Perbedaan Dai dan Qadhi

Dalam persidangan pernah Al-Ustadz Asy-Syahid Sayyid Quthub rahimahullah ditanya oleh qadhi sbb:

Qadhi: "Sesungguhnya anda dituduh berusaha membunuh Abdun Nasser"

Sayyid Quthub rahimahullah: "Sesungguhnya pembunuhan Abdun Nasser adalah tujuan yang rendah. Sesungguhnya kami memiliki tujuan membangun sebuah umat yang tidak akan pernah ada orang seperti Abdun Nasser"

Jawaban Asy-Syahid Sayyid Quthub rahimahullah membedakan antara pandangan seorang daiyah dengan seorang qadhi.

Seorang daiyah akan melakukan perbaikan melalui pengajaran ilmu yang bermanfaat dan pembinaan jiwa melalui pendidikan yang betul. Sedang seorang qadhi melakukan perbaikan melalui aturan-aturan dan hukuman-hukuman.

Ketika seorang daiyah bersikap sebagai qadhi maka yang dilakukannya adalah mengeluarkan vonis hukum kepada masyarakat dengan tafsiq bahkan takfir. Maka, masyarakat pun semakin jauh dari Islam dan tambah benci dengan daiyah. 

Akhirnya daiyah yang bertujuan mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliyyah justru semakin menambah kekeras-kepalaan orang untuk terus dalam lumpur jahiliyyah; tujuan untuk menjadikan manusia menghamba dan menyembah Allah Ta'ala justru membuat banyak orang menjauh dan lari dari Allah Ta'ala; serta tujuan untuk memasukkan sebanyak-banyaknya orang ke surga tidak tercapai sebaliknya banyak orang yang kemudian berjalan ke neraka.

Sungguh benar sekali firman Allah Ta'ala: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali 'Imran: 159)

Gambar: Google

Jakarta, 28 Rabiul Akhir 1438 H

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...