membayar, sebelum tanggal 1 maka dapat dipastikan tidak bisa melakukan transaksi. Walaupun dari beberapa informasi sebenarnya kita bisa melakukan pembayaran iuran BPJS beberapa bulan sekaligus. Saya sendiri belum pernah mencobanya.

Berangkat dari pengalaman masa lalu, saya biasanya melakukan pembayaran iuran setiap tanggal 1. Akan tetapi, bulan ini ada sesuatu yang berbeda. Saya menerima jawaban yang sama sampai 3 hari yang lalu, yaitu “Nomor Anda tidak terdaftar”. Berhubung belum sempat datang langsung ke kantor BPJS, maka saya memutuskan untuk mengunjungi websitenya.

Rabu, 01 November 2017

Berita Hoax, Literasi Informasi dan Media dalam Perspektif Islam

Menurut Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII)  Tahun 2016 pengguna Internet di Indonesia mencapai angka 132,7 juta. 51, 8% laki-laki dan 48,2% perempuan. 65 % Pengguna internet di pulau jawa sebanyak 56,3 juta orang. 15,7% (20,7 juta) di Sumatera, Bali & Nusa: 4,7% (6,1 juta), Kalimantan 5,8% (7,6 Juta), Sulawesi 6,3% (8,4 Juta), Maluku & Papua 2,5 % (3,3 Juta).
 
Dengan pengguna internet sebanyak itu, artinya sebuah kesempatan besar untuk memanfaatkannya sebagai sarana pengembangan pendidikan, ekonomi, komunitas sosial, kesehatan (Berbagi pola hidup sehat), dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Tetapi, di sisi lain saat ini banyak sekali berita hoax, situs negatif, pornografi, dan hal-hal yang berbau negatif bergentayangan di tengah-tengah kehidupan kita membawa dampak negatif yang perlu diantisipasi. Dengan cepatnya berita itu masuk bahkan bisa mempengaruhi cara berpikir, emosi, dan keputusan kita dalam menyikapi sesuatu.

Kellner menyebutkan bahwa kemajuan Teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) dengan fitur-fitur teknologi yang canggih memiliki dua sisi, yaitu manipulatif dan informatif sehingga perlu kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakannya.

Faktanya peningkatakan kemampuan TIK masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, sebagai bentuk respon terhadap kemajuan perangkat TIK yang canggih saat ini tidak diimbangi oleh kemampuan untuk memilih, memilah, menggunakan, mengevaluasi serta mengkomunikasikan informasi yang dibawa melalui perantara perangkat TIK.

Saya sering mendapatkan berita-berita yang terindikasi Hoax. Berangkat dari keprihatianan sebagian besar orang yang dengan mudah termakan berita hoax, maka mari kita perhatikan tips untuk membedakan apakah ini berita hoax atau tidak?

Sabtu, 28 Oktober 2017

Alasan dibalik Kegagalan

Tahukah Anda salah satu faktor yang menyebabkan banyak manusia yang gagal dalam hidup adalah suka mencari alasan. Bila Anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, Anda bisa menemukan banyak sebab dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.

Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri.

“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syuura: 30).

Jika kita menemui hambatan/ musibah dalam hidup. lebih baik melihat kedalam diri terlebih dahulu daripada sibuk saling tuding, saling menyalahkan orang lain. Itu semua tidak akan menyelesaikan masalah. Ini menjauhkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari sesuatu untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

Tiga tahun yang lalu ada pelajaran yang menarik ketika kami melakukan perjalanan ke sebuah kabupaten lebong, kami bertemu dengan beberapa para penambang emas. Belajarlah dari penampang yang tekun mencari emas. Tak jemu ia laukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan. Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan.

Jika kita buat sebuah ilustrasi, Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila Anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka Anda akan menemukan cahaya kesempatan. Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua  emas yang ada di dalamnya.

Sahabat, jika kita membaca dan mempelajari kisah-kisah orang besar dalam kita akan menemuakan bahwa setiap pribadi yang sukses dan bahagia hidupnya, selalu melalui setidaknya beberapa cerita derita. Kesabaranlah yang membuat mereka sampai ke kondisi yang banyak diidam-idamkan orang lain. Sabarlah, insyaAllah Anda akan sampai.

Jakarta, 6 Safarn 1439 H

Rabu, 25 Oktober 2017

Tahukah Anda Ada 14 Permintaan Anak yang Mungkin Tidak Pernah Mereka Ucapkan!

Anak-anak adalah 25 persen dari populasi masyarakat, namun 100 persen masa depan.

