Kamis, 19 April 2018

Amalan Kecil dan Bermanfaat, Agar Dunia Mengejarmu


Daripada sibuk mengejar dunia, lebih baik sibuk mengejar Allah. Sehingga Dunia yang akan sibuk mengejar-ngejar kita.

Tarikan dunia inilah salah satu faktor yang membuat seseorang gagal untuk berhijrah. Makanya kita seharusnya selalu meminta perlindungan kepada Allah agar dunia tidak menarik kita sampai menjerumuskan kita kepada kelalaian.

Sehingga kita jauh dari cahaya iman dan takwa. Jauh dari rahmat dan cinta Allah. Oleh karena itu, penting sekali untuk membekali generasi muda mulai dari sangat dini untuk mengenal Rabbnya dengan baik. Karena faktanya, orang dewasa banyak yang terseret arus deras dunia. Akhirnya, mengabaikan penciptanya.

Lalu solusinya apa?

Selasa, 17 April 2018

Janji Ilahi dan Pengharapan


Perbincangan delapan mata yang kami lakukan malam itu sangat berkesan hingga saat ini. Satu hal yang selalu beliau ajarkan adalah untuk meluangkan waktu mengamati perkembangan keadaan sosial masyarakat, khususnya dalam media.  Tentu dengan dosis yang pas ya. Karena membaca Al-Qur’an sudah tentu wajib, mentadabburi, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Mengapa ini penting? Tentu fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat ini kita harus carikan solusi dan sudut pandang yang tepat. Kami malam itu berbicara tentang kondisi negeri ini dan bagaimana cara yang tepat menyikapinya.

Saya memahami dengan baik, di tengah kondisi yang dianggap sebagian orang tahun politik saat ini. Kita tanpa sadar di bawah untuk saling membenci, saling menghujat, akhirnya terprovokasi tanpa sadar. Kecuali hamba-hamba Allah yang mendapatkan bimbingan dan hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Faktanya di lapangan, sebagian masyarakat mudah termakan isu yang di jual oleh musuh-musuh islam yang tidak sedang dengan kemajuan islam. Saat itulah, dalam menyikapi gejolak yang terjadi di tengah masyarakat, ada yang terlalu ekstrem menyikapi dengan berlebihan dan ketakutan dan ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan kondisi bangsa. Merasa bahwa bangsa ini akan aman dan terus ada sampai hari kiamat. 

Baca juga: Moral dan Peradaban Menurut Ibnu Khaldun

Bagaimana menyikapinya?

Senin, 16 April 2018

Perbincangan Delapan Mata


Cuaca saat itu sangat terik. Jalanan penuh dengan berbagai pemandangan unik dan menarik untuk dinikmati. Sambil menikmati audio motivasi dan ditemani buku bacaan saya sangat menikmati perjalanan menggunakan bus transjakarta. Ini adalah salah satu keputusan yang saya buat 2 tahun yang lalu ketika mendapatkan tugas belajar di Ibukota Negara.

Ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan hari itu, seminar yang harus saya ikuti, dan janji yang harus saya penuhi. Salah satunya adalah pertemuan dengan sosok yang tidak lagi asing di mata dan sanubari saya. Ia yang menjembatani saya untuk lebih merasakan manisnya iman, nikmatnya menjadi seorang mukmin sejati, mengenalkan kepada Robb yang Maha Memelihara, Maha Mendidik, dan Maha Memberi Rezeki.

Sabtu, 14 April 2018

Selamat dan Bertumbuh menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital


Mari kita awali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan, siapakah yang hidupnya ingin berubah dan bertumbuh setiap harinya? Adakah yang aktivitas hariannya sama hampir setiap harinya? Jika pertanyaan pertama, kita menjawab ya dan pada pertanyaan kedua kita menjawab sama. Ternyata inilah sebuah kontradiksi antara keinginan dan realita. Karena tidak akan ada perubahan dalam hidup, jika kita selalu melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan menjadi konsumen cerdas di era digital.

Tahukah Anda, Pertumbuhan social media di sisi jumlah pengguna juga menarik disimak. Statista.com memprediksi tahun 2021, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia akan mencapai 3,02 miliar pengguna, atau setara dengan sepertiga jumlah populasi dunia.

Dalam konteks indonesia ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Ini angka yang sangat funtastik. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial atau berkisar di angka 40%. Dan angka ini meningkat lumayan dibanding tahun 2016. Di tahun 2017, Tetra Pak Index mencatat ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial setiap bulannya. Bayangkan 106 juta orang. Dimana 85% diantaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler.

Berlakulah Adil , Walau Pada Dirimu Sendiri !


