Jumat, 19 Januari 2018

Booster ASI, Perlukah?


Salah satu rahasia kemukjizatan Al-Qur’an adalah setiap perintah/ anjuran dalam Al-Qur’an pasti mengandung hikmah dan kebaikan untuk manusia. Salah satu perintah dalam Al-Qur’an berkaitan dengan Pemberian ASI untuk bayi.

Dalam beberapa kasus, ada juga para Ibu yang mengeluarkan asi sedikit dijadikan alasan untuk mengkonsumsi Booster Asi. Padahal Asi sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.

Bagaimana kaca mata islam memandangnya? Terkait hal ini, malam tadi, dalam grup diskusi Internasional Islamic Medicine Foundation (IIMF) oleh Ibu Arit Widowati. Menurut hemat saya ini penting untuk memperluas cakrawala para ibu dan calon ibu.

Beberapa hari yang lalu postingan saya di IG tentang aktifitas pumping saya dikomen oleh seseakun yang intinya yang bersangkutan (mungkin oleh adminnya) lagi ngiklan sebuah produk coklat sebagai booster asi. Saya sih ga masalah kalo mau ngiklan, monggo aja, apalagi saya juga penggemar coklat, tapi yang jadi bikin kepo dan akhirnya mengusik saya adalah bahasa iklan yang digunakannya cukup "menyesatkan" dan menurut saya "berbahaya" buat para busui terutama yang newbie.

Bahasa iklan tersebut kurang lebih seperti ini kutipannya "Booster ASI coklat xxxxxxxxx nya yuk bunda, mom  dicobaa, Rasakan akan coklat dan manfaatnya,  Bermanfaat untuk menambah volume ASI, ASI bisa lebih kental dan pekat"

Kemudian saya balas komen begini "hmmmm...sepertinya kalimat marketingnya ada yang perlu diluruskan agar tetap mengedukASI para busui. Apakah Anda paham bagaimana cara kerjanya booster ASI sehingga begitu yakinnya mengklaim bisa melancarkan ASI bahkan bikin ASI lebih kental dan pekat?"

Eh...ternyata komen saya direspon lho, bukan degan balas dikomen balik, tapi iklan tersebut langsung hilang di postingan saya (mungkin ga sengaja kehapus ya), dan gagal deh saya dapet feedback atau klarifikasi, apalagi endorse haha (jujur lho saya masih husnudhon kok dengan niat baiknya). Karena itu, saya rasa perlu menuliskan tentang booster asi ini, agar dapat meluruskan/mengedukASI para busui, agar tidak mudah terlena oleh iklan yang berpotensi menyesatkan, sehingga para ibu terutama ibu baru ga langsung percaya dan bergantung pada booster ini. Tentu saja dengan bahasa ala ibu-ibu versi saya ya. Maaf misal ada yang ga berkenan.

Jawaban dari pertanyaan di komen saya di atas sebenarnya sama kok dengan pertanyaan senada seperti skrinsutan terlampir dimana kebanyakan dari kita masih berpikir bahwa booster ASI itu berupa sesuatu yang harus dikonsumsi atau dimakan.

Makanan memang bisa menjadi salah satu booster ASI, tapi tidak berlaku pada semua ibu dan semua makanan, dan pertanyaan sebenarnya adalah perlukah makanan/ konsumsi khusus untuk membooster asi? jawabannya bisa ya, bisa tidak, nah untuk memahaminya yuk kita simak hasil ketak-ketik pemikiran saya ini ya.

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi ASI?

Menurut Ibu Widowati, Produksi ASI dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor utama dan faktor pendukung.

Faktor utamanya adalah SINERGI HORMON-HORMON ASI. Nah, hormon apa sajakah itu? Yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin dipengaruhi oleh frekuensi menyusui atau memompa ASI dimana makin sering disusukan/dipompa (sampai kempes/kosong), maka, hormon ini akan semakin banyak sehingga payudara juga akan semakin cepat berproduksi lagi. Disini yang namanya ASI berproduksi sesuai prinsip supply by demand (persediaan sesuai permintaan).