Sahabat, tahukah Anda berdasarkan pada ratusan studi, menyimpulkan bahwa para remaja yang paling termotivasi secara akademis dan paling bertanggung jawab secara moral dan yang paling tidak mungkin terlibat dalam perilaku berisiko adalah mereka semua menikmati hubungan yang hangat dan terlibat  dengan orang tua mereka dan yang orang tuanya menetapkan ekspektasi yang jelas dan memonitor aktivitas mereka setiap hari dengan cara yang sesuai dengan umur anaknya.

Tentu semua  dari kita sepakat, apabila kita ingin memperbaharui masyarakat, kita harus membesarkan generasi anak-anak yang memiliki kultur karakter yang kuat. Dan apabila kita ingin melakukannya, kita memiliki dua buah tanggung jawab: pertama, memodelkan karakter yang baik dalam kehidupan kita sendiri, dan kedua, dengan memajukan pengembangan karakter dalam diri para pemuda kita.

Faktanya, dilapangan banyak orang tua yang belum mengenal siapa sesungguhnya anaknya. Sebagai orang yang bergelut dalam dunia pendidikan, saya mengamati banyak orang awam yang kurang peka terhadap bahasa isyarat yang ditunjukkan anak ketika berinteraksi dengan orang dewasa. Akibatnya , sebagian anak merasa tidak diinginkan, dengan cara berpikir mereka yang belum dewasa terkadang mereka sampai pada kesimpulan orang tua saya tidak sayang kepada saya. Mereka hanya sibuk dengan pekerjaan, teman, dan gawainya.

Sahabat, secara umum kita akan bertemu dua tipe anak. Satu yang sangat terbuka, ia akan bercerita banyak hal kepada kita tentang apa yang ia alami di sekolah, apa harapannya, keinginannya, kesedihan, hal-hal yang ia takutkan. Tetapi, yang kedua, ada anak yang terkadang menutupi  dirinya pada beberapa hal. Biasanya mata berbicara banyak hal, dari sorot mata sang anak kita bisa mengetahui tingkat emosinya. Uniknya, tahukah kita ada banyak hal yang tidak bisa mereka ungkapkan secara lugas dan jelas kepada orang dewasa.

Mari kita, cermati 14 permintaan anak yang mungkin belum sempat terucap:

1. Cintailah aku sepenuh hatimu.
2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.
3. Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku atau orang lain.
4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.
5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.
6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.
7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.
8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.
9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku?
10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.
11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.
12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.
13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.
14. Berilah aku pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu kelak, dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke Surga.

Demikianlah 14 permintaan anak yang selama ini belum kita dengar, semoga menjadi bahan renungan bersama untuk membersamai mereka menjadi generasi yang tangguh, cerdas dan berkarakter.

Saya berharap, semoga Allah mengkaruniakan kepada kita keturunan/anak yang sholeh dan sholeha. Aaamin.

Baca juga : Kisah Teladan: Pelajaran Tauhid dari Ayah

Silahkan jika ada yang mau menambahkan atau menemukan permintaan tersembunyi anak/ keponakannya.

Jakarta, 3 Safar 1439 H. | @riosaputranew

Senin, 23 Oktober 2017

Akibat Berpaling dari-Nya

Pernahkah Anda merasa urusan yang saya jalani tidak pernah kelar? Rumit? Belum kelihatan ujungnya? Pagi bertemu pagi mungkin bukan hal yang aneh di jakarta. Pagi ingat kerjaan, pulang masih membawa kerjaan. Kapan enjoynya?

Apakah Anda pernah merasakan kondisi yang demikian? Kegalauan dan kegetiran hidup datang silih berganti. Apakah Anda pernah melihat seseorang mengalami hal ini? atau mungkin pernah mengalami?

Orang yang cita-citanya pada pagi dan petang hari tidak lain hanya  hanyalah Allah, maka Allah akan menjamin semua hajatnya, menanggung segala kegetirannya, mengisi hatinya dengan perasaan cinta kepada-Nya, mengerakkan lidahnya untuk berdzikir kepada-Nya, dan menggerakkan anggota tubuhnya untuk melakukan ketaatan kepada-Nya.

Pertanyaanya, mungkinkah kita memfokuskan hari ini untuk mengharapkan ridho Allah jika kita tidak memulainya dengan memuji, sujud dan menyembah-Nya? Membaca kalam-Nya (Al-Qur’an)?

Keadaan sebaliknya yang terjadi, orang-orang yang cita-citanya pada pagi dan petang hari tidak lain hanya untuk dunia, maka Allah akan membebankan kecemasan, keresahan, dan kesulitan dunia kepadanya. Allah juga menyerahkan urusan orang itu kepada dirinya sendiri.