Salah satu pesan khotib yang disampaikan dalam setiap jum'at salah satunya adalah Allah memerintahkan kita untuk bersikap adil dan ihsan. Salah satu tema yang jarang dimaknai dan dilaksanakan dengan baik oleh sebagian besar umat Islam, bahkan orang yang sering mengucapkan kata adil. Seperti yang kita tahu, Islam datang untuk menegakkan keadilan di bumi Allah. 
 
Allah menjelaskan bahwa tujuan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab suci adalah demi terwujudnya keadilan diantara manusia.
 لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil.” (QS.Al-Hadid:25)

Saudaraku, salah satu kekeliruan yang sering terjadi ketika kita mendapatkan ilmu atau pencerahan adalah kita selalu mengukur dan menakar kesalahan orang lain dengan ilmu yang kita miliki. tentu ini tidak salah, akan tetapi  hendaknya kita juga harus ingat bahwa yang wajib mengamalkan ilmu itu adalah diri kita sendiri.
 
Sering kita menuntut keadilan pada hal-hal yang berkaitan dengan diri kita. akan tetapi, jika kita mau berkata jujur kepada diri sendiri.  jawablah dua pertanyaan berikut:

Apakah saya sudah berlaku adil kepada diri sendiri?

Apakah kita sering acuh bahkan berbuat dzalim pada urusan yang berkaitan dengan orang lain?

Artinya, Islam mengajarkan untuk menegakkan keadilan walau dengan menyalahkan dirimu sendiri. Dengan demikian, semoga keadilan yang kita tegakkan kepada diri kita sendiri. maka akan mewujud dan menyebar luas di tengah masyarakat karena kita menjadi sosok yang benar-benar patut di contoh.

Mengapa?

Karena sikap dan tindakan seseorang yang berlaku adil, lebih banyak memberikan inspirasi dan menggerakkan orang lain daripada puluhan retorika.

Kamis, 12 April 2018

Kebijakan Pemimpin Bangsa


Sahabat, adakah diantara kita yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin? Tentu pemimpin-pemimpin dunia mengasa jiwa kepemimpinannya tidak dalam satu malam. Jika berbicara pemimpin, tidak selalu identik dengan pimpinan. Karena banyak orang yang mendapatkan jabatan sebagai pimpinan suatu perusahaan,  pemerintahan, tetapi mereka tidak benar-benar memimpin.


Mungkinkan ada rakyat yang tidak mencintai pemimpinnya? Atau pemimpin yang tidak mencintai rakyatnya?

Ada suatu uangkapan yang belum lepas dari ingatakan saya beberapa tahun yang lalu. Kalimat ini diucapkan oleh Ridwansyah Yusuf Achmad, seorang mahasiswa dan aktivis dakwah dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ketika kami bertemu di Ambon.
“Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnya, akan tetapi Anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya.”
Ada cerita yang tercecer dalam perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke kota Yatsrib yang kemudian dikenal dengan al-Madinah al-Munawarah.

Nabi Muhammad shalaullahhu ‘alaihi wassalam yang dalam perjalanan itu didampingi oleh tiga orang, yaitu  Abu Bakr as-Shiddiq radhiallahhu ‘anhu, seorang hamba sahaya milik Abu Bakr radhiallahhu ‘anhu yang bernama Amir bin Fuhairah, dan seorang penunjuk jalan non muslim yang bernama Abdullah bin Uraiqit, bermaksud membeli bahan makanan di sebuah kedai milik seorang wanita tua bernama Ummu Ma`bad.

Selasa, 10 April 2018

Membangun Kebesaran Hidup (2)


Bagaimana kabarnya hari ini sahabat?

Baiklah, sahabat. Mari kita lanjutkan pembahasan kita kemarin. Masih ingat? Ya, yang berlalu biarkan berlalu, ambil pelajaran dari setiap episode kehidupan yang pernah kita lewati.

Simak dan perhatikan pesan ini baik-baik, tidak ada satu pun kejadian yang terjadi, melainkan semua atas izin Allah dan tidak ada satu pun yang terjadi menimpa kita, melainkan pasti untuk membuat kita menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih sabar, lebih halus perasaan kita, dan semuanya bermuara agar kita semakin dekat dan kembali kepada-Nya.

Mengapa ini penting? Agar ringan langkahmu, ringan rezekimu, dan sehat badanmu. Karena banyak orang yang sakit hari ini karena memendam dendam, kebencian, ketidakterimaan atas takdir yang telah berlalu.

    Baca juga: Membulatkan Tekad

Sejauh apa pun engkau melangkah dan berpetualang, jika perasaanmu masih berada di tempat yang sama. Maka seindah apa pun pemandangan yang engkau nikmati, maka Anda akan tetap merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, tidak ada cara terbaik kecuali mengiklaskan dan menerima ketentuan dari-Nya. Lalu, kita akan siap memasuki langkah selanjutnya,

Senin, 09 April 2018

Membangun Kebesaran Hidup (1)

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah meraih kebesaran dalam hidup. maksudnya bukan kebesaran dalam ukuran badan ya. Tapi,  kebesaran dalam karya, manfaat, pertumbuhan pribadi, dan kontribusi untuk masyarakat luas.

