Sabtu, 20 Januari 2018

Sesuatu yang Hilang

Dikisahkan ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman di depan istananya. Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.

Kesehatannya mulai menurun, karena ia mulai susah tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur di dalam kamar yang mewah dan kasur yang empuk.

Ditengah lamunannya, sang raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya sangat pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana.

    Baca juga: Makna Hidup dalam Islam

Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini. Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, “Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya, kadang-kadang ia tertidur di bawah rindangnya pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya, padahal ia tidak memiliki apa-apa !”

     Baca juga: Mengapa Tidak Bahagia

Si penasihat tersenyum dan berkata, “Semuanya ditentukan dengan resep 99. Bila tukang kebun itu terkena resep ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan bisa tidur.”

“Apa yang kau maksud dengan resep 99?” tanya raja.

Jumat, 19 Januari 2018

Booster ASI, Perlukah?


Salah satu rahasia kemukjizatan Al-Qur’an adalah setiap perintah/ anjuran dalam Al-Qur’an pasti mengandung hikmah dan kebaikan untuk manusia. Salah satu perintah dalam Al-Qur’an berkaitan dengan Pemberian ASI untuk bayi.

Dalam beberapa kasus, ada juga para Ibu yang mengeluarkan asi sedikit dijadikan alasan untuk mengkonsumsi Booster Asi. Padahal Asi sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.

Bagaimana kaca mata islam memandangnya? Terkait hal ini, malam tadi, dalam grup diskusi Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF) oleh Ibu Arit Widowati. Menurut hemat saya ini penting untuk memperluas cakrawala para ibu dan calon ibu.

Beberapa hari yang lalu postingan saya di IG tentang aktifitas pumping saya dikomen oleh seseakun yang intinya yang bersangkutan (mungkin oleh adminnya) lagi ngiklan sebuah produk coklat sebagai booster asi. Saya sih ga masalah kalo mau ngiklan, monggo aja, apalagi saya juga penggemar coklat, tapi yang jadi bikin kepo dan akhirnya mengusik saya adalah bahasa iklan yang digunakannya cukup "menyesatkan" dan menurut saya "berbahaya" buat para busui terutama yang newbie.

Kamis, 18 Januari 2018

Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas (3 As)

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

     Baca juga: Hukum Kekekalan Energi.

Jika badan kita kurang gerak maka badan kita akan merusak dengan sendirinya. Bergerak dan berkeringat memang diperlukan oleh tubuh. Berdasarkan beberapa jurnal yang saya baca, ternyata peningkatan latihan fisik akan menyebabkan penurunan terhadap risiko penyakit jantung. Di samping itu, latihan fisik secara teratur dan terprogram juga dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimum (VO2Maks). Tentu durasinya harus diperhatikan, agar tidak terlalu overdosis sehingga membawa dampak negatif bagi tubuh.


Setiap pagi, ketika berangkat ke masjid, sekitar pukul 04.00. ada pemandangan menarik, tetangga-tetanga kami (mayoritas orang cina) selalu lari pagi. Tentu kita sebagai muslim, melakukan olahraga setelah sholat, membaca al-Qur’an dan  membaca dzikir pagi.

Banting tulang bekerja mencari nafkah adalah kewajiban. Setiap rupiah datang dari tetesan keringat kita. Makin banyak tetesan keringat makin banyak penghasilan kita. No pain no gain. Itulah kerja keras.

Rabu, 17 Januari 2018

Riba Lisan


Sahabat, kemajuan teknologi dewasa ini membuat orang mudah mengakses sumber informasi. Informasi mengenai islam dan kajian keislaman dengan mudah kita akses di genggaman. Begitu juga sebaliknya, hal-hal yang berkonten negatif berlalu lalang.

Pesan Nabi saw pada orang yang punya mulut dan tangan:

لا تقل بلسانك إلا معروفا ولا تبسط يدك إلا إلى خير

Artinya: "Janganlah kamu mengucapkan dengan lisanmu kecuali yang baik. Dan janganlah kamu membentangkan tanganmu kecuali kepada kebaikan." [HR. Ath-Thobroni]

Jumat, 12 Januari 2018

Sahabat yang Sholeh


Sudah puluhan tahun berlalu, si otong tampak tidak mengalami perubahan. sekarang umurnya sudah menginjak 18 tahun dan baru masuk semester 1 di perguruan tinggi ternama di jakarta. Belum tampak, tanda-tanda yang berarti dari sikap, cara berpikir, dan tutur katanya. Sang ibu, akhirnya dilema, antara pasrah atau terus mengasah asa di tengah kondisi si buah hati semata wayangnya untuk tampil bak arjuna.

Sahabat, akhir-akhir ini saya sering menerima keluhan para orang tua yang bertanya, bagaimana cara mengubah anaknya agar menjadi anak yang sholeh. ada yang bertanya tipsnya apa? Bagaimana cara keluarga dulu mendidik saya hingga menjadi seperti ini.

Selasa, 09 Januari 2018

Al-Anshar: Lebih Mementingkan Orang Lain disaat Sangat Butuh


Shahih Bukhari 3514:  Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau datangi istri-istri beliau.