Akibatnya apa? Hatinya dipenuhi dengan kecintaan kepada makhluk daripada kecintaannya kepada sang Khaliq. Lisannya disibukkan dengan menyebut-nyebut nama makhluk daripada menyebut-nyebut nama sang Khaliq. Anggota badannya sibuk melayani manusia daripada melayani Allah. Ia bekerja membanting tulang seperti binatang yang melayani makhluk lainnya.

Tidak perlu heran, bahkan ketika waktu menjelang sholat pun ia tampak sangat sibuk, sholat dengan terburu-buru. Padahal seandainya ia mengetahui bahwa ia sedang berhadapan dengan Sang Pemberi Rezeki tentu ia tidak akan berbuat demikian.

Orang yang tujuan dan cita-citanya Allah tentu fokus dan harapannya hanya tertuju kepada Allah, karena bekerja adalah ibadah, maka hatinya tidak larut dan melekat kepada pekerjaanya. Ia mampu mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik dalam setiap desah nafasnya.

Sahabat, ingatlah pesan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah “Setiap orang yang berpaling dari pengabdian, ketaatan, dan kecintaan kepada Allah, pasti akan mendapat cobaan atau musibah dari-Nya: yaitu, berupa pengabdian, kecintaan, dan pelayanan kepada sesama makhluk-Nya.

Semoga keselamatan, rahmat, dan barokah Allah selalu menyertai kita semua.

Photo Credit: google

Jakarta, 2 Safar 1439 H

Minggu, 15 Oktober 2017

Cara Prof. Malik Fajar Mengelola Perguruan Tinggi yang awalnya tidak pernah dilirik orang menjadi PT yang Menarik Perhatian

Ada satu pembahasan yang tidak pernah tuntas dalam setiap diskusi bersama akademika kampus. Tentu sudah bukan hal yang asing bahwa mahasiswa adalah bahan bakar bagi Perguruan Tinggi untuk terus bisa beroperasi, apalagi kampus swasta. Kecuali kampus yang sudah memiliki kegiatan sampingan berupa usaha pom bensin, hotel, perkebunan, sehingga tidak bergantung kepada kantong mahasiswa.

Menarik sekali jika kita meninjau apa yang dilakukan oleh Prof. Malik Fajar dalam memajukan UMM dan UMS. Mengapa? Dari sebuah PT yang tidak pernah dilirik orang menjadi PT yang menarik kerumunan umat untuk memasukkan anak-anaknya ke sana.

Dari kampus yang tidak memiliki gedung sendiri dan terkesan kumuh sampai kini menjadi kampus megah dan elite bila disandingkan dengan kampus-kampus di sekitarnya. Dari program akademik yang kurang menjanjikan masa depan sampai kepada program akademik yang mampu melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki competitive advantage di era global.

Tahukah Anda apa rahasia kuncinya?

Kamis, 05 Oktober 2017

Mengapa Tidak Bahagia?

Apa arti bahagia dalam hidup Anda? Apa standar kebahagiaan bagi Anda? Bisa jadi salah mendefinisikan arti bahagia bisa membuat kita tidak bahagia.

Saya masih ingat, beberapa waktu lalu dalam sesi training grafologi ada salah satu peserta yang ditanya, “apa yang membuat bapak bahagia?”

“Saya bahagia jika saya dihormati Bu” jawabnya singkat.

Menurut Anda apakah orang ini mudah atau  sulit untuk bahagia? Kenapa? Karena dalam hidup kita pasti akan berjumpa dengan orang yang cuek, tidak tahu balas budi, apalagi bisa menghormati.

Contoh lain, ada orang yang bahagia jika ia memiliki pendapatan dalam setahun 1 miliar. Ada juga yang memiliki standar kebahagian asal setiap pagi ia bisa membuka mata dan menghirup udara segar, ia juga bahagia jika ia mampu beribadah kepada Allah dan mengingat-Nya setiap saat. Walaupun pada dasarnya orang kedua memiliki kekayaan yang melimpah. Tetapi ia menetapkan standa kebahagiaan yang sederhana.


Ada kata-kata bijak yang mengatakan seperti ini “Jika sukses adalah meraih apa yang Anda inginkan, kebahagiaan adalah mensyukuri sesuatu yang Anda miliki”

Jadi, apa sebenarnya yang membuat kita tidak bahagia?

Kisah Inspiratif: Manisnya Permen Masih Terasa di Mulut

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit.

Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu.

Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring.

Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”

Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya.

Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya."