Akhir-akhir ini dalam meraih kebesaran hidup itu, kita dihadapkan dalam tiga jenis sikap orang dalam memandang kebesaran hidup yang telah dicapai orang lain (apapun etnis, agamanya).
1. iri
2. dengki
3. terinspirasi

Orang-orang yang terinspirasi adalah orang-orang yang terbuka hatinya untuk belajar hal-hal yang baik dari orang yang dilihatnya. Intinya ia mau belajar.

Permasalahannya, terkadang ada saja ganjalan yang menyebabkan kita sulit untuk bergerak maju. Meninggalkan landasan pacu untuk terbang. Kenapa? Dan bagaimana solusinya?

Sahabat, kebesaran hidup seseorang biasanya akan ditentukan oleh tiga hal:

Pertama, Ikhlas melupakan rasa sakit dari masa lalunya, tapi tetap ingat pelajarannya.

Tidak mudah memang bagi orang kebanyakan untuk melupakan rasa sakit yang pernah ia alami di masa lalu. Apalagi orang yang bisa mengambil pelajaran darinya. Hanya orang-orang yang berjiwa besar dan Allah lapangkan dadanya untuk dapat mengikhlaskan masa lalunya.

Bagimana caranya?

Senin, 26 Maret 2018

Ghost Fleet Dalam Pandangan Dahlan Iskan


Oleh : Dahlan Iskan

Sebenarnya cerita seru dalam sebuah novel itu biasa saja. Tapi karena penulisnya seorang ilmuwan bidang strategi kemiliteran novel Ghost Fleet ini dianggap bukan hanya fiksi.

Apalagi Peter Warren Singer ini, penulis novel itu, meraih doktornya di Harvard. Dia juga analis di lembaga think thank terkemuka di Amerika: Brookings Institute.

Disiplin ilmunya bidang militer dan politik hubungan internasional. Maka novel Ghost Fleet ini dianggap karya ilmiah.

Tentang ramalan masa depan yang dekat yang pasti terjadi: tahun 2030 Indonesia jadi negara gagal. Akan ada perang lagi di Timor.

Penguasa di Tiongkok akan diambil alih satu tim aneh: gabungan antara pengusaha dan militer. disebut Direktorate. Pengendali negara bukan lagi politbiro partai. Tapi direktorate itu.

Inilah novel tentang gambaran perang dunia ke 3 nanti. Perang dengan menggunakan teknologi baru: penuh unsur artificial intelligence. Kecerdasan buatan.

5 Pola Pikir Utama yang Diperlukan di Masa yang Akan Datang


Sahabat yang budiman, semoga pagi ini Allah mudahkan kita dalam menjalani aktivitas demi merajut masa depan yang gemilang.

Salah satu anugrah yang Allah berikan kepada manusia adalah akal. Allah menganugrahkan akal agar manusia memikirkan setiap proses penciptaan di alam semesta ini pasti ada yang Maha Mengatur, Maha Menciptakan, dan Maha Segalanya.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.html
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.html
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.html
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.htm
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.html
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: https://almanhaj.or.id/3533-renungkanlah-ayat-ayat-allah-azza-wa-jalla.html
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran(3):190-191].

Adi Gunawan berpandangan, Pola Pikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan (belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya. Gunawan meyakini bahwa, belief menentukan cara berpikir, berkomunikasi dan bertindak seseorang.  Dengan demikian jika ingin mengubah pola pikir, yang harus diubah adalah belief atau kumpulan belief. 

Jumat, 23 Maret 2018

Manfaat Melahirkan Secara Normal


Ada tiga peristiwa bersejarah manusia yang paling berkesan dan menjadi ajang untuk bertemu antar keluarga, saudara, dan teman. Pernikahan, melahirkan anak, dan kematian. Satu di antara ketiganya memiliki potensi besar untuk menyatukan beragam jenis manusia, sesibuk apapun mereka.

Faktanya yang terjadi di masyarakat, saat seseorang akan melahirkan, kita akan menemukan dua jalan yang akan ditempuh oleh sang Ibu. Pertama, ia akan melahirkan secara normal. Kedua, ia akan melahirkan secara sesar.

Terkait dengan hal di atas, ada ilmu yang menarik yang saya dapatkan dari Ns. Windi S.Kep. (Doula dan Child Birth Educator) dan dr. Arifianto Apin, Sp.A. Menarik untuk anda sebagai orang tua, calon Ibu/ Ayah, atau bisa juga sebagai tambahan ilmu untuk keluarga.

