Jumat, 28 September 2018

Perubahan Pendidikan di Era Industri 4.0

Dinamika kehidupan kita akhir-akhir mengalami pergolakan yang cukup menyita perhatian masyarakat. Sebut saja, meroketnya dolar di atas rupiah, naiknya beberapa kebutuhan pokok masyarakat, beberapa pekerjaan yang dahulunya membutuhkan tenaga manusia sekarang diganti dengan mesin. Terkhusus kehadiran komputer atau  artificial intelligence yang membuat dunia usaha mengalami revolusi besar-besaran.

Setiap perkembangan itu saya amati dengan baik dengan seksama, melalui pembicaraan masyarakat, berita online, surat kabar, majalah, dan buku-buku terbaru. Selain itu, sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, tentu sudah merupakan penggilan nurani untuk memberikan solusi bagi peningkatan sumber daya manusia Indonesia khususnya agar bisa unggul di kemudian hari.

Ada sebuah tawaran menarik dari Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd. di akun instagramnya (@suyatno1). Dalam penjelasannya di akunnya, beliau memaparkan, Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0 era ini membuat kita mau tidak mau harus berubah, jika tetap pada posisi yang sama maka kita akan ketinggalan jauh dengan negara lain terutama dalam pendidikan. Sebagai warga instagram yang merupakan bagian dari revolusi industri 4.0:

Sebagai imbalan dan reward dari gagasan yang sudah diusulkan, maka untuk 3 (tiga) Jawaban terbaik akan mendapatkan buku karya Prof. H. Suyatno + tanda tangan "Universal Concept of Logical Thinking" . Buku ini merupakan cara memaksimalkan kemampuan logika dan cara meminimalkan kekurangannya".

1. Perubahan apa yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0?

2. Bagaimana Indonesia ditahun 2045 dalam revolusi industri 4.0?

Saat ini saya akan menjelaskan secara singkat pertanyaan nomor 1,

Perubahan yang mesti dilakukan sementara ini, agar kita bisa menang dari komputer atau artificial intelligence melalui jalur Kreatifitas (entah dapat pencerahan, inovasi ataupun pemikiran-pemikiran). Kreatifitaslah yang menghasilkan aneka ragam barang dan jasa yang kita nikmati saat ini. faktanya, berbicara kreatifitas masih sangat asing di tengah-tengah ruang-ruang pendidikan kita saat ini. padahal dunia berubah dengan cepatnya, kecepatan itu tidak diiringi dengan kecepatan belajar dan beradaptasi manusia terhadap perubahan.

Bagaimana kita memandang sebut artificial intelligence atau komputer?


Komputer hanya 100% program oleh Manusia, walaupun mungkin nantinya 1 komputer dengan komputer lainnya bisa connection, sehingga bisa menciptakan dunia komputer itu sendiri. Mungkin saja bisa jadi kreatif. Dan Stephen Hawking dan Elon Musk juga mengatakan, ancaman peradaban manusia adalah Artificial Intelligence, ketika mereka bisa masing-masing terhubung dan tidak terkontrol. Tetapi tetap saja, manusia yang menciptakannya. Manusia memiliki dimensi-dimensi lain yang tidak dimiliki oleh komputer.

Jadi, yang harusnya ada saat ini didunia pendidikan atau yang harus kita pelajari saat ini adalah:
1. Religion
Saya lebih suka menyebutnya diin/ agama. Berbicara tentang agama kita akan berbicara bagaimana menghidupkan seluruh sistem yang ada di dalam tubuh manusia. Mengapa demikian? Akhir-akhir ini kita melihat, banyak manusia yang belum menjadi manusia seutuhnya. Agama hadir untuk mengasah, mengasuh, dan menggembleng keseimbangan antara olah hati, olah akal, olah raga, olah rasa dan karsa yang ada dalam diri manusia.

Agama juga mengatur tentang hubungan kita dengan Allah dan mengatur bagaimana kita berhubungan dengan sesama manusia, bahkan semua makhluk ciptaanNya. Agama juga berbicara tentang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan area lainnya yang ditempati manusia. Bahkan agama berbicara hal-hal yang lebih intim dalam rumah tangga seorang muslim.

Jarang dan sulit kita temui manusia yang bisa menyeimbangkan seluruh dimensi kemanusiaannya. Mengolah hati, akal, raga, rasa dan karsanya dengan baik. Sehingga kumpulan pribadi-pribadi yang unggul ini nantinya akan berdampak pada keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan di panggung dunia.

Baca juga: Pengaruh Teknologi Informasi dalam Era Globalisasi Terhadap Kehidupan Manusia

2. Culture
Apa itu budaya? suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

Saya yakin, apa yang kita saksikan saat ini jauh dari budaya Indonesia yang sesungguhnya. Bagaimana cara menumbuhkembangkan kembali budaya Indonesia yang sesungguhnya. Darimana kita mempelajari kebudayaan kita? Bagaimana cara menampilkan kebudayaan Indonesia yang menarik? Ini PR kita bersama.

3. Creativitas
(Kreativitas dalam menyelesaikan problem-problem sosial yang ada saat ini dan yang akan muncul di masa yang akan datang)

4. Team work (Kerja tim, atau bahasa yang lebih membumi di Indonesia, kita sering menyebutnya gotong royong)

Secara spesifik menurut hemat saya, yang harus diajarkan di sekolah:

Ilmu mengenal Allah (Agama), Ilmu mengelola emosi, ilmu berpikir, ilmu fokus, ilmu kecerdasan keuangan, ilmu berkarir, ilmu mengambil keputusan, ilmu kesehatan, ilmu komunikasi, ilmu leadership, ilmu membuat kebiasaan positif.

Jika mengandalkan ketekunan bisa saja akan tertinggal dengan mesin.
Begitu juga ketelitian, mesin bisa lebih teliti.

Fokus kepada ilmu yang benar-benar penting adalah kata kuncinya.

Semoga bermanfaat dan menjadi renungan kita bersama.


Jakarta,  17 Muharram 1440

1 komentar:

  1. Gerak mesin pabrik yang memproduksi barang secara massal adalah penanda zaman modern. Ketika gerak itu mendesak sampai ke dalam rumah kita, ia menjadi peringatan bagi kita untuk lebih berhati-hati, apalagi ketika logika mesin itu menjadi dasar bagi teknologi informasi.

    BalasHapus

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...