Pemakaian Huruf Miring yang benar

Semua sepakat bahwa dalam proses awal menulis hendaknya kita menggunakan topi kreatif dalam menuangkan gagasan dalam tulisan. Akan tetapi, kita tidak bisa memungkiri dalam beberapa tempat kita dituntut untuk memperhatikan pemakaian huruf yang baik dan benar.

Huruf miring biasanya digunakan dalam beberapa hal:

1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Misalnya:
Majalah Bahasa dan Kesusastraan, surat kabar Republika

Senin, 02 Oktober 2017

Segala Sesuatu Ada Harganya

Pemuda: "Bapak harus bayar masuk ke toilet."

Orang tua: Menitikan air mata

Pemuda: "Eh Bapak, janganlah menangis. Kalau bapak tidak ada duit, saya bisa bayarkan. Bapak masuk saja."

Orang tua: "Aku Menangis bukan karena tidak ada duit, malah aku punya banyak duit sehingga toilet inipun mampu aku beli."

Pemuda: "Jadi, mengapa bapak menangis?"

Orang tua: "Aku menangis karena tempat sebusuk dan sehina inipun ada harga yang perlu dibayar untuk masuk. Apalagi syurga yang begitu indah, berapa pula bayaran yang harus Aku bayar. Cukupkah amalanku untuk membayar harga ke syurga?"

Pemuda: (ikut menangis)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah: 111)

Sumber Tulisan : Wa

Gambar: Viva

Jumat, 22 September 2017

Agar Hidup Lebih Baik Menurut Islam

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saya ingin bertanya siapa yang  ingin kehidupannya membaik? tentu kita semua akan menjawab saya. Tetapi, harus mulai dari mana? Ketika keadaan semakin sulit. Bingung harus mulai dari mana. Saya  pernah mengalami hal ini dan mungkin jutaan orang di belahan dunia pernah mengalaminya.

Sahabat, saya ingin berbagi pengalaman yang sangat mengubah kehidupanku sejak 10 tahun yang lalu. Jika sebagian besar kita bertanya mengapa hidup saya terasa sempit ya? Mungkin beberapa  pelajaran ini bisa membantu.

Kamis, 21 September 2017

Kisah Teladan : Pelajaran Tauhid dari Ayah

Ada anak bernama Adi yang ingin mengikuti study tour ke sebuah kota, lalu Adi berkata kepada ayahnya, “Ayah, Sabtu depan Adi mau ikut Study Tour ?”

“ Kamu sudah bilang belum ke Allah ?” Tandas ayahnya

“Belum, yah.” Jawab Adi sambil memelankan suaranya.

“ Bilang dulu deh ke Allah ! masih ada waktu berapa ?” Tanya ayahnya sambil memperhatikan wajah anaknya yang mulai  gusar.

“ Sekarang hari kamis, harus bayar maksimal besok jum’at, sabtu mau berangkat.” Timpal Adi sambil melayangkan pandangan wajahnya ke langit-langit rumah.

Ayahnya kembali menjelaskan “ Ya sudah, masih ada Maghrib, Isya, sholat malam, dan masih ada subuh di jum’at pagi, buat doa. Sudah, kamu sholat dulu, doa dulu sama Allah.”

Adzan Maghrib pun berkumandang, pembicaraan tiba-tiba beralih. Ayahnya telah bersiap-siap ke masjid.

“Ayo kita ke masjid, kita minta sama Allah, supaya kamu nanti bisa berangkat ikut study tour. Harus bayar berapa?” Bujuk ayahnya

“Rp. 27.000 yah” Terang Adi sambil menundukkan kepalanya ke lantai.

“Ayo kita minta Rp. 27.000” Lanjut ayahnya sambil tersenyum tulus kepada anaknya.

Setelah selesai sholat maghrib, si ayah menyuruh Adi berdoa,

“kamu berdoa, silahkan ! jangan dalam hati, supaya ayah bisa mengamini !” Perintah ayahnya.

Lalu Adi berdoa sambil mengangkat kedua tangannya dan menatap ke atas “Ya Allah, saya ingin ikut study tour, tapi ini ya Allah, punya ayah pelit banget, Rp. 27.000 aja harus Sholat dulu, harus doa dulu, ya itulah mudah-mudahan ayah ngasih.”

“hust.., doanya langsung ke Allah.” Celetuk ayahnya

“Ya Allah, tolong bayarin saya” pinta Adi dengan suara yang mulai meninggi.

“hust.., doanya langsung aja, bayarin kek, enggak kek, pokoknya berangkat study tour.” Bisik ayahnya.

ya sudah ” seperti yang dikata ayah ya Allah, Aammiiin” Pungkas Adi.

Aammiiin.