Para istri beliau berkata; "Kami tidak punya apa-apa selain air".

Maka kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada orang banyak: "Siapakah yang mau mengajak atau menjamu orang ini?".Maka seorang laki-laki dari Anshar berkata; "Aku".

Sahabat Anshar itu pulang bersama laki-laki tadi menemui istrinya lalu berkata; "Muliakanlah tamu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini".

Istrinya berkata; "Kita tidak memiliki apa-apa kecuali sepotong roti untuk anak kita".

Sahabat Anshar itu berkata; “Suguhkanlah makanan kamu itu lalu matikanlah lampu dan tidurkanlah anakmu".

Ketika mereka hendak menikmati makan malam, maka istrinya menyuguhkan makanan itu lalu mematikan lampu dan menidurkan anaknya kemudian dia berdiri seakan hendak memperbaiki lampunya, lalu dimatikannya kembali.

Suami- istri hanya menggerak-gerakkan mulutnya (seperti mengunyah sesuatu) seolah keduanya ikut menikmati hidangan. Kemudian keduanya tidur dalam keadaan lapar karena tidak makan malam.

Ketika pagi harinya, pasangan suami istri itu menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau berkata: "Malam ini Allah tertawa atau terkagum-kagum karena perbuatan kalian berdua".

Maka kemudian Allah menurunkan firman-Nya dalam Q.S. al-Hasyr ayat 9 yang artinya: ("Dan mereka (kaum anshar) lebih mengutamakan orang lain ( kaumMuhajirin) dari pada diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung").

Sahabat, itulah gambar orang-orang ansor; pembela dan penolong rasul dan yang menampung beliau dan saudara-saudaranya yang hijrah dalam kemiskinan. Mereka menetap dalam kota madinah dan tetap teguh dengan imannya, lalu menunggu saudaranya yang hijrah dan meninggalkan kampung halamannya.

“Mereka itu mencintai orang yang berhijrah kepada mereka”. Tidak ada rasa benci/ muak atau bosan dengan saudara seiman yang baru datang itu, melainkan rasa kasih yang ada. “Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin)” Artinya tidaklah ada rasa dengki atau iri hati kaum Anshar melihat Allah dan Rasul-Nya memberikan anugrah berlebih kepada saudara-saudara kaum Muhajirin itu. “dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).”

Sahabat, apakah Anda pernah merasakan, melihat, atau mendengar ada orang yang mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, padahal mereka sangat memerlukan sesuatu yang mereka berikan itu hari ini? mungkin ada, tapi tentu jarang. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang hatinya telah diterangi cahaya iman, mengenal siapa Rabb yang Maha Melihat dan berhak disembah, mengenal akhirat, dan mencintai Rasul-Nya.

Bisakah Anda membayangkan, kecintaan mereka kaum anshor kepada muhajirin tidak diikat oleh tali kekeluargaan, mereka bukan sedang menunggu anak, bapak, paman, bibi, atau saudara sedarah, tetapi mereka diikat dengan tali yang lebih kokoh yaitu tali keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentu, peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa hanya karena dorongan imanlah kita bisa menyatu, senasip seperjuangan, rela berkorban untuk berbagi.

Senin, 08 Januari 2018

Antara Dakwah dan Menikah

Bersama gelapnya malam dan hujan yang mengguyur bumi tidak menyurutkan ratusan pemuda dan pemudi yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa yang terletak di Menteng ini menjelang maghrib sampai pukul 21.00 Wib. Kegiatan yang diselenggarakan setiap jum’at pekan pertama dalam setiap bulan oleh Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska) ini selalu ramai apalagi tema yang diangkat seputar menikah.

Fitrahnya manusia, dimana-mana namanya seminar, pelatihan, buku, seputar jodoh menjadi serbuan banyak orang. Tampil sebagai pembicara Ustadz Benri Jaisyurrahman yang membahas tema “Antara Dakwah dan Menikah”. (8/12)

Sabtu, 06 Januari 2018

Mencari Kambing Putih Dibalik Infeksi Difteri

 Oleh: dr. Susilorini, M.Si.Med., SpPA
 
Bidang ilmu saya Patologi Anatomi yaitu ilmu yang menjelaskan tentang penyakit dan mekanismenya.

Dalam mempelajari penyakit ada 5 kaedah pokoknya.

1. Etiologi dan patogenesis
2. Gambaran morfologi
3. Manifestasi klinik.
4. Komplikasi
5. Prognosis

Bila kita bicara penyebab, maka penyebab penyakit  tidak ada yang tunggal. Penyebab (etiologi) selalu multifaktor.

Dalam hal penyakit infeksi, berdasarkan kaedah postulat Koch, tadinya ilmuwan berpikir bahwa penyebab infeksi harus tunggal dan semua disebut patogen. Zaman Koch teknologi memang masih jadul. Jadi untuk identifikasi mikroba masih mengandalkan teknologi kultur.

Karena keterbatasan metode kultur waktu itu mikroba lain yang harus dikultur dalam kondisi anaerob tidak bisa terdeteksi.