Pernahkah Anda merenung, mengapa bayi dilahirkan dengan cara yang Anda ketahui seperti saat ini? Ya, melalui vagina yang kita pahami penuh dengan kolonisasi berbagai bakteri, kadang ditambah dengan kotoran (baca: feses) dari usus besar Ibu. Mengapa bayi harus lahir dengan cara “tidak bersih” seperti ini? Sang Pencipta pasti punya maksud.

Rabu, 21 Maret 2018

IME 2018 Yang Tidak Sukses


Rentetan Islamic Medicine Expo (IME) 2018 yang dimulai sejak Jumat kemarin (16/3) hingga hari ini(18/3) di Hall Masjid Pondok indah jauh dari ideal, tidak berhasil, mengecewakan, banyak kelemahan kekurangannya, tidak memuaskan.

Padahal ma syaa Allah. Yang hadir berasal dari berbagai kota dan propinsi, para praktisi, bidan, perawat, dokter, akademisi, dosen, pemerhati Islamic medicine, termasuk Emma dari Amerika yg kuliah di UGM dan ngluruk ke Jakarta untuk mengikuti IME dari awal hingga akhir. Padahal peserta sangat antusias. Dan padahal-padahal lain.

Perasaan bahwa IME 2018 ini tidak sukses dan mengecewakan terus menggelayuti pikiran, mengetuk-ngetuk dinding otak. Sampai sabtu sore kemaren. Pasalnya, target peserta seminar dan workshop  hanya tercapai 70%. Ruangan seminar terisi 3/4 dari kapasitas awal yg direncanakan.

Sampai akhirnya, sabtu sore ada seorang EO yang biasa menyelenggarakan expo di Jakarta. Dia bertanya di arena seminar IME dan expo, "Ini pameran yang keberapa kalinya?"

Ustadz Avif selaku ketua panitia dan president Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF)  menjawab, "Ini baru yang pertama kali."

Senin, 19 Maret 2018

Keistimewaan Bulan Rajab

Saudaraku, waktu terasa begitu cepat, hari ini kita sudah memasuki bulan baru dalam kelender islam. Artinya kita juga sebentar lagi akan memasuki bulan yang mulia, yaitu Bulan Suci Ramadhan.

Ia bernama Rajab,  1 dari 4 bulan haram (mulia) yang termaktub dalam QS. At Taubah: 36.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Al Muharrom, Rojab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu....”

Di hari-harinya keberkahan meliputi setiap insan yang beribadah dan mendekat kepada Rabb-nya.

Ibnu 'Abbas radhiyallahu ‘anhu -pakar tafsir nomor wahid sekaligus sepupu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-  saat menjelaskan tafsir QS. At Taubah: 36 menyatakan:

Dan ALLAH menjadikan amal shalih dan pahala di 4 bulan ini lebih besar (dibanding bulan-bulan biasanya). (Tafsir Ath Thobari QS. At Taubah: 36)

Allah melarang berbuat zalim di bulan-bulan tersebut bukan berarti diperbolehkan perbuatan zalim di bulan-bulan lainnya. Namun karena perbuatan zalim di bulan itu DI LIPAT GANDAKAN DOSANYA.

Sama halnya dengan tanah haram Makkah dan Madinah. Perbuatan dosa yang dilakukan di sana lebih besar dosanya dibandingkan di negeri lainnya. Ini menunjukkan bahwa bulan-bulan haram adalah bulan bulan yang mulia.

Saudaraku, Kaidah yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa AMALAN BILA BERTEPATAN DENGAN WAKTU YANG MULIA MAKA IA AKAN DI LIPAT GANDAKAN PAHALANYA.

Senin, 12 Maret 2018

Surga Dunia

Adakah orang yang tidak menginginkan masuk ke dalam surga? Semua orang yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala, mengenal-Nya dengan baik, senentiasa merindukanNya, ingin selalu mendekat kepada-Nya, sengsara jika jauh dari-Nya, tentu berharap di akhirat nanti akan dimasukkan ke Surga-Nya.

Pertanyaanya, apakah surga itu hanya ada di akhirat? Adakah surga di dunia ini? sudahkah Anda mendapatkannya? Apa tanda-tandanya? Mari kisa resapi pelajaran dari Ustadz Najmi Umar Bakkar yang sempat saya catat dalam kajian the Rabbanians Masjid Al Azhar.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami berikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS. An-Nahl [16]: 97)

Kehidupan yang baik itu dengan "KEBAHAGIAAN", yaitu bagi seorang mukmin yang akan meraih Surga dunia sebelum Surga di akhirat...

Kamis, 08 Maret 2018

Sakit, Gejala Sakit dan Kesembuhan

Ada pertanyaan yang menarik dari dr. Zen ahad lalu di ruang diklat Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta (4/3). Mengenai apa itu sakit? Mengapa seseorang bisa sakit? Kenapa ada orang yang sehat? Pada pembahasan kali ini, kita akan fokus membahas tentang sakit, gejala sakit, dan kesembuhan.