Si Adi diajak lagi sholat Isya, dia doa lagi, ketika si Adi mikir tentang study tour, dibenerin sama ayahnya

“Nak, kamu mikirin Allah, jangan mikirin duit !” ralat ayahnya

“Yaaa, tapi ini harus bayar.” Jawab adi dengan sedikit kesal.

“Tapi itukan kata orang, bukan kata Allah, lihat apa yang yang Allah bilang, kalo Allah bilang ” berangkat ya berangkat “, betapa banyak orang yang bisa bayar, gak ikut karena sakit perut, karena ada masalah dengan orang tuanya, karena bis itu mogok, dll. Sudah kamu tidur besok bangun lagi untuk sholat malam.”  Tandas ayahnya

Senin, 18 September 2017

Ibadah Qurban, Spirit Berbagi Untuk Mengatasi Kesenjangan Ekonomi Umat


Jamaah sholat ‘id yang dimulaiakan Allah Subhanahu wata’ala, pertama marilah kita bersyukur, pada hari ini, kita kembali menunaikan sholat ‘idul Adha berjamaah. ‘Idul Adha’ juga disebut ‘Idul Qurban. Karena itu, bagi yang mampu, dianjurkan menyembelih hewan Qurban untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan sehingga nikmat rezeki yang kita peroleh dapat dibagi untuk kepentingan sesama. Bahkan, karena pentingnya menyembelih qurban, sampai-sampai Rasululloh Sholaulllohhu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa diberikan keluasan rizki dan tidak mau menyembelih hewan qurban, maka janganlah dekat-dekat dengan masjid kami.” (H.R. Ahmad dan Ibn Majah).

Sambil mempraktikkan spirit untuk berqurban, semangat untuk saling berbagi dan saling peduli (the spirit of sharing and caring) dalam peri kehidupan bersama, marilah kita saling ingat mengingatkan satu sama lain bahwa Islam yang kita yakini sebagai agama yang paling benar, dan paling tepat untuk menuntun perjalan hidup kita harus kita mewujudkan dalam prilaku kita sehari-hari yang harus hidup di tengah kemajemukan dalam peri kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan bahkan dalam pergaulan antar umat manusia di era globalisasi dewasa ini. semua pemimpin dan pejabat di negara kita selalu mengajak kita untuk bersatu. Cita-cita kebangsaan kita dalam sila ketiga, juga adalah persatuan Indonesia, yaitu persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah kemajemukan hidup berbangsa.

Namun, dalam kenyataannya, persatuan membutuhkan kondisi yang adil dan berkeadilan terutama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana mungkin mengharapkan kerukunan jika kondisi kehidupan bersama dalam masyarakat berlangsung sangat timpang  antar kelompok dan antar golongan penduduk. Jumlah penduduk Muslim di negeri ini sebanyak 87% dari 250 juta jiwa dan menempatkan Indonesia dewasa ini sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di Dunia. Akan tetapi, penguasaan di bidang perekonomian sebaliknya justru minoritas. Dari daftar 100 orang terkaya di Indonesia, yang beragama Islam hanya sekitar 20% saja.

Minggu, 17 September 2017

Ketika Ambisi Dunia Menawanmu dan Gundah Datang Melanda, Lakukan Hal ini.

Berada di arus materealisme membuat banyak manusia kehilangan tujuan. Jakarta memang banyak menjanjikan masa depan bagi sebagian orang, karena pusat ekonomi mengalir deras membuat penghuninya sebagian terbawa arus dan sedikit yang bisa mengendalikannya dengan bijak.

Ibu kota Indonesia dengan kegemerlapannya menyimpan tawa dan rindu yang lebih mendalam daripada sekedar rumah mewah, makan enak, fashion yang uptudate. Sebagian orang yang benar-benar kaya dan telah merasakan manisnya dunia telah merasakan jenuhnya dengan kehidupan seperti itu.

Saya banyak menemukan, mendengar, dan melihat bagaimana ambisi dunia telah membutakan mata, mentulikan telinga, dan menumpulkan hati nurani manusia untuk saling peduli dan menganggap manusia sebagai makhluk Alloh yang berhak dihormati dan dijaga perasaannya.

Salah satu orang yang hidup di tengah ambisi pernah bertutur lembut merasa sedikit minder suatu hari. Beliau merasa aneh di tengah komunitas kerjanya. Orang-orang tiba-tiba jadi sedikit gila. Saling sikut dan menerjang aturan. Orang-orang yang berada di puncak kenikmatan dunia pasti pernah merasakannya.


Bagaimana Solusinya?

Jumat, 15 September 2017

Berapa Banyak Buku yang sudah dibaca?