Saat ini di era yang lebih canggih kelemahan metode metode kultur bisa dipecahkan dengan teknologi sekuensing. Sehingga saat ini mulai diketahui bahwa apa yang dulu dianggap murni patogen itu belum tentu patogen.

Ternyata tubuh manusia mirip seperti Bumi yang punya banyak ekosistem dan kaya flora dan fauna. Sedangkan tubuh disusun oleh mikroba. Saat ini yang baru dipetakan baru bakteri.

Bakteri pun terbagi-bagi sesuai sifat interaksinya dan kemampuannya berkoloni. Ada yang disebut pribumi, pendatang, ada yang penjajah.

Keanekaragaman ekosistem mikrobiota dalam tubuh manusia dipengaruhi banyak faktor seperti daerah geografis, pola makan, life style, kondisi PH, kelembaban, suhu, hormonal, dan lainnya.

Bila kita bicara daerah tropis, tentu ekosistemnya berbeda dengan daerah subtropis. Di dalam ekosistem hutan tropis misalnya kita bisa jumpai harimau, ular, kodok, elang, rusa, gajah, dan lainnya yang harus dijaga keseimbangannya. Dalam kondisi seimbang sepertinya tidak ada cerita harimau atau gajah menyerang pemukiman manusia, bukan?

Nah tubuh manusia itu mirip seperti analogi ekosistem hutan tropis atau subtropis. Sejatinya manusia adalah mikroba berjalan. Bakteri, virus, dan lainnya jumlahnya lebih banyak dari selnya sendiri.

Dengan perkembangan teknologi yang sudah bisa memetakan secara metagenomic dan metabolomic. Diketahui mikroba yang dahulu dianggap patogen ternyata belum tentu patogen. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mikroba diklasifikasikan menjadi dua secara garis besar, mikroba residensial (pribumi), dan pendatang ( yang cuma jalan-jalan atau penjajah).

Kamis, 04 Januari 2018

Sepatu Pak Tua

Pagi yang cerah seiring dengan terbitnya mentari pagi yang mengeluarkan sinar lembutnya ke seluruh penjuru bumi. Seorang bapak tua pada suatu hari hendak berpergian naik bus kota. tampaknya ia sedang terburu-buru dengan tali sepatu yang longgar.

Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela.

Rabu, 03 Januari 2018

Aset Paling Berharga

Apakah aset perusahaan yang paling berharga? Menurut Harvard Busniss School, aset perusahaan yang paling berharga adalah reputasinya. Aset perusahaan yang paling berharga  adalah apa yang dikatakan orang-orang tentang perusahaan itu, serta produk dan jasanya, kepada pelanggan lain dan pelanggan potensial.

Karena teknologi, informasi, dan selera pelanggan berubah dengan cepat, produk, dan jasa berubah lebih cepat daripada sebelumnya. Namun, reputasi tidak berubah. Bayangkan perusahaan Apple dan google. Reputasi mereka sangat baik sehingga mereka menjadi perusahaan terkemuka dalam produk dan jasa yang mereka tawarkan.

Jadi, apakah aset Anda yang paling berharga? Aset Anda yang paling berharga adalah reputasi Anda. Yaitu apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain tentang Anda ketika Anda tidak ada. Kata-kata yang digunakan orang untuk menggambarkan Anda dan terutama seberapa baik Anda melakukan pekerjaan Anda.
Kapan mulai membangun reputasi Anda?

Selasa, 02 Januari 2018

Apa Itu Barokah ?



Seberapa sering kita mendengar orang berbicara, “yang penting barokah”. Pertanyaannya, apa itu barokah? Barokah adalah kata yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Salah satu doa yang nabi anjurkan ketika mendoakan orang yang baru menikah,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

BARAKALLAH LAKA WA BARAKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINAKUMA FIL KHAIR (semoga Allah memberi berokah kepadamu (dalam keadaan senang) & kebarokahan atas pernikahan kamu (dalam keadaan susah), & mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan) (H.R. Tirmidzi No. 1011).

Dalam doa di atas, kenapa ada dua kali kata keberkahan? Karena berkah yang pertama diperuntukkan dalam keadaan senang dan keberkahan kedua maksudnya dalam keadaan susah. Artinya, dalam pernikahan kedua pasangan pasti akan menemui kondisi senang dan susah. Kedua kondisi itu satu paket yang harus disadari dan dijalani bagi setiap pasangan yang baru menjalani bahtera rumah tangga.

Senin, 01 Januari 2018

Kemana Engkau Habiskan?

Hari berganti, musim berubah, perhitungan matahari dan bulan akan berganti dan bertambah, begitu juga dengan usia, semakin berkurang. Maka, mari kita merenung sejenak, apa sebenarnya yang diambil dari usia dan umur.

Bukankah Kaki anak Adam tidak akan pernah bergeser ketika bangkit menghadap Allah SWT pada hari kiamat sampai anak Adam ditanya. Semua nikmat Allah akan ditanya, bahkan sekecil biji sawi pun nikmat itu. Lalu bagaimana kita menggunakan waktu?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...