Ustadz Rosyad memberikan pendangan yang menarik tentang penyakit.  Dalam grup diskusi Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF) selasa yang lalu (6/3) menjelaskan, yang disebut penyakit dalam kehidupan manusia sehari-hari itu sebetulnya adalah gejala sakitnya (simtoma). Jika berlangsung lama maka terjadi penumpukan di bagian sakitnya itu dan atau menyebar ke area/sektor lainnya. Adapun sakit yang sesungguhnya adalah akar dari segala penyebabnya itu.

Ada penyebab utama, ada pula penyebab ikutan (tambahan).
Ketelitian dan ketekunan membedakan dan memilah, memposisikan masing-masing sebab, serta upaya memperbaikinya itu menjadi "seni" dalam proses terapi. Adapun kesembuhan, itu adalah wilayah mutlak Allah subhanahu wata’ala.

Kesembuhan itu bukan berasal dari makhluk.
Bagi makhluk, kesembuhan itu hanya sampai pada batas harapan bersamaan saat awal dilakukannya proses terapi, pada saat proses itu dijalankan dan di saat akhir prosesnya.

Sebab utama sakit dan kerusakan lainnya itu adalah buruk-jahatnya jiwa (syarrun nafs شر النفس ) dan kesalahan dari perbuatan demi perbuatan (suu-ul 'amal سوء العمل ). Baik secara sepihak berasal dari dirinya sendiri, atau murni berasal orang lain atau secara bersamaan dari andil keduanya. Yang jelas, syarrun nafs dan suu-ul 'amal itu pilar dari segala penyebabnya.

Rabu, 07 Maret 2018

Mengapa Kemapanan Karakter Penting?


“Character is what God and the angels know of us; reputation is what men and women think of us.”

Sesuai dengan judul tulisan ini, mengapa kemapanan karakter itu penting dimiliki?

Sesuai dengan kata-kata bijak di atas, bahwa karakter adalah sesuatu yang Allah dan para malaikat ketahui tentang kita, sedangkan reputasi adalah apa yang laki-laki dan perempuan pikirkan tentang kita.

Sahabat, sebagian kita mungkin sering mendapatkan pujian dan sanjungan atas prestasi yang kita raih. Tentu ini adalah atas karunia Allah dan semua pujian hanyalah bagi Allah. Sebagian lagi, mendapatkan sindiran, dicemooh oleh orang lain. Tentu ini juga atas izin Allah.

Karakter kita yang sesungguhnya bukan hanya sesuatu yang tampak di hadapan manusia, akan tetapi apa yang Allah ketahui tentang diri kita. Mengapa?

Bisa saja seseorang itu, berbeda cara berpikir, bertutur, dan tingkah lakunya dalam keramaian atau saat sendiri.

Membangun sesuatu yang ada di dalam dirimu, jauh lebih penting daripada membangun sesuatu yang berada di luar sana. Karena, segala sesuatu yang kita lihat, dengar, rasakan, dan miliki saat ini adalah gambaran/ pantulan dari dalam diri kita.
Layaknya proyektor yang menampilkan sesuatu yang ada di dalam notebook. Begitu juga, diri kita. Maka, jika ingin mengubah apa yang kita lihat, dengar, rasakan, dan miliki. Belajarlah untuk bersungguh-sungguh mengubah sesuatu yang ada di dalam diri kita terlebih dahulu. Ini sangat penting, dalam membangun kemapanan karakter.

Mari kita kembali ke judul tulisan ini,

Teman baik saya justru memberikan sudut pandang baru yang mungkin selama ini jarang dipedulikan dan tidak mendapat perhatian oleh banyak laki-laki ditengah upaya mengejar kemapanannya.

Ada hal yang jauh lebih penting daripada kemapanan itu sendiri. Teman baikku menyebutnya sebagai modal kemapanan. Sesuatu yang tidak berubah dari jaman dulu hingga ribuan tahun mendatang. Modal kemapanan itu adalah karakter. Tentu saja karakter yang baik. Kemapanan berupa kekuatan finansial akan berubah seiring waktu, dia tidak melekat secara utuh. Bisa tiba-tiba hilang begitu saja.

Selasa, 06 Maret 2018

The Magic of One Step

“Ribuan Mil dimulai dari satu langkah sederhana”

Ada satu ungkapan yang masih saya ingat dalam acara malam bina iman dan takwa di masjid Ukhuwah Islamiah Universitas Indonesia beberapa bulan yang lalu. Mereka yang hadir tentu, rata-rata merupakan alumni UI yang saat ini memiliki latar belakang profesi yang berbeda.

“Seperti yang kita ketahui generasi milenial hari ini rata-rata memiliki impian ingin menginspirasi dunia. Akan tetapi, kelemahan generasi milenial ini tidak banyak yang mau memulai sesuatu dari hal yang kecil.  Syafa  tidak mengajarkan hal-hal besar. Mereka yang bergabung di dalamnya diajarkan profesional, hidup adalah memilih (jangan buru-buru). Akan tetapi, jika sudah memilih sesuatu. Maka kita harus all out di sana.” Tegas Dr. Arief Munandar.

Senin, 05 Februari 2018

Hidup dan Menghidupkan

Dalam hidup ada kehidupan. Kita harus mampu menghidupkan kehidupan ini agar kita bisa benar-benar hidup dalam menjalani kehidupan ini.

Setelah kita benar-benar hidup, kita bisa menghidupkan kehidupan orang lain. Sehingga, hidup kita tidak sekedar hidup-hidupan.

Tahukah kita, jalan terbaik agar kita memiliki kesadaran dan kesempurnaan hidup?

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِي

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

-Surah An-Nur, Ayat 35

Begitulah cahaya fitrah di atas cahaya wahyu. Begitulah keadaan orang yang memiliki hati yang hidup dan sadar. Karena Allah yang Maha Hidup dan mampu menghidupkan. 

      Baca juga: Makna Hidup dalam Islam

Cibentang, 15 Jumadil Awal  1439 H.

Sabtu, 27 Januari 2018

Pengaruh Teknologi Informasi dalam Era Globalisasi terhadap Kehidupan Manusia

It has become appallingly obvious that our technology has exceeded our humanity. (Albert Einstein, 1879-1955)

Ilmuan yang hidup jauh-jauh hari sudah memprediksi, bahwa teknologi suatu hari akan melampaui kemanusiaan kita. Salah satu yang saya sukai dalam belajar/ membaca pendapat ilmuan adalah kecerdasannya dalam memprediksi masa depan (Bukan meramal ya). Begitu juga, dengan prediksi Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibi, Freng seputar indonesia yang harus memulai industri strategis, seperti kapal dan pesawat yang dapat menggerakkan industri-industri lain karena melihat Indonesia terdiri dari ribuan pulau.

Beberapa waktu yang lalu, ada perbincangan menarik kajian bada maghrib dari Bapak Amir selaku mantan bupati lima puluh kota, sumatra barat. beliau mengatakan, “Berdasarkan pengalaman menjadi bupati lima puluh kota, memang benar kata nabi, bahwa baik buruknya umat ini disebabkan karena dua hal, umaro dan ulama”

Umaro yang mengerti agama, apalagi sekaligus menjadi ulama, maka setiap kebijakannya akan menyejahterahkan rakyat. Karena ia yang memegang kuasa anggaran.

Dalam penyampaian ceramahnya malam kemarin ( Rabu, 7 Jumadil Awal 1439 H) di Masjid Agung Al-Azhar Kebaryoran lama. Pak Amir  menceritakan kembali tentang tulisan yang ia buat pada tahun 1998 tentang dampak teknologi informasi dan globalisasi terhadap kehidupan manusia.

Jumat, 26 Januari 2018

Gerhana

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Hadirin jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah.

Dalam surah Fusshilat ayat 37 Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Dalam surah lainnya, Allah juga menggunakan sumpah-Nya dengan menggunakan kata, demi matahari atau demi bulan atau demi malam atau juga demi siang.

Dan para ahli tafsir mengatakan, tidaklah Allah jika bersumpah menggunakan suatu nama dari makhluk-Nya, melainkan makhluk yang digunakan untuk sumpah-Nya tersebut mempunyai nilai keistimewaan tersendiri.

Contohnya matahari ataupun bulan.

Dalam kehidupan manusia dan seluruh makhluk di bumi ini khususnya, keberadaan matahari & bulan begitu sangat dibutuhkan.

Sinarnya saat ia terbit, begitu besar manfaatnya untuk pertumbuhan dan kesehatan. Saat terbenamnya diwaktu sore, menjadikan orang-orang banyak bergembira. Baik yang berkeinginan untuk ibadah diwaktu malam ataupun hanya sekedar untuk istirahat malam, agar terkumpul lagi tenaga dan bersemangat dipagi harinya untuk semua aktifitas  meraih ridho Allah. Demikian juga manfaat besar lainya dengan adanya bulan dan pergantian siang dan malam.

Dan itu semua merupakan kenikmatan, serta tanda dari sekian banyak tanda kebesaran dan kehebatan Allah yang perlu disyukuri, sehingga membuat seseorang takut pada Allah dan mau tunduk dan taat pada-Nya. Karena saat terjadi gerhana di zaman Rasulullah, beliau terlihat sangat takut kalau-kalau terjadi hari kiamat.

Rabu, 24 Januari 2018

Bagaimana Membangun Karakter

Character means doing the right thing and doing our best work “even when no one is looking

Untukmu yang sedang gigih membangun kehidupan yang cemberlang, menata diri dan keluarga untuk saling membersamai menjalani kehidupan yang indah dan penuh tantangan.

Sahabat, setiap kesuksesan pribadi dibangun di atas dasar karakter, pertanyaannya darimana karakter berasal? karakter adalah hasil dari ratusan dan ratusan keputusan yang Anda buat yang secara bertahap, pada akhirnya keputusan mengubah siapa Anda pada saat tertentu ke dalam diri Anda yang Anda inginkan. Jika proses pengambilan keputusan itu tidak ada, Anda tetap akan menjadi seseorang-Anda akan tetap hidup-tapi Anda mungkin memiliki kepribadian dan bukan karakter, dan bagi saya itu adalah sesuatu yang sangat berbeda.

Banyak anggapan di tengah-tengah masyarakat, bahwa karakter adalah sesuatu yang susah diubah. Biasanya mereka akan berkata, “karakternya sudah begitu, susah diubah. Dari dulu kebiasaannya tidak pernah berubah”. Benarkah demikian?

Sabtu, 20 Januari 2018

Sesuatu yang Hilang

Dikisahkan ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman di depan istananya. Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.

Kesehatannya mulai menurun, karena ia mulai susah tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur di dalam kamar yang mewah dan kasur yang empuk.

Ditengah lamunannya, sang raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya sangat pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana.

    Baca juga: Makna Hidup dalam Islam

Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini. Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, “Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya, kadang-kadang ia tertidur di bawah rindangnya pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya, padahal ia tidak memiliki apa-apa !”

     Baca juga: Mengapa Tidak Bahagia

Si penasihat tersenyum dan berkata, “Semuanya ditentukan dengan resep 99. Bila tukang kebun itu terkena resep ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan bisa tidur.”

“Apa yang kau maksud dengan resep 99?” tanya raja.

Jumat, 19 Januari 2018

Booster ASI, Perlukah?


Salah satu rahasia kemukjizatan Al-Qur’an adalah setiap perintah/ anjuran dalam Al-Qur’an pasti mengandung hikmah dan kebaikan untuk manusia. Salah satu perintah dalam Al-Qur’an berkaitan dengan Pemberian ASI untuk bayi.

Dalam beberapa kasus, ada juga para Ibu yang mengeluarkan asi sedikit dijadikan alasan untuk mengkonsumsi Booster Asi. Padahal Asi sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.

Bagaimana kaca mata islam memandangnya? Terkait hal ini, malam tadi, dalam grup diskusi Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF) oleh Ibu Arit Widowati. Menurut hemat saya ini penting untuk memperluas cakrawala para ibu dan calon ibu.

Beberapa hari yang lalu postingan saya di IG tentang aktifitas pumping saya dikomen oleh seseakun yang intinya yang bersangkutan (mungkin oleh adminnya) lagi ngiklan sebuah produk coklat sebagai booster asi. Saya sih ga masalah kalo mau ngiklan, monggo aja, apalagi saya juga penggemar coklat, tapi yang jadi bikin kepo dan akhirnya mengusik saya adalah bahasa iklan yang digunakannya cukup "menyesatkan" dan menurut saya "berbahaya" buat para busui terutama yang newbie.

Kamis, 18 Januari 2018

Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas (3 As)

Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tidak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam ini bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Ia merupakan bentuk kepastuan Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merupakan wujud dari Kemahaadilan-Nya.

     Baca juga: Hukum Kekekalan Energi.

Jika badan kita kurang gerak maka badan kita akan merusak dengan sendirinya. Bergerak dan berkeringat memang diperlukan oleh tubuh. Berdasarkan beberapa jurnal yang saya baca, ternyata peningkatan latihan fisik akan menyebabkan penurunan terhadap risiko penyakit jantung. Di samping itu, latihan fisik secara teratur dan terprogram juga dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimum (VO2Maks). Tentu durasinya harus diperhatikan, agar tidak terlalu overdosis sehingga membawa dampak negatif bagi tubuh.


Setiap pagi, ketika berangkat ke masjid, sekitar pukul 04.00. ada pemandangan menarik, tetangga-tetanga kami (mayoritas orang cina) selalu lari pagi. Tentu kita sebagai muslim, melakukan olahraga setelah sholat, membaca al-Qur’an dan  membaca dzikir pagi.

Banting tulang bekerja mencari nafkah adalah kewajiban. Setiap rupiah datang dari tetesan keringat kita. Makin banyak tetesan keringat makin banyak penghasilan kita. No pain no gain. Itulah kerja keras.

Rabu, 17 Januari 2018

Riba Lisan


Sahabat, kemajuan teknologi dewasa ini membuat orang mudah mengakses sumber informasi. Informasi mengenai islam dan kajian keislaman dengan mudah kita akses di genggaman. Begitu juga sebaliknya, hal-hal yang berkonten negatif berlalu lalang.

Pesan Nabi saw pada orang yang punya mulut dan tangan:

لا تقل بلسانك إلا معروفا ولا تبسط يدك إلا إلى خير

Artinya: "Janganlah kamu mengucapkan dengan lisanmu kecuali yang baik. Dan janganlah kamu membentangkan tanganmu kecuali kepada kebaikan." [HR. Ath-Thobroni]

Jumat, 12 Januari 2018

Sahabat yang Sholeh


Sudah puluhan tahun berlalu, si otong tampak tidak mengalami perubahan. sekarang umurnya sudah menginjak 18 tahun dan baru masuk semester 1 di perguruan tinggi ternama di jakarta. Belum tampak, tanda-tanda yang berarti dari sikap, cara berpikir, dan tutur katanya. Sang ibu, akhirnya dilema, antara pasrah atau terus mengasah asa di tengah kondisi si buah hati semata wayangnya untuk tampil bak arjuna.

Sahabat, akhir-akhir ini saya sering menerima keluhan para orang tua yang bertanya, bagaimana cara mengubah anaknya agar menjadi anak yang sholeh. ada yang bertanya tipsnya apa? Bagaimana cara keluarga dulu mendidik saya hingga menjadi seperti ini.

Selasa, 09 Januari 2018

Al-Anshar: Lebih Mementingkan Orang Lain disaat Sangat Butuh


Shahih Bukhari 3514:  Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau datangi istri-istri beliau.

Para istri beliau berkata; "Kami tidak punya apa-apa selain air".

Maka kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada orang banyak: "Siapakah yang mau mengajak atau menjamu orang ini?".Maka seorang laki-laki dari Anshar berkata; "Aku".

Sahabat Anshar itu pulang bersama laki-laki tadi menemui istrinya lalu berkata; "Muliakanlah tamu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini".

Istrinya berkata; "Kita tidak memiliki apa-apa kecuali sepotong roti untuk anak kita".

Sahabat Anshar itu berkata; “Suguhkanlah makanan kamu itu lalu matikanlah lampu dan tidurkanlah anakmu".

Ketika mereka hendak menikmati makan malam, maka istrinya menyuguhkan makanan itu lalu mematikan lampu dan menidurkan anaknya kemudian dia berdiri seakan hendak memperbaiki lampunya, lalu dimatikannya kembali.

Suami- istri hanya menggerak-gerakkan mulutnya (seperti mengunyah sesuatu) seolah keduanya ikut menikmati hidangan. Kemudian keduanya tidur dalam keadaan lapar karena tidak makan malam.

Ketika pagi harinya, pasangan suami istri itu menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau berkata: "Malam ini Allah tertawa atau terkagum-kagum karena perbuatan kalian berdua".

Maka kemudian Allah menurunkan firman-Nya dalam Q.S. al-Hasyr ayat 9 yang artinya: ("Dan mereka (kaum anshar) lebih mengutamakan orang lain ( kaumMuhajirin) dari pada diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung").

Sahabat, itulah gambar orang-orang ansor; pembela dan penolong rasul dan yang menampung beliau dan saudara-saudaranya yang hijrah dalam kemiskinan. Mereka menetap dalam kota madinah dan tetap teguh dengan imannya, lalu menunggu saudaranya yang hijrah dan meninggalkan kampung halamannya.

“Mereka itu mencintai orang yang berhijrah kepada mereka”. Tidak ada rasa benci/ muak atau bosan dengan saudara seiman yang baru datang itu, melainkan rasa kasih yang ada. “Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin)” Artinya tidaklah ada rasa dengki atau iri hati kaum Anshar melihat Allah dan Rasul-Nya memberikan anugrah berlebih kepada saudara-saudara kaum Muhajirin itu. “dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).”

Sahabat, apakah Anda pernah merasakan, melihat, atau mendengar ada orang yang mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, padahal mereka sangat memerlukan sesuatu yang mereka berikan itu hari ini? mungkin ada, tapi tentu jarang. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang hatinya telah diterangi cahaya iman, mengenal siapa Rabb yang Maha Melihat dan berhak disembah, mengenal akhirat, dan mencintai Rasul-Nya.

Bisakah Anda membayangkan, kecintaan mereka kaum anshor kepada muhajirin tidak diikat oleh tali kekeluargaan, mereka bukan sedang menunggu anak, bapak, paman, bibi, atau saudara sedarah, tetapi mereka diikat dengan tali yang lebih kokoh yaitu tali keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentu, peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa hanya karena dorongan imanlah kita bisa menyatu, senasip seperjuangan, rela berkorban untuk berbagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...