Apakah Anda percaya buku bisa membentuk kepribadian seseorang? Atau mungkin bisa juga mengantarkan seseorang menuju keberuntungan hidup? 

Mungkin kita sering mendengar ada sebuah ungkapan membaca adalah jendela dunia. Artinya kita bisa mengetahui banyak hal dengan membaca. Menjelajah pulau-pulau yang belum kita sambangi, mengetahui adat dan budaya masyarakat sekitarnya.

Apa yang membuat Tere liye tampak sangat produktif dalam menulis buku? Apakah diantara Anda memiliki keingingn yang sama untuk menjadi penulis produktif seperti Tere Liye? Ayo ngacung. Loh kok belum ngacung.

Bukan rahasia umum lagi jika ingin jago dalam menulis harus jago baca. Tahukah Anda berapa buku yang di baca seorang Tere Liye ketika tamat SMA?

“Saya membaca buku 1000 buku yang masih saya ingat ketika tamat SMA. Buku apa saja saya baca. “ Tutur Bang Tere dalam Seminar SWAG.

Guys, kita terkadang melihat sosok seperti Bang Tere enak sekali bisa menulis produktif. Tapi, tahukah kita perjuangan getir yang dia alami?

Kita juga bisa belajar dari tradisi ulama-ulama terdahulu, Suatu ketika Ibnu Taimiyah –rahimahulloh pernah sakit. Tiba-tiba seorang Dokter menasehatinya agar berhenti membaca dan berhenti memikirkan ilmu. namun apa yang ia jawab?

“ Aku takkan bisa bersabar melakukan itu...” tuturnya sambil mengambil nafas 


Ibnu Al-Jauzy-rahimahulloh –berujar tentang dirinya: “Jika kukatakan bahwa aku telah membaca 21.000 jilid buku, maka (yang sebenarnya) pasti lebih dari itu, dan itu kulakukan semasa aku masih menuntut ilmu...”

Itulah rahasia Ibnu Jauzi sangat produktif dalam menulis buku.

Lalu bagaimana dengan kita?


Kira-kira berapa buku yang sudah kita baca hingga hari ini? oke, yang paling simpel hari ini sudahkah kita membaca buku? Berapa lama dan banyak?

Inilah salah satu rahasia terbesar yang membuat para penulis itu sangat produktif karena jago baca dan sudah pasti jago menulis. 

Jika di awal ada ungkapan membaca adalah jendela dunia. kita tutup tulisan ini dengan sebuah ungkapan "Menulislah maka dunia akan mengetahui Anda"

Photo Credit: welovebudapest

Jakarta, 24 Dzulhijjah 1438 H | @riosaputranew

Kamis, 14 September 2017

Kemana Lagi Aku Harus Mengadu?


“Orang-orang yang sibuk berdoa di atas sajadahnya, di dua pertiga akhir malam, menangis bersimpuh mengadu langsung kepada Tuhannya, dia tidak akan lagi menuliskan doa-doa di media sosial. Termasuk menuliskan keluh kesah, aib di facebook, twitter, dan sebagainya. Dia tidak memerlukan itu lagi. Pikirkanlah ” Tere Liye

Ketika situasi sudah semakin rumit. Menemui jalan buntu dan tak terlihat titik terang. Jalan terjal terus menghampiri. Di sanalah manusia cenderung akan mengeluh. Bahkan untuk hal-hal yang sepele seringkali keluhan mengalir melalui ucapan.

Rabu, 13 September 2017

Tujuh (7) Kunci Hidup Tenang dan Bahagia

عن عبد الله ابن عباس قال : كنتُ خلفَ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يومًا قال : يا غلامُ ، إني أعلِّمُك كلماتٍ : احفَظِ اللهَ يحفَظْك ، احفَظِ اللهَ تجِدْه تُجاهَك ، إذا سألتَ فاسألِ اللهَ ، وإذا استعنْتَ فاستعِنْ باللهِ ، واعلمْ أنَّ الأمةَ لو اجتمعتْ على أن ينفعوك بشيءٍ ، لم ينفعوك إلا بشيءٍ قد كتبه اللهُ لك ، وإنِ اجتمعوا على أن يضُرُّوك بشيءٍ لم يضُروك إلا بشيءٍ قد كتبه اللهُ عليك ، ( رُفِعَتِ الأقلامُ وجَفَّتِ الصُّحُفَ )
Dari Abdullah Bin Abbas ia berkata : Suatu hari waktu aku berada di belakang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Beliau berkata :

"Wahai anak! Sesungguhnya aku mengajarkan padamu beberapa kalimat :

1. Jagalah Allah niscaya Ia akan menjagamu.

2. Jagalah Allah niscaya kamu akan menemukan-Nya di hadapanmu.

3. Apabila kamu meminta (sesuatu) maka mintalah pada Allah.

4. Apabila kamu minta pertolongan maka mintalah pada Allah.

5. Ketahuilah! Sesungguhnya jika umat ini berkumpul untuk memberikan manfaat padamu tidak akan mampu kecuali sesuatu manfaat yang telah Allah tetapkan bagimu.

6. Dan jika mereka berkumpul untuk memberikan mudarat kepadamu maka tidak akan mampu kecuali sesuatu mudarat yang telah Allah tetapkan atasmu.

7. Pena (Allah) sudah diangkat dan lembaran (taqdir) sudah kering.
(Riwayat At-Tirmidzi)

Senin, 11 September 2017

Kisah Perjuangan Awal Bukalapak

By: Achmad Zaky

Sukses yang diraih pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, tidak datang serta-merta. Setidaknya ada tiga hal yang telah mengubah hidupnya. Semua itu dipaparkan Zaky dalam kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa waktu lalu.

"Saya ingin berbagi cerita mengenai 3 hal yang menurut saya penting buat adik-adik sekalian ketahui," ujarnya dalam acara itu. Inilah 3 faktor tersebut:

1. Soal Keberuntungan (Luck)
Saya berasal dari kampung di pinggir Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Saya bukanlah anak paling pintar di kampung tersebut. Orangtua saya juga bukan paling kaya, keduanya guru mengajar di SMP sekitar rumah. Tapi saya beruntung mereka memikirkan saya, mendidik saya, dan menabung agar saya bisa kuliah di universitas terbaik. Inilah keberuntungan pertama saya dalam hidup. Dan saya kira adik-adik semuanya yang sudah kuliah di salah satu universitas terbaik, sudah jauh lebih beruntung dari saya. Kita harus bersyukur karena ini. Manfaatkanlah keberuntungan ini dengan sebaik-baiknya.

Siapa sebenarnya sosok pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov?


Di media sosial hari ini semua mata tertuju kepada salah satu pemimpin dari Chechnya. Kenapa? Lebih dari satu juta orang berkumpul di Chechnya, Rusia, pada Senin (4/9) waktu setempat untuk memprotes penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, pengunjuk rasa di Grozny, Ibu Kota Chechnya, membawa rambu dan spanduk yang menuntut diakhirinya pembunuhan orang-orang tak berdosa di negara bagian Rakhine, Myanmar. Akhir bulan lalu pasukan keamanan Myanmar melancarkan tindakan keras yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Hentikan Genosida di Myanmar”, “Hentikan Genosida Muslim Rohingya”, dan “Hentikan Pembunuhan Muslim Myanmar,” tulis beberapa spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.

Dilansir dari Anadolu, Selasa (5/9), aksi unjuk rasa ini diakhiri dengan doa bersama di masjid pusat Grozny, yang juga dikenal sebagai Hati Chechnya. Sejak dimulainya tindakan militer terhadap komunitas Rohingya di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus, ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Menurut PBB, sebanyak 87 ribu pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh dalam 10 hari terakhir.

Laporan media mengatakan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Sebuah tindakan keras yang terjadi Oktober tahun lalu di Maungdaw, PBB menemukan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh aparat keamanan. PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.(kl/rol)



Siapa sebenarnya sosok pemimpin Republik Chechnya yang bernama Ramzan Kadyrov itu.

Presiden Panutan 

Bernama lengkap Ramzan Akhmadovich Kadyrov, lahir di Tsentoroi, Chechen-Ingush ASSR, Chechnya tanggal 5 Oktober 1976. Di usia yang masih sangat muda ia dilantik menjadi presiden Republik Chechnya, pada tanggal 15 Februari 2007 penunjukan Presiden Vladimir Putin, Chechnya adalah salah satu negara pecahan Uni Sovyet di masa lalu .  Sebelumnya, Ramzan Kadyrov adalah komandan militer yang tangguh dalam menghadapi pasukan Rusia demi membela rakyat Chechen.

Presiden Ramzan Kadyrov adalah sosok yang sangat teguh dalam ketaatan menjalankan syariat Islam. Di bawah kepemimpinannya, ia memberi dukungan penuh kepada muslimah yang ingin berhijab. Ia juga melarang praktik perjudian dan minuman keras. Ketika terjadi penghinaan atas diri Nabi Muhammad SAW oleh kartunis Denmark, ia bereaksi sangat keras.

Ia menyebut Denmark sebagai negara yang mendukung terorisme karena ulah salah satu warganya yang menghina Islam atas nama kebebasan.  Lebih jauh, Kadyrov melarang semua turis yang berkewarganegaraan Denmark memasuki wilayah Chechnya. Ia juga melarang aktivitas LSM Denmark di Chechnya. Bahkan Kadyrov menghalalkan darah pelukis kartun nabi untuk ‘dikubur hidup-hidup’.

Tidak hanya dikenal tegas dan berani, Ia juga disebut sebagai presiden panutan dalam menerapkan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Setidaknya ada beberapa kebiasaan dan program yang diterapkan sejak awal memimpin Chechya,  diantaranya :
1. Kebiasaannya Hariannya membaca Sholawat 5000* / hari
2. Semua Pejabat Negara dan Menteri Wajib Sholat Isya’ Dan Subuh Berjamaah di masjid, Yg tidak melaksanakan dipecat dari jabatannya
3. Anaknya yg  berumur sekitar 10 tahun telah menghapal al qur’an
4. Cinta dengan ulama’ dan habaib.


Ramzan Kadyrov juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang cinta dan dekat dengan Ulama’

    …Lisannya tak pernah kering dari melantunkan salawat nabi. Ia pun mengajak seluruh aparatur negara untuk membiasakan diri membaca salawat nabi…

Menurut beberapa sumber terpercaya Ramzan memang seringkali tampak menggumamkan salawat kepada Nabi Muhammad, manakala tak sedang berbicara.

Terlepas dari sikap tegasnya dalam membela Islam, Kadyrov adalah sosok yang lembut. Lisannya tak pernah kering dari melantunkan salawat nabi. Ia pun mengajak seluruh aparatur negara untuk membiasakan diri membaca salawat nabi.

Tidak itu saja. Presiden yang kini berusia ini juga mewajibkan seluruh polisi dan tentaranya untuk berjamaah salat Subuh dan Isya di masjid. Kabarnya, siapa saja yang membangkang terhadap perintah ini maka resikonya adalah dipecat dari jabatannya.

Saat salat Jumat tiba, Presiden yang salih ini tidak mau berada di shaf terdepan. Itu karena penghormatannya terhadap para Habib dan ulama di shaf pertama dan kedua. Karenanya ia lebih memilih berada di shaf ketiga saja.

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat melaksanakan sholat berjamaah

Wajahnya jauh dari klimis. Orangnya tegas dan tidak bertele-tele. Suka memelihara kucing Siam dan  singa Afrika.

Obsesi Ramzan Membangun Masjid Terbesar di Eropa

Ramzan Kadyrov berasal dari dunia yang cukup keras: pimpinan milisi bersenjata ketika Chechnya berada dalam situasi chaos penuh kekerasan bersenjata. Tetapi ia punya sikap. Setidaknya bisa dilihat dari ketegasannya untuk membuang asumsi pencitraan.
Ia juga mengharamkan judi dan alkohol di negerinya.

Satu lagi yang menjadi obsesi terbesarnya. “Saya mau membangun masjid terbesar di Eropa,” kata Ramzan kepada surat kabar setempat, The Guardian, saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid tersebut. Kini obsesi itu menjadi kenyataan, sebuah masjid berkapasitas 10.000 jamaah dan menjadi masjid terbesar di kawasan Eropa telah berdiri di Kota Shali Chechnya.

Dewan Ulama Chechnya ulama  dalam siaran persnya mengatakan, masjid baru ini akan dilengkapi sarana pendidikan Islam (madrasah) dan sekolah penghafal Al-Quran (hafidz). “Itu hasil upaya pemimpin kami, (Presiden Chechnya) Ramzan Kadyrov,” katanya.

“Chechnya telah menciptakan kondisi dan menjamin kebebasan untuk mempelajari dan mengakui Islam,” katanya seperti dikutip situs radio Voice of Rusia.

Pembangunan masjid, yang desainnya dirancang oleh tim arsitek dari Uzbekistan, diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun.

Saat ini Chechnya sudah memiliki masjid besar, Akhmad Kadyrov Mosque, yang dikenal sebagai ‘Heart of Chechnya’  (jantung Chechnya). Akhmad Kadyrov adalah ayah Ramzan Kadyrov. Checnya memang menjadi negara Islam yang ingin membangkitkan sejarah Islam dan kebesaran Islam masa lalu.

Sejak terpilih sebagai presiden, Ramzan memang disibukkan dengan tugas pengelolaan negara. Banyak pihak menilai, Chechnya yang sempat hancur karena perang, kini mulai tertata menjadi rapi dan bersih.

Dikutip dari berbagai sumber.(eramuslim.com)

Photo Credit: Panjimas.com, eramuslim.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...