Selanjutnya, Hormon oksitosin adalah hormon yg dipengaruhi kondisi psikologis sang ibu dimana semakin rileks, happy, percaya diri, ikhlas, tenang, lega dan sifat positif lainnya, maka hormon oksitosin ini akan semakin banyak sehingga ASI yang sudah berproduksi tadi juga akan semakin lancar dikeluarkan. Karenanya hormon ini disebut "hormon cinta". Bagi saya, sumber hormon oksitosin tertinggi adalah perasaan cinta kita kepada Alloh Sang Pencipta segalanya, sumber segala cinta, menyusuilah sebagai bagian ibadah, cinta dan taat kita pada Alloh dan Rasul-Nya, maka niscaya oksitosin kita akan senantiasa distabilkan-Nya. Biidznillah.

Nah kalo sudah tahu 2 hormon ini, maka yang sering kita lupa dan lalai adalah kata "SINERGI", dimana artinya kedua hormon tersebut ga bisa jalan sendiri-sendiri alias harus terpenuhi keduanya, beriringan, gandengan, saling melengkapi dan tak terpisahkan. Jadi, mau disusukan atau dipompa sesering mungkin, kalo ibunya stress atau penuh tekanan dan pikiran, maka ASI akan sulit berproduksi dengan lancar, sebaliknya pun juga begitu, jika si ibu happy dan percaya diri selalu, tapi ga pernah atau jarang menyusui/memompa ASI, maka produksi ASI pun lama-lama juga akan berkurang bahkan berhenti berproduksi.
Jadi ingat2 betul makna "SINERGI" ini yaa.

Faktor pendukung adalah semua hal yang mendukung si ibu dapat memenuhi faktor utama tadi, bisa berupa makanan, pijat, relaksasi, peralatan menyusui, suplemen, de el el. Jadi sebelum membahas faktor pendukung ini, maka bertanyalah pada diri kita sendiri, sudahkah terpenuhi faktor utamanya? Karena faktor pendukung tidak akan berfungsi jika faktor utama diatas ga terpenuhi.
Makanan yg dianggap sebagai booster ASI hanyalah salah satu bagian dari faktor pendukung ini.

Mau makan daun katuk, coklat, kapsul pelancar asi, atau suplemen lainnya sebanyak apapun, ya ga akan ngaruh, kalo si ibu ga bisa sinergikan hormon asinya, jarang nyusuin plus si ibu galau bin stress.


Bahkan tanpa faktor pendukungpun, InsyaAlloh ASI akan tetap berproduksi dengan lancar, seperti saya atau seperti yang sudah berhasil dipraktikkan klien saya. ALLOH maha adil kok, semua ibu di dunia ini bisa menyusui, yakin saja, ingat surat Huud ayat 6 bahwa Alloh menjamin rezeki tiap mahkluk. Meski di kutub utarapun, yang ga ada daun katuk, meski busui ga bisa beli coklat pun, dengan ijin Alloh pasti bisa menyusui. Jaga asupan cukup dengan makanan yang halal, thoyyib dan gizi berimbang. 

Sudah paham kan sekarang kenapa saya bilang bahasa iklan diatas berpotensi menyesatkan? Begitupun kalimat booster asi bisa bikin ASI kental dan pekat, sangat tidak mengedukasi, insyaAlloh Akan saya bahas tersendiri nanti karena  kaitannya dengan manajemen laktasi, perlekatan, kemungkinan adanya tongue tie, dll.

Selamat belajar dan edukASI diri ya...

Salam Cinta ASI

Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat untuk calon ibu dan para ibu yang sedang mempersiapkan generasi terbaiknya bagi peradaban islam. Oh ya, insyaAllah Ibu Arit Widyowati akan menjadi pembicara dalam workshop Islamic Medicine Expo (IME) 2018 loh. Beliau akan membawakan tema, “Manajemen Laktasi untuk Tumbuh Kembang Bayi yang Optimal” di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta. Info Lebih lanjut silahkan kunjungi website kami ya di www.imexpo.id.

Photo Credit: beranidakwah.com

Jakarta, 2 Jumadil Awal 1439 H
@riosaputranew

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...