Kamis, 16 Mei 2019

Wujudkan Digital University, UMB Tandatangani MoU dengan Telkomsel

Bengkulu - Universitas Muhammadiyah Bengkulu menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) dengan Telkomsel di Lantai 6  Kampus 4 UMB (15/5).  Ini sebuah sejarah baru dan bentuk kontribusi telkomsel untuk dunia pendidikan dengan menghadirkan berbagai solusi digital melalui plattform Aplikasi KINDI Education for Campus.

Nota Kerja sama kedua pihak ini ditandatangai langsung oleh Rektor UMB, Dr. Sakroni, M.Pd. dan General Manager Youth and Community Area Sumatera Telkomsel, Agus Sumirat didampingi General Manager Sales Region Sumbagsel Gatot P Utomo dan Bapak Indra Syaputra selaku manager IT Operation Sumbagsel. Hadir juga, Ketua Majelis Tinggi Dikti Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D, Pejabat struktural di lingkungan UMB dan beberapa tamu penting lainnya.

Sakroni menyampaikan harapan dalam sambutannya, berhubung sebentar lagi UMB akan menjadi tuan rumah KKN Muhammadiyah untuk negeri se Indonesia. Sekitar 600-700 Mahasiswa luar Bengkulu akan hadir dan Mahasiswa UMB biasanya 1000-1500, maka semoga pihak telkomsel bisa membantu kendala sinyal komunikasi pada acara tersebut.

“UMB juga memiliki agenda memberikan mahasiswa banyak pengalaman dan pengetahuan di luar perkuliahan. Oleh karena itu, kami berharap Telkomsel bisa memberikan ruang pengalaman belajar kepada mahasiswa UMB, baik magang, pelatihan kewirausahaan, dan bidang IT. Semoga hubungan UMB dengan Telkomsel ke depan semakin membaik.” Tutur Sakroni mengakhiri sambutannya.


Agus Sumirat menuturkan “kehadiran Aplikasi KINDI adalah dari SDM internal Telkomsel dan murni karya anak bangsa. Nama KINDI pun bisa diganti sesuai dengan keinginan UMB. Platform KINDI sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel untuk UMB jadi Free. Ini sebagai bentuk kontribusi kami untuk membantu negara, khususnya dunia pendidikan. Untuk itu, Kami ingin membantu UMB mewujudkan cita-citanya menjadi digital university di Indonesia.”

Penjelasan lebih lanjut terkait aplikasi KINDI ini dilanjutkan oleh Indra Syaputra, menurutnya KINDI terambil dari nama filsuf muslim pertama yang dikenal juga sebagai father of knowledge. Mengapa digital? dari 268,2 juta penduduk Indonesia, 130 juta pengguna media sosial. 63 juta penduduk merupakan generasi milenial usia 20-35 Tahun. Melalui aplikasi KINDI, Telkomsel menawarkan solusi digitalisasi yang mudah, cepat, dan murah.

“Melalui Sistem Manajemen Informasi Kampus (SIMANIS), maka Pertama kampus dapat melakukan monitoring aktivitas mahasiswa yang sedang melakukan KKN, dapat mengetahui lokasinya saat itu, interaksi antar teman, informasi KKN, dan didesain sesuai media sosial. Kedua, mengetahui kehadiran mahasiswa dalam satu semester melalui geotagging attendance, partisipasi dalam kelas, daftar kegiatan, dan ketiga Dapat melakukan Bimbingan secara digital melalui  mobile apps, berupa unduh dokumen, dapat memberikan tanggapan secara langsung dimanapun dan kapanpun dosen berada, daftar revisi, progres skripsi, deadlinenya berapa hari lagi? “ ungkap Indra menjelaskan aplikasi KINDI.

(Media Center-UMB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah singgah! Semoga kita segera berjumpa lagi. Saya memberi hormat atas dedikasi dan komitmen Anda untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya menantikan suatu waktu untuk dapat berjumpa dengan Anda suatu